Siswa SDN 10 Pomako ‘Diterlantarkan’

Foto: Ribka/TimeX

BERMAIN-Anak-anak SDN 10 Pomako menghabiskan waktu dengan bermain di lokasi penampungan peti kemas di pelabuhan Pomako karena tidak ada aktivitas di sekolah, Selasa kemarin

 

TIMIKA, TimeX

Ratusan siswa SD Negeri 10 Pomako, Distrik Mimika Timur harus menerima nasib tidak menyenangkan, sebagaimana siswa lainnya di Kota Timika dan sekitarnya.

Siswa di sekolah dasar tersebut terhitung sudah seminggu sejak Selasa (30/10) lalu diterlantarkan guru-guru karena tidak ada proses belajar mengajar.

Ketidakhadiran guru atau tenaga pengajar hingga Selasa (6/11) kemarin, menyebabkan anak-anak SD setempat seperti anak ayam kehilangan induk.

Ironisnya, ketiadaan guru hingga aktivitas belajar mengajar tidak berjalan ini dikeluhkan langsung Sabina Valentina, salah salah satu murid SDN 10 Pomako kepada Timika eXpress Selasa kemarin.

“Kami sudah satu minggu libur karena tidak ada guru yang mengajar dari Hari Selasa lalu,” tutur Sabina saat ditemui di kawasan peti kemas Pelabuhan Pomako Selasa kemarin.

Kata Sabelina, ketiadaan guru yang berdomisili di Timika karena disibukan dengan urusan pribadi, dan lainnya sedang melaksanakan tugas ke luar kota sehingga aktivitas sekolah tidak jalan.

Dari situasi ini, sebagian besar murid di SD setempat memilih menghabiskan waktu dengan bermain. Bahkan ada yang mengkuti orang tuanya meramu dan mencari hasil laut sesuai dengan matapencaharian warga asli setempat.

“Kami biasa datang sekolah hanya main-main, duduk-duduk dan baca-baca buku sendiri. Ada teman saya yang tidak mau kesekolah tapi ikut bapa dan mamanya ke sungai dan laut,” kata Sabina rindu mendapatkan ilmu pengetahuan demi masa depannya.

Hal senada juga diungkapkan siswa lainnya, yaitu Guda Lipa.

Siswa SD setempat mengaku karena sekolah diliburkan sehingga ia memilih membantu orang tua dan habiskan waktu bermain denga teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.

Kondisi miris terhadap dunia pendidikan di pesisir Mimika ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, agar siswa SDN 10 Pomako bisa mengenyam pendidikan seperti siswa lainnya di Mimika.

“Kami sangat rugi karena masih kecil butuh pendidikan yang layak tapi tidak ada guru yang datang mengajar,” kata Guda lirih.

Seperti diberitakan di media beberapa waktu lalu, bahwa salah satu faktor yang menjadi kendala guru-guru mengajar di kawasan Pomako adalah sarana transportasi.

Para guru dan tenaga pengajar yang berdomisili di Timika mengeluhkan soal sarana transportasi untuk bisa hadir tepat waktu di jam sekolah.

Sulitnya angkutan transportasi dari Timika-Pomako, makapara guru sering menumpang truk-truk ekspedisi, atau menunggu dan menumpang angkutan pribadi yang menerima tumpangan.

Hal ini tentu menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Mimika dan Dinas Perhubungan untuk menjawab kendala yang dihadapi guru.

Menjawab itu, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) kepada Timika eXpress, Selasa tadi malam menyerukan kepada guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di SDN 10 Pomako harus bisa menyikapi situasi yang terjadi, dengan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah.

“Khusus guru status ASN yang tugas disana tidak ada alasan karena sebagai abdi negara sudah disumpah bahwa siap ditempattugaskan dimana saja. Ini harus dikaji pemerintah dan memberi sanksi tegas. Pimpinan daerah harus panggil guru-gurunya dan minta pertanggungjawaban disertai sanksi. Ini termasuk  pelanggaran HAM karena menelantarkan anak didik,” tandasnya. (a31/vis)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.