Bertemu Bupati, Guru SMA/SMK Batal Boikot US

FOTO:TANTO/TIMEX

 PERTEMUAN-Perwakilan Kepala Sekolah SMA/SMK saat pertemuan di SMK Petra usai bertemu Bupati Mimika, Senin kemarin.

 

“Saya akan pecat guru yang lakukan demo”

 

TIMIKA,TimeX

Sebanyak 43 Kepala SMA/SMK di Mimika akhirnya sepakat membatalkan rencana boikot Ujian Semester (US) untuk menuntut pembayaran hak-hak mereka setelah bertemu dengan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Senin (26/11).

Dibawah komando Ketua Musawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  Mimika, Jhon Lemauk, 1.065 guru yang tesebar di 43 SMA/SMK mengurunkan niatnya memboikot US mulai Selasa (27/11) hari ini setelah  mendapat penjelasan langsung dari Bupati Mimika di Graha Eme Neme Yauware.

Bupati Mimika waktu itu memastikan seluruh hak guru honorer sesuai pembicarannya dengan Gubernur Papua, akan dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Hanya saja, syarat pembayaran insentif, Uang Lauk-Pauk dan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) hanya dibayarkan kepada guru-guru honorer yang memiliki SK Bupati.

Untuk itu, orang nomor satu di Mimika meminta kepada 43 Kepsek SMA/SMK segera memasukan data 761 guru honorer yang belum memiliki SK Bupati untuk diproses Badan Kepegawaian Daerah guna penerbitan SK Bupati sehingga bisa mendapatkan hak-haknya.

Sedangkan jumlah 304 guru  SMA/SMK status Aparatur Sipil Negara (ASN) telah ada kesepakatan dengan gubernur, pembayaran hak-haknya menjadi tanggung jawab Pemprov Papua.

Dari adanya kebijakan dan kepastian pembayaran hak-hak 1.065 guru SMA/SMK, maka Bupati berharap jangan ada lagi aksi demo.

“Saya akan pesat guru yang lakukan demo, masalah ini sudah jelas, Pemkab Mimika bayar hak guru-guru honorer  dengan dasar SK Bupati, sedangkan guru-guru status ASN silahkan minta haknya ke Jayapura.

Demikian ditegaskannya saat memimpin apel pagi di Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan SP3 kemarin.

Sebelumnya, Bupati Mimika Eltinus Omaleng menyatakan hanya akan membayar insentif guru honor yang mengantongi SK Bupati.

Sedangkan guru berstatus ASN dan guru honor yang diangkat yayasan diminta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi.

Mendapat jawaban memuaskan bupati yang dinanti selama ini, Ketua MKKS, Jhon Lemauk menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemkab Mimika, khususnya bupati, karena memberi jawaban pasti atas perjuangan dan tuntutan guru-guru SMA/SMK yang sudah 11 bulan berjalan

“Karena sudah ada jawaban pasti langsung dari bupati, jadi saya gelar pertemuan ini, untuk batalkan rencana boikot ujian semester besok (hari ini-Red),” kata Jhon saat jumpa pers di Sekretariat Formi, SMK Petra, Senin kemarin.

Dari permintaan bupati agar 43 kepala sekolah SMA/SMK segera memasukan data guru honorer guna penerbitan SK Bupati sehingga hak-hak nya bisa diterima, maka data-data guru honorer dipastikannya tadi malam akan diantar langsung ke bupati.

“Malam ini juga kami antar data guru-guru honorer, dengan harapan insentif guru-guru honorer  dibayarkan Pemkab Mimika tahun ini karena masih momen hari guru,” harap Jhon.

Pasalnya, pembayaran hak berupa insentif ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada ratusan guru honorer yang selama ini sudah mengabdikan dirinya mendidik dan mencerdaskan anak-anak Mimika.

Selain itu, Anggota DPRD Mimika, Nurman Karupukaro berharap adanya keputusan Pemkab Mimika dan Pemprov Papua, maka telah ada kepastian pembayaran hak guru-guru  honorer.

“Kami harapkan dibayarkan dalam waktu dekat, dan guru-guru SMA/SMK tidak perlu lagi melakukan desakan, apalagi aksi demo. Kita harus sama-sama bijaksana sikapi situasi ini, dan jangan korbankan anak-anak didik kita,” tandasnya. (a30/tan/a32)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.