Jober Akui Kurangi Kuota BBM untuk PLN

Foto: Ricky/TimeX
BBM – Satu unit mobil tangki BBM tiba di PLN Area Timika, Jumat (9/11). 

TIMIKA, TimeX

Bagian BBM Industri di Pertamina Regional 8 Jayapura Dewo mengakui terjadi pengurangan kuota untuk Join Bersama (Jober) Pertamina Mimika dari rata-rata normal karena keterlambatan pengangkutan BBM oleh kapal tanker.

“Terjadi pengurangan dari rata-rata normal. Karena kita stoknya memang agak menipis di Jober. Kapal tankernya kebetulan agak sedikit terlambat,” kata Dewo ketika dikonfirmasi wartawan Timika eXpress, Jumat (9/11).

Namun, hari ini (kemarin, red) Jobber Timika telah mendistribusikan 150 KL kepada pihak PLN untuk pasokan listrik. Setelah ada kapal tanker masuk ke Mimika yang memuat 70 KL, ditambah dengan 300 KL.

“Kemarin sudah salurkan 150 KL untuk PLN Timika dan hari ini sudah normal,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan keterlambatan kapal tanker yang masuk ke Timika bisa melenceng dari perhitungan pihak Jober lantaran faktor cuaca, namun untuk saat ini ketersediaan BBM sebanyak 1000 KL dipastikan mencukupi kebutuhan selama seminggu kedepan.

“Setelah kapal tanker masuk dalam waktu seminggu seharusnya sudah normal dan sudah dapat diakomodir. Cuma tidak menutup kemungkinan kapal masuk telat karena faktor cuaca itu diluar perhitungan kita,” tambahnya.

Sementara Manager PT PLN Persero Areal Timika Salmon Kareth mengatakan kurangnya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang didistribusikan sejak akhir Oktober oleh Jober PT Pertamina Pomako tidak sesuai dengan kebutuhan PLN yang mencapai 130  KL perhari. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik di wilayah Timika.

Dikatakan, Jober Pertamina sebagai sumber pasokan BBM ke PLN seharusnya menjamin pasokan, karena sebanyak 130 KL solar perhari dibutuhkan oleh PLN.

“Kalau kurang dari itu berarti pasokan listrik tidak maksimal,” kata Salmon saat ditemui wartawan di Kantor PT PLN Persero Areal Mimika, Jumat (9/11).

Menurutnya, kuota yang dibutuhkan oleh PLN Timika sebanyak 130 KL dan tidak bisa dikurangi kuotanya. Apabila dikurangi akan berdampak pada pasokan listrik.

Kata dia, jika sehari 130KL maka dalam sebulan paling tidak PLN butuh 5000 KL untuk memaksimalkan pasokan listrik.

“Kuota yang kami butuh itu tidak bisa kurang dari 130 KL. Kebutuhan kami dari tanggal 1 hingga 31 November 4.500 KL. Makanya untuk ke tanki induk harus tetap terisi 130 KL supaya bisa maksimalkan pasokan listrik di Mimika. Itu baru di Mimika, belum lagi ke Yahukimo, Asmat dan daerah lainnya,” terangnya.

Menanggapi pengurangan pendistribusian BBM jenis solar untuk PLN Timika, Ketua Komisi A DPRD Mimika Saleh Alhamid menyayangkan adanya pengurangan tersebut. Artinya, kuota yang sering didistribusikan kepada pihak PLN oleh Pertamina harus selalu ada dan disesuaikan dengan jadwal kapal yang masuk sehingga tidak terjadi kelangkaan dan terjadi pemadaman listrik.

“Tidak boleh seperti itu. Karena pertama kalau solar tidak ada caranya bagaimana untuk Peritamina berusaha menyiapkan solar supaya tidak ada pemadaman,” kata Saleh ketika ditemui di kediamannya di Jalan Sam Ratulangi, Jumat (9/11).

Menurutnya, pihak Pertamina bisa memperkirakan kuota pemakaian PLN dalam sehari dan bisa di ukir dengan stok yang ada agar masyarakat tidak dirugikan dengan adanya pemada bergilir.

“Agen ini punya data untuk setiap kuota untuk PLN,”  katanya.

Apabila kejadian ini berlanjut sampai beberapa waktu kedepan pihak DPRD akan memanggil pihak PLN dan Jobber Timika untuk meminta penjelasan apa penyebabnya sehingga ada solusi dari permasalahan yang terjadi.

“Jadi kami akan memanggil tapi sekian tahun kita aman-aman saja. Atau kah penambahan kendaraan atau penambahan armada laut sehingga stok solar untuk PLN tidak berkurang,” tegasnya. (a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.