Den POM XVII C Mimika Razia Penggunaan Atribut TNI

“Kami melaksanakan penindakan kepada setiap anggota yang tidak mematuhi aturan lalulintas. Termasuk warga sipil yang gunakan atribut TNI. Itu langsung kita lakukan penyitaan. Seperti stiker dan atribut TNI lainnya”

Foto: Tanto/TimeX
PERIKSA – Dansub Den POM XVII C Mimika Lettu Cpm Mukmin  sementara memeriksa kelengakapan surat-surat kendaraan terhadap seorang anggota TNI pada Kamis (8/11).

TIMIKA,TimeX

Den POM XVII C Mimika merazia penggunaan atribut TNI pada kendaraan roda empat maupun sepeda motor di Jalan Cenderawasih depan Hotel dan Resto 66 Cenderawasih pada Kamis (8/11).

Operasi serupa juga sasarannya kepada anggota TNI yang melanggar aturan lalulintas karena tidak memiliki surat-surat kendaraan. Seperti SIM, STNK, BPKB dan helm, spion dan lain-lainnya.

Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dipimpin Dansub Den POM XVII C Mimika Lettu Cpm Mukmin.

Pada operasi itu terlihat tim Den Pom menghentikan sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seorang anggota TNI. Pada saat pemeriksaan oknum anggota TNI itu menunjukan surat-surat sepeda motornya. Di tempat yang sama juga turut menilang sebuah mobil warna putih. Mobil ini diduga memasang striker atau atribut TNI pada plat DSnya.

Lettu Cpm Mukmin mengungkapkan dalam operasi itu sasar penindakan terhadap anggota TNI agar tertib berlalulintas termasuk menertibkan warga sipil pengguna atribut TNI pada kendaraan.

“Kami melaksanakan penindakan kepada setiap anggota yang tidak mematuhi aturan lalulintas. Termasuk warga sipil yang gunakan atribut TNI. Itu langsung kita lakukan penyitaan. Seperti stiker dan atribut TNI lainnya,” kata Mukmin saat ditemui Timika eXpress di sela-sela razia saat itu.

Kegiatan ini katanya berdasarkan instruksi pimpinan mengingat sekarang begitu banyak warga sipil memasang atribut TNI pada kendaraan pribadi.

Ia menybutkan ada beberapa kendaraan sipil kena penindakan karena kedapatan memasang atau menggunakan atribut TNI, seperti baju dan stiker-stiker.

Operasi Gaktib ini sepanjang 2018 telah masuk TW IV dimulai Oktober lalu hingga Desember 2018 mendatang.

Ia menambahkan untuk satu TW biasanya dilaksanakan oleh dua gerakan, yakni gerakan pemeriksaan atau penertiban lalulintas dan penertiban di Tempat Hiburan Malam (THM).

“Sekarang kita sudah laksanakan penertiban kendaraan, setelah ini kita akan razia di tempat hiburan malam,” ujarnya. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.