102  Atlet Tinju Bertarung di Kejurda Pertina

FOTO: Indri/TimeX
TABUH – Eltinus Omaleng Bupati Mimika menabuh tifa bersama dengan panitia dan pengurus Pertina dan undangan pada pembukaan Kejurda Tinju di Mimika Sport Compleks, Rabu (21/11).

TINJU – Dua orang atlet tinju pada eksibisi pembukaan Kejurda.

TIMIKA,TimeX

102 atlet tinju dari 27 kabupaten/kota dan se-Provinsi Papua ikut bertarung dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Persatuan Tinju  Amatir Indonesia (Pertina) diselengarakan di Stadion Mimika Sport Compleks,  Jalan Poros Wonosari Jaya, SP 5.

Rencananya kegiatan ini berlangsung selama seminggu, terhitung 21-28 November mendantang. Sebanyak 18 kelas yang dipertandingkan dalam Kejurda kali ini, 10 diantaranya kelas putra dan 10 kelas putri,  usia 17-25 tahun.

Pada eksibisi dibuka oleh Eltinus Omaleng, Bupati Kabupaten Mimika. Turut menyaksikan para atlet dari 27 kabupaten kota, yaitu Kota Madya Jayapura, Nabire, Kota Kabupaten, Paniai, Tolikara, Yalimo, Bovendigoel, Jayapura, Puncak, Biak Numfor, Puncak Jaya, Deiyai, Jayawijaya, Lani Jaya, Mappi, Memberamo Tengah, Sarmi, Nduga, Supiori, Merauke, Yahukimo, Waropen, Kabupaten Asmat, Yapen, Intan Jaya, Memberamo Raya, dan Mimika.

Pembukaan Kejurda Rabu (21/11) di MSC, ditandai dengan menabuh tifa oleh Eltinus Omaleng sekaligus dilakukan penyerahan sertifikat kepada seluruh wasit, hakim dan juri. Disusul pembacaan janji atlit, wasit, hakim dan juri.

Dalam sambutan Eltinus mengatakan dengan digelarnya Kejurda di Mimika ini diharapkan mengangkat kembali tinju di masyarakat, secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk bisa mencintai cabang olahraga ini.

“Kita berharap dengan Kejurda ini bisa lahir bibit-bibit tinju yang baru, dengan bibit baru ini bisa terus mengangakat nama Pertina di Papua, sehingga diharapkan melalui Pertina dapat mengharumkan nama Papua dan Indonesia di iven-iven selanjutnya,” harap Eltinus.

Di samping itu, Kejurda ini sebagai pemicu semanggat bagi para atlet untuk siap mengahadapi pertandingan saat PON XX tahun 2020 nanti.

Bahkan menurut bupati, PON ini merupakan batu loncatan bagi Papua,  khususnya Mimika.

“Melalui PON kita bisa memperkenalkan kepada dunia potensi yang kita miliki, entah sumber daya alamnya, kita harus memulai dari hal-hal kecil, karena hal-hal besar berawal dari hal yang kecil,“ katanya.

Selain itu kata dia, dengan adanya Kejurda inilah sebagai bentuk tindaklanjut peningkatan atlet di setiap kabupaten kota se-Provinsi Papua.

“Saya beraharap para atlet ini bisa memimpin pertandingan dengan benar, mampu membawa pertandingan ini dengan baik, dan semua atlet bisa menjujung sportivitas, sehingga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.

Panitia pelaksana Kejurda Tinju Elite Man dan Women se Provinsi Papua di Kabupaten Mimika, Johannes Rettob S. Sos.,M.M mengatakan, dengan adanya Kejurada ini diharapkan dapat mengangat semanggat para kaula muda dalam meraih prestasi tinju.

Menurutnya tinju telah kembali dibangkitkan melalui Kejurda, pasalnya tinju sempat vakum, namun yang  kini menjadi fokus utama dari Pertina ialah membentuk karakter serta atlet prestasi di PON XX tahun 2020 nanti, hal itu merupakan sasaran utama dari Pertina.

“Kabupaten Mappi, Gunung dan Bintang dinyatakan tidak hadir karena kesulitan transportasi. Pertandingan pada Kejurda ini juga menjadi momen pertama untuk menggunakan  teknis baru yang diterapkan oleh Internasional Boxing Association (IBA). Sehingga  dari setiap hakim dan para wasit yang dapat memimpin Kejurda ataupun PON XX nanti harus yang memiliki sertifikasi,” jelasnya.

“Mudah-mudahan kita bisa melihat potensi baru , untuk nanti pada Desember mendatang para atlet tinju se-kabupaten/kota akan ikut Kejurda di Lampung,” tambahnya.

Selain untuk menemukan atlit tinju, Kejurda ini juga digelar untuk menyaring wasit, hakim dan  juri tinju berkualitas di Provinsi Papua, sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON tahun 2020 mendatang.

“Kejurda tinju ini sekaligus sebagai pembuka penggunaan MSC sejak dibangun pada tahun 2013 lalu. Karena itu, perlu diberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia yang telah membangun sebagai bentuk dukungan pengembangan pembangunan di Mimika,” katanya.

Sementara itu, Septinus Geri Sumpau, Ketua Umum Pengurus Pertina Provinsi Papua menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Mimika, Ketua Pantia Kejurda, Ketua KONI Mimika juga PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Ini adalah saat-saat yang kami tunggu, kami rindu suasana seperti ini, dengan melihat begitu banyak kontingen tinju dari 27 kabupaten/kota, saya sangat salut dengan semanggat para atlet, tentu saya berharap dengan Kejurda ini menjadi momen menyatukan para atlet seluruh Papua,” harapnya.

Lanjutnya, setelah pelaksanan PON IX di Jawa Barat, Pertina nyaris tak terdengar lagi, maka melalui Kejurda, ini sebagai salah satu ajang untuk mendapatkan wasit yang mempunyai potensi. (a30).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.