Kampung Akone Tuntut Pemekaran

????????????????????????????????????

Foto: Ricky/TimeX

FOTO BERSAMA-Anggota DPRD Mimika dari Partai PBB Thadeus Kwalik foto bersama warga kampung Akone, Distrik Iwaka, Minggu (2/12).

==================

 

TIMIKA, TimeX

Warga kampung Akone Distrik Iwaka, meminta pemekaran kampong. Hal ini disampaikan warga, pada momen kunjungan Anggota DPRD Mimika pada masa reses akhir Tahun 2018. Pasalnya, selama ini perhatian Pemerintah belum menyentuh langsung kepada mereka, seperti yang disampaikan oleh Tokoh Perempuan kampung Akone Sabina Tayaro.

Menurutnya, dibentuknya satu kampung sendiri merupakan salah satu bentuk kekecewaan masyarakat akibat anggaran yang dikucurkan tidak tepat sasaran.

Oleh karena itu, dirinya meminta adanya program pemeritah yang masuk ke kampung Akone.

“Kami bentuk satu kampung karena kami kecewa tidak merasakan adanya pembangunan, anggaran banyak tapi kami tidak merasakan pembangunan,” kata Sabina, saat menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPRD Mimika, Minggu (2/12).

Kampung yang jumlah KK-nya mencapai 40 itu mengeluhkan banyaknya kekurangan yang perlu di benahi dan perhatian pemerintah seperti transportasi warga, perumahan dan penerangan dan sebagainya.

Ia mengungkap untuk menjual hasil pertanian, warga kampung Akone harus berjalan kaki sejauh 7 kilo meter untuk mendapatkan transportasi seperti taksi. Ia mengakui ada jasa ojek yang digunakan hanya saja biaya yang dikeluarkan terbilang mahal.

“Kalau kita punya hasil pertanian itu kita bawa ke pasar sentral dan kami juga minta akses transportasi yang masuk ke kampung sini supaya kami tidak setengah mati menjual barang,” ungkapnya.

Sementara itu terkait aspirasi dari warga kampung Akone, Anggota DPRD Mimika Thadeus Kwalik menilai, untuk mendirikan kampung Akone, sudah memenuhi syarat baik jumlah KK maupun luas wilayah, sehingga dirinya akan memperjuangkan aspirasi tersebut pada tahun depan agar masyarat bisa merasakan pembangunan.

Aspirasi tersebut telah diusulkan namun hingga mau berakhir masa sebagai anggota DPRD Mimika belum juga terealisasi.

“Jadi berdasarkan aturan itu 5 kilo meter dan sudah mencukupi ada masyarakat Kamoro dan Amungme ada 40 rumah, jadi sudah pernah usulkan tapi tidak pernah terealisasi,” ungkapnya. (a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.