Diidentifikasi 8 Hari, Jenazah Korban Lion Air Dipulangkan ke Timika

Foto : Tanto/TimeX

RUMAH DUKA-Jenazah almarhum korban jatuhnya Pesawat Lion Air 610, Paul Ferdinand Ayorbaba saat disemayamkan di rumah duka Jalan C Heatubun,Kwamki Baru, Kamis kemarin.

>>Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Paul Ferdinand Ayorbaba

TIMIKA, TimeX

Pihak keluarga Paul Ferdinand Ayorbaba (43), salah satu dari 188 korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 nampak tegar setelah jazad almarhum berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) RS Polri Kramat Jati, Selasa (6/11) malam lalu.

Jenazah almarhum yang diidentifikasi dari hasil tes DNA, Kamis (8/11) sekitar pukul 12:00 WIT telah dipulangkan dan tiba di Timika pascamusibah jatuhnya pesawat di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu.

Pemulangan jenazah almarhum dari Jakarta-Jayapura dengan pesawat Batik Air, selanjutnya dengan penerbangan Sriwijaya Air dari Jayapura-Timika, didampingi ibu kandung, Titje Makalew, istri almarhum, Ningsih (Inchy) Ayorbaba (33) serta tiga anaknya, dan saudara kandung almarhum.

Salah satu dari tiga anaknya memegang bingkai foto almarhum.

Setibanya di Bandara Mozes Kilangin Timika,Kamis siang kemarin, isak tangis keluarga, kerabat pecah dan histeris sembari menyambut dan memeluk peti jenazah almarhum.

Dari Bandara Timika jenazah langsung diarak menuju rumah duka milik Jones Ayorbaba, adik kandung Paul di Jalan  C. Heatubun, Kwamki Baru Timika dengan pengawalan aparat kepolisian setempat.

Tangis duka pun mengharu setibanya jenazah di rumah duka Kamis siang kemarin.

Sebelumnya, di bandara setempat dilakukan serah terima jenazah dari Ketua Kerukunan Keluarga Besar Sulawesi Utara (KKBSU) Mimika, Cherly Lumenta kepada keluarga yang diwakili Wilmar Tambunan, kakak ipar almarhum.

Pada prosesi penyerahan jenazah, Cherly mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika turut berduka atas peristiwa yang dialami keluarga besar Ayorbaba.

“Semoga keluarga terus diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Cherly diikuti dengan penyerahan peti jenazah kepada keluarga.

Sementara, Wilmar Tambunan di tempat yang sama mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu persiapkan dan penyambutan kedatangan jenazah almarhum.

Wilmar pun berharap adanya perhatian ketat dari pemerintah dalam mengawasi fasilitas transportasi, khususnya penerbangan agar tragedi ini tidak terulang.

“Kami tegar dan siap terima kenyataan walapun sulit melepas kepergian Paul menghadap snag khalik,” kata Wilmar menambahkan keluarga merencanakan pemakaman jenazah almarhum Paul Ferdinand Ayorbaba di TPU Kamoro Jaya-SP1 pada hari ini, Jumat (9/11).

Sebelum prosesi pemakaman jenazah, akan diawali dengan ibadah di rumah duka.

Wilmar pun menceriterakan bahwa almarhum Paul diketahui bekerja di salah satu perusahaan pelayaran di Jakarta.
Ia menumpang pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (29/10) pagi menuju Pangkal Pinang lantaran ada penugasan dari kantornya.
Lanjut Wilmar, almarhum diketahui pernah bekerja sebagai petugas keamanan internal PT Freeport Indonesia, namun ia telah mengundurkan diri sejak 2010 lalu. (tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.