Presiden dan Menteri Suport PON 2020 di Papua

Foto: Indri/TIMEX

Muhammad Musa ‘Ad

 

TIMIKA,TimeX

Presiden Joko Widodo beserta jajaran menteri kabinet kerjanya memastikan akan mensuport penyelenggaraan even akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang di Provinsi Papua.

Pernyataan dukungan itu didengar langsung Gubernur Papua  Lukas Enembe beserta jajarannya termasuk para bupati se-Papua saat road show kesejumlah menteri kabinet kerja Presiden Joko Widodo.

Road show pada akhir Oktober lalu akan berlanjut di November ini,   menyasar  Menpora, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepala Bappenas, Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan dan Menteri PMK.

Road show dimaksud untuk memaksimalkan persiapan, termasuk dukungan biaya, penggunaan peralatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI/2020 di Papua.

Ide itu muncul setelah Gubernur Papua, Lukas Enembe, melaporkan adanya kendala terkait biaya penyelenggaraan dua ajang olahraga tersebut.

“Peralatan olahraga harus dimaksimalkan termasuk yang pernah digunakan saat Asian Games dan Asian Para Games 2018 lalu,” kata Muhammad Musa ‘AD Kepala Bappeda Provinsi Papua, Jumat (2/11).

Alat-alat sudah teruji dan berstandar internasional, serta jadi lebih efisien dari segi anggaran. Tinggal diantisipasi persentase penyusutannya untuk menghitung biaya perawatan yang akan dikeluarkan.

Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2017, PON 2020 mendapatkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1,3 triliun untuk PON dan Peparnas 2020.

Selain APBN, pastinya ada support dana dari APBD Provinsi Papua dan APBD kabupaten/kota di Papua.

Namun, Lukas menyatakan bahwa jumlah APBN itu tidak cukup untuk membiayai semua venue cabang olahraga di Papua.

“Dalam Inpres Nomor 10 Tahun 2017, tidak mencakup pembiayaan seluruh venue. Untuk road show yang dilakukan gubernur agar Pemerintah Pusat bersedia merevisi Inpres,” kata Muhammad.

Papua sendiri nantinya akan tercatat sebagai provinsi pertama di bagian timur Indonesia yang akan menggelar PON.

Terpilihnya Papua bertujuan agar daerah itu memiliki stadion, arena, dan gelanggang olahraga bertaraf internasional.

Selain biaya dan peralatan, dukungan tenaga medis untuk tangani ribuan atlet dari even nasional, termasuk hal penting.

Adapun tenaga medis yang akan diperbantukan nanti berasal dari Maluku, Papua Barat dan Makassar.

“Karena PON ini sebagai pemicu percepatan pembangunan, maka semua elemen terkait termasuk pihak swasta, BUMN maupun BUMD harus pula memberi dukungan,” tandasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.