Rayakan HUT LEMASA ke-22, Odizeus Ajak Warga Mimika Hidup Bertoleransi

Foto: Yosefina/TimeX

MEMOTONG KUE – Dari kiri ke kanan, Odizeus Beanal, Ketua LEMASA, Don Kum, Amungme Naisorei, Marthen Paiding mewakili Bupati Mimika dan Bertha Beanal, perwakilan kaum perempuan Amungme memotong kue ulang tahun secara bersama dalam perayaan HUT LEMASA ke-22 di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (30/11).

 

TIMIKA,TimeX

Odizeus Beanal, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengajak seluruh lapisan masyarakat Mimika dari berbagai suku, adat dan agama untuk hidup bertoleransi dalam kemajemukan.

“LEMASA ingin mengajak saudara-saudari, seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika untuk menjadi agen perubahaan, duta damai, menjadi pribadi yang bijaksana serta toleransi dalam melihat perbedaan dan kemajemukan,” aja Odizeus dalam sambutannya saat perayaan HUT LEMASA ke-22 di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (30/11) malam.

Ajakan hidup toleransi dalam kemajemukan oleh putra Thom Beanal pendiri LEMASA ini sejalan dengan tema HUT LEMASA ke 22, “Rumah Kami Adalah Dunia Kita”.

Pria berkaca mata itu menegaskan makna dalam tema ini, lembaga yang didirikanThom Beanal dan beberapa pimpinan masyarakat Amungme, ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat Suku Amungme sebagai tuan rumah dan tuan tanah di Amungsa.

“Suku Amungme membuka diri terhadap semua suku bangsa yang ingin datang ke Amungsa untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga mereka. Namun kami akan tersinggung dan marah jika tamu yang datang dengan tujuan merampas tanah kami, membunuh keluarga kami dan menghancurkan rumah kami dengan aksi premanisme, begal dan perang suku,” tegas Odizeus.

Perayaan HUT LEMASA kali ini berlangsung sangat meriah, selain dihadiri masyarakat Amungme juga masyarakat dari suku-suku lain baik suku-suku asli Papua maupun non Papua.

Acara dikemas dengan sangat menarik mulai perarakan Odizeus Beanal, B.Sc bersama Don Kum, Amungme Naisorei dan sejumlah pengurus LEMASA diiringi tari-tarian saat memasuki Graha Eme Neme Yauware, hingga akhir acara ditutup dengan hiburan oleh Artis Nowela, Grup Band Papua Original dan komedian Dodi dan Cello “Epen Cupen”.

Selin itu tamu undangan yang hadir dihibur juga dengan permainan tup, tarian waitak dan drama again jigiwin serta In Alogowin.

Peranus Kum, Staf LEMASA sebagai narator menjelaskan bahwa permainan tup menjelaskan tarian tersebut merupakan tarian pemuda-pemudi Amunge dalam bersosialisasi. Tarian tersebut biasa diperankan dalam sejumlah perayaan.

Sementara drama again jigiwin menceritakan tentang kebiasaan orang Amungme menyalahkan api secara tradisional tanpa bantuan korek api.

Selanjutnya drama in alogowin mengisahkan penyelesaian masalah dalam sistem kawin paksa di kalangan masyarakat Suku Amungme.

Berikut tarian waitak yang melambangkan proses perdamain antara pihak laki-laki dan perempuan setelah penyelesaian masalah adat kawin paksa.

Pada puncak perayaan itu ditandai tiup lilin dan potong kue ulang tahun bersama oleh Odizeus Beanal, Ketua LEMASA, Don Kum, Amungme Naisorei, Marthen Paiding mewakili Bupati Mimika dan Bertha Beanal, perwakilan kaum perempuan Amungme.

Menyusul penyerahan hadiah berupa piala dan uang tunai kepada para juara dalam pertandingan futsal dan voli, yang digelar beberapa waktu lalu di Lapangan Irfan Futsal Nawaripi, dan lapangan voli di Graha Eme Neme Yauware dalam memeriahkan HUT LEMASA-ke 22.

Turut hadir juga pada kesempatan itu Philipus Monaweyau, perwakilan dari LEMASKO, Hadi Wiyono dan H, Asri Anjang,  Anggota DPRD Mimika dan mitra LEMASA, Hendrik Kum, Ketua HUT LEMASA, Bertha Beanal, tokoh perempuan dan sejumlah mitra LEMASA. (epy/ozy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.