You: Saya Masih Sekda Mimika

TIMIKA,TimeX

Ausilius You, S.Pd.MM.MH menegaskan dirinya masih tetap menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika hingga hari ini. Bahkan, mantan Karetaker  Bupati Mimika ini menilai proses pergantian jabatan Sekda Mimika yang dilakukan Bupati Eltinus Omaleng, Kamis (22/11)  tidak sesuai mekanisme dan menyalahi aturan yang berlaku.

Sekda You saat memberikan keterangan pers di kediamannya, Kamis (22/11),    menjelaskan per

Foto: Ricky/TimeX
Ausilius You, S. Pd. MM.MH

gantian jabatan Sekda merupakan kewenangan pimpinan daerah dalam hal ini bupati, tapi tidak mengesampingkan proses seleksi dan aturan yang berlaku melalui pembentukan tim seleksi yang diikuti pejabat setempat yang memenuhi kriteria.

“Saya juga masih termasuk dalam seleksi Sekda nanti. Ini berarti saya masih menjabat sampai dengan adanya hasil seleksi. Jadi saya katakan bahwa saya masih Sekda Mimika, karena bupati ganti saya tanpa memperhitungkan masa jabatan saat saya dinonaktifkan dan diganti dengan Alfred Douw pada 9 Juni 2016. Apalagi saat mereka resmikan pergantian tanpa kehadiran saya. Mereka lantik siapa?, karena saya tidak ada di tempat,” tegas You kepada awak media.

Terkait masa jabatan lima tahun, You menjelaskan bahwa ia menjabat sebagai Sekda Mimika setelah dilantik 11 Oktober 2013 lalu, maka baru hitungan lima tahun adalah tanggal 3 Oktober 2018.

Namun, selama masa tugasnya sebagai Sekda Mimika, You sempat dinonaktifkan oleh Bupati Mimika selama 1 tahun 2 bulan, maka masa jabatan efektif yang dijalankannya baru 3 tahun 8 tahun, bukan lima tahun.

“Berarti kalau sekarang bupati mau seleksi jabatan Sekda, maka harus menunggu satu tahun dua bulan lagi, sesuai waktu saya dinonaktifkan. Saya minta kalau memang bupati mau berhentikan saya, maka harus melalui seleksi bukan dengan cara saya harus dipindahkan ke eselon IIB. Karena saya tidak mempunyai kesalahan,” tegasnya.

Ia pun meminta bupati bisa melakukan pergantian pejabat berdasarkan prosedur yang benar. Sebab, ketika menduduki jabatan Sekda Mimika, ini melalui prosedur seleksi yang ketat tanpa ditunjuk dan tidak ada pejabat pelaksana tugas (Plt) atau pelaksana harian (Plh).

“Jadi saya harap pemberhentian saya harus melalui mekanisme yang baik dan benar. Waktu bupati ajukan usulan pergantian Sekda dan disetujui oleh Kemendagri  dan Gubernur Papua, tetap harus disampaikan kepada saya,” ujarnya.

You menambahkan, pengajuan yang disampaikan bupati terkait pergantian Sekda hanya mecantumkan alasan bahwa dirinya telah menjabat selama 5 tahun, dengan tidak memperhitungkan penonaktifannya selama 1 tahun 2 bulan.

“Jabatan saya tidak bisa diturunkan. Bisa saja turun kalau saya pernah lakukan pelanggaran hukum berat dan kesalahan lain yang melanggar jabatan,” jelasnya.

Dikatakan pula, pergantian jabatan Sekda tidak bisa dilakukan melalui mutasi antar pejabat tinggi pratama yang menjabat sebagai kepala dinas atau kepala badan.

Karena dalam ketentuan  pasal 95 ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah menyebutkan bahwa jabatan Sekda setingkat dengan pejabat golongan IIA sekaligus salah satu pejabat golongan IIA di kabupaten/kota.

Karenanya, jika jabatan  Sekda  dipindahkan ke jabatan yang lain, maka itu tidak termasuk mutasi.

Lebih lanjut katanya, sebagaimana dimaksud pada pasal 132 PP nomor 11 tahun 2017 bahwa demosi atau penurunan jabatan Sekda tidak bisa diturunkan eselonnya, baik menjadi staf ahli, asisten, kepala dinas ataupun kepala badan.

Dijelaskannya, mekanisme penurunan jabatan atau penempatan jabatan setingkat lebih rendah, itu diatur dalam ketentuan pasal 118 Undang-Undang  nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bahwa seseorang pejabat pimpinan tinggi dapat ditempatkan pada jabatan pejabat setingkat lebih rendah melalui penilaian kinerja.

Adapun penilaian kinerja dilakukan dalam kurun waktu satu tahun, kemudian diberikan kesempatan selama enam bulan untuk memperbaiki kinerja.

Jika selama masa itu tidak menunjukan perbaikan kinerja, selanjutnya dilakukan uji kompetensi untuk menentukan pejabat terkait apakah harus dimutasi atau didemosi.

“Apabila saya harus diturunkan maka harus melalui seleksi. Dalam seleksi itu jika saya dinyatakan tidak berkompotensi, maka tetap diberikan kesempatan enam bulan untuk saya lakukan perbaikan. Setelah kompotensi saya tidak mencapai apa yang diuji, maka akan diturunkan eselon satu tingkat,” tukasnya. (a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.