Fernando dan Tony Harsono Kunjungi Korban Kecelakaan Pesawat Pelita Air

Foto: Ist./TimeX

MENGUNJUNGI – AKBP Fernando Sanches Napitupulu Wadir Reskrim Polda Papua didampingi Kombespol Tony Harsono Dir Reskrimum Polda Papua dan Supervisor Pelita Air mengunjungi korban kecelakaan pesawat Pelita Air di RSMM pada Sabtu (1/12).

 

TIMIKA,TimeX

AKBP Fernando Sanches Napitupulu Wadir Reskrim Polda Papua selaku pelaksana harian (Lakhar) Kapolres Mimika dan Kombespol Tony Harsono Dir Reskrimum Polda Papua dan Supervisor Pelita Air mengunjungi korban kecelakaan Pesawat Udara Pelita Air seri C-GNWU (Pesawat Pengangkut BBM Bersubsidi) di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Sabtu (1/12).

Berdasarkan release Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua diterima media ini, pesawat Pelita Air mengalami kecelakaan di Bandara Aminggaru Omukia Kabupaten Puncak. Korban atas nama Brigpol Jackson Ferdinandus bersama Aipda Irwan selaku pelapor barusan selesai melaksanakan pengamanan pemindahan BBM dari pesawat ke truck pengangkut BBM. Pesawat tersebut telah take off meninggalkan landasan bandara akan tetapi pesawat tersebut tiba-tiba mengarah kembali ke arah landasan dan melakukan manuver dengan cara terbang rendah kira-kira dua meter dari landasan.

Ketika pilot pesawat Matthew Michael Garnet (53) mencoba untuk menaikkan pesawat sambil berbelok kanan tidak diduga sayap kanannya mengenai kepala korban sehingga mengakibatkan luka sobek.

Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Ilegal untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Karena lukanya cukup serius diputuskan dievakuasi ke RSMM guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara Pilot (WNA/AS) masih menjalani pemeriksaan dan dilarang meninggalkan Kabupaten Mimika selama dalam pemeriksaan.

Sesuai rilis ini pula pihak Pelita Air telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Pihak manajemennya berjanji akan menanggung semua biaya perobatan. Bahkan pengelola Pelita Air juga akan memberikan keterangan resmi pada Senin 3 Desember 2018.

Sedangkan Kombespol Ahmad Musthofa Kamal Kabid Humas Polda Papua mengatakan pada tanggal 30 November 2018 pihak Airnav dan Perhubungan Udara Bandara Aminggaru telah memberitahukan kepada semua pihak maskapai, bahwa untuk membuka operasional penerbangan di Bandara Udara Aminggaru pada pukul 07.00 WIT. Akan tetapi pesawat Pelita Air telah landing di Bandara Udara Aminggaru pukul 06.15 WIT dan take off dari bandara pukul 06.41 WIT tanpa sepengetahuan dari pihak Airnav maupun Perhubungan Udara Bandara Aminggaru Kabupaten Puncak. Dalam kasus ini penyidik Polri menjerat pilot dengan pasal 359 KUHP karena kelalaiannya. (tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.