Pimpinan MNU Peringati Maulid dan Pelantikan Pengurus Ranting

“Semakin cerdas perempuannya semakin cerdas dan semangat ibunya dan semakin nyaman bapaknya. Hanya perempuan baik yang mampu melahirkan generasi baik, hanya perempuan hebat yang mampu melahirkan generasi hebat, hanya perempuan yang cerdas yang mampu melahirkan generasi cerdas. Kalau ibunya lebay pasti anaknya alay. Perempuan tanpa laki-laki tidak serasi dan laki-laki tanpa perempuan akan sepi”

TIMIKA,TimeX

Muslimat NU Kabupaten Mimika menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah.

Foto: Santi/TimeX
 FOTO BERSAMA – Dra. HJ. Yati Priyati Penceramah, Peggy Pratricia Pattipi Penasehat Muslimat NU foto bersama usai Pelantikan Ranting Muslimat NU 7 Kampung, di Gedung Fi Zalika, Senin (3/12).

Kegiatan yang digelar di Gedung Fi Zalika, Senin (3/12), dirangkaikan dengan pelantikan tujuh pengurus Ranting Muslimat NU periode 2018-2023 yakni ranting Kadun Jaya KM 10, Karang Senang SP 3, Desa Wonosari Jaya, Timika Jaya SP 2, Limau Asri SP 5, Kamoro Jaya SP 1, dan ranting Wangirja SP 9.

Dihadiri, Dra. Hj Yati Priyati, M.Ag sebagai penceramah, kegiatan tersebut mengusung tema “Marilah Kita Teladani Perjuangan Rosulullah SAW Dalam Menengakkan Agama Allah SWT”.

Hj Ait Bahagiawati, S.Pd., MM, Ketua Dewan Pimpinan Cabang NU dalam sambutannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini umat muslim harus mengikuti, meneladani bagaimana sikap terjang daripada kehidupan Rasulullah dan kepada ibu-ibu yang sudah dilantik ini untuk harus siap bekerja dan melayani umat serta menjaga umat.

“Kita harus percaya diri dan tidak usah malu-malu dan diharapkan kepada seluruh kader Muslimat NU harus mengadakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ait mengatakan, dengan terbentuknya kepengurusan ranting Muslimat di tujuh kampung, diharapkan kegiatan Muslimat akan lebih aktif dan terorganisir lagi.

Sementara, Dra. Hj Yati Priyati, M.Ag dalam tausiahnya mengatakan, ada sekelompok orang memarginalkan perempuan persis dan mirip pada masa jahiliah sebelum Rosulullah datang diutus. Meskipun Rosulullah sudah meninggalkan umat manusia tetapi perlakuan diskriminasi terhadap perempuan masih sangat kental.

“Semakin cerdas perempuannya semakin cerdas dan semangat ibunya dan semakin nyaman bapaknya. Hanya perempuan baik yang mampu melahirkan generasi baik, hanya perempuan hebat yang mampu melahirkan generasi hebat, hanya perempuan yang cerdas yang mampu melahirkan generasi cerdas. Kalau ibunya lebay pasti anaknya alay. Perempuan tanpa laki-laki tidak serasi dan laki-laki tanpa perempuan akan sepi,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.