Tim Volly Lelemuku dan Blackaro Juara Turnamen Lemasa

Foto: Ricky

Cap foto: Tim Volly Lelemuku foto bersama usai menjuarai turnamen voli dalam rangka HUT Lemasa ke-22 di Lapangan Graha Eme Neme Yauware, Minggu (25/11).

 

TIMIKA, TimeX

Tim bola voli putra Lelemuku dan tim bola voli putri Blackaro sukses menjuarai ajang turnamen dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lemasa ke-22, Minggu (25/11).

Gelar tersebut diraih pada partai puncak final di lapangan voli Graha Eme Neme Yauware, yang disaksikan ribuan pasang mata Minggu petang kemarin.

Kemenangan tim Lelemuku asal Tanimbar memunculkan sukacita yang sudah sangat lama dinantikan, setelah mengalahkan tim voli Kamorawe  dengan tiga set langsung.

Dari turnamen tersebut sebagaimana pantauan Timika eXpress, sejak pluit pertandingan dibunyikan, tim Lelemuku langsung mendominasi permainan dengan hasil akhir set pertama 25-23 untuk kemenangan tim Lelemuku.

Memasuki set kedua, tim Lelemuku terus menjaga performa permainan dan kembali menang dengan skor 25-19.

Dibawah asukan Karel Wotunwatik yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Tanimber, keenaman Lelemuku terus berusaha mematahkan serangan lawan, hingga akhirnya menutup kemenangan tiga set langsung dengan skor 25-23.

Dengan hasil ini, tim Lelemuku memastikan diri bertengger di puncak, disusul tim Kamorawe, dan STIKIP Hermon diposisi ketiga.

Sedangkan tim voli putri Blackaro menjadi juru kunci disusul tim voli putri Mee, dan tim voli Meepago di posisi ketiga.

Dari hasil ini, kepada masing-masing tim yang keluar sebgaai juara langsung menerima hadiah berupa uang pembinaan dengan nominal sesuai level juara.

“Tim voli putra-putri juata satu mendapat uang pembinaan Rp10 juta, juata kedua masing-masing Rp7 juta dan Rp5 juta untuk posisi ketiga.

Dari hasil yang diraih tim Lelemuku, Karel Wotunwetik kepada Timika eXpress usai pertandingan mengatakan, permainan yang ditampilkan tim Lelemuku merupakan pencapaian yang luar biasa pada turnamen HUT Lemasa ke-22.

“Kami sangat bangga karena kerukunan keluarga Tanimbar di Mimika jarang mengikuti berbagai even-even olahraga. Selain prestasi kegiatan ini juga sebagai momen merangkul seluruh warga Tanimbar di Mimika,” ujarnya.

Ia tidak menampik bahwa tim voli Lelemuku telah lama ada, hanya saja jarang mengikuti turnamen karena memang tidak intens bergulir di Mimika.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Lemasa yang telah menyelenggarakan even ini. Ini juga bisa jadi ajang pencarian bibit muda berprestasi  jelang PON 2020. Kami bangga karena mereka yang main atas nama kerukunan bisa menghimpun warga Tanimbar di Timika,” tambah Karel.

Disisi lain, dengan adanya event-event seperti ini kerukunan keluarga besar tanimbar yang ada di Diharapkannya, melalui turnamen, warga Tanimbar di Mimika bisa terlibat dalam pembangunan olahraga di tanah Amungsa, dan bisa menyumbangkan pemain untuk mewakili daerha ini, baik di ringkat provinsi, nasional maupun internasional.

Ia menambahkan, sebelum ke partai final, tim Lelemuku berhasil mengalahkan tim voli Amor, Kavaleri, dan tim Kamorawe, serta empat tim lain yang jadi rival Lelemuku dinyatakan walk out  (WO).

 

 

Turnamen Resmi Ditutup

Setelah mempertandingkan partai final, maka seluruh rangkaian turnamen voli dalam rangka HUT Lemasa ke-22 resmi ditutup.

Ketua panitia turnamen voli, Hendrik Wakum,SE mengatakan, gelar pertandingan sejak awal hingga akhir berjalan aman dan lancar karena adanya campur tangan Tuhan.

Selain itu, sportivitas dari semua tim yang terlibat, baik pemain, official hingga penonton, semuanya menjunjung tinggi sportivitas.

“Ini semua juga tidak terlepas dari peran sentral PBVSI Mimika sebagai induk organisasi yang menaungi cabang olahraga voli di Timika. Terima kasih banyak karena selama 17 hari turnamen yang diikuti 26 tim voli putra dan 20 tim putri, semuanya berjalan aman dan lancar,” tandas Hendrik.

Sementara itu, mewakili Direktur Lemasa, Rimi Dolame dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi turnamen tersebut mengatakan, turnamen voli yang dilaksanakan Lemasa dalam rangka Lemasa ke-22 ini tujuannya untuk mempererat dan mempersatukan masyarakat melalui olahraga.

Sebab kata dia, seluruh masyarakat mulai dari Sabang sampai Merauke yang berdomisili di Mimika merupakan masyarakat Amungsa.

“Kami yang ada disini adalah warga Amungsa sehingga ke depan kami bisa mengenal satu dengan yang lain dalam semboyan Eme Neme Yauware,” tukas Rimi. (a32)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.