24 Korban Penembakan KKB Belum Berhasil Dievakuasi

FOTO:ISTIMEWA/TIMEX

KELUARGA KORBAN-Sejumlah keluarga korban mendatangi Makodim 1702 Jayawijaya untuk mempertanyakan nasib keluarga mereka dari tindakan KKB.

  

>>Satu Tentara Tewas Saat Pos TNI Diserang

JAYAPURA, TimeX

Aparat keamanan TNI dan Polri saat ini belum berhasil mengevakuasi 24 korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua.

Salah satu karyawan PT. Istaka yang selamat dalam insiden di Distrik Yall memastikan 19 orang rekannya tewas dibunuh KKB pada Minggu (2/12).
Kepastian tersebut diungkapkan Aritonang, salah satu karyawan PT. Istaka yang selamat dan berhasil melarikan diri ke Mbua dengan berlari.
Saat ini korban (Aritonang) sudah berada di Wamena, kata Sianipar kepada Antara, di Jayapura, Selasa malam.
Dia mengatakan, untuk memastikan berapa banyak korban yang tewas dibunuh KKB pihaknya masih menunggu evakuasi jenazah korban yang akan dilakukan Rabu (5/12).
Pasukan TNI/Polri saat ini masih berada di Mbua dan telah mengevakuasi 12 orang warga sipil, termasuk karyawan PT. Istaka yang lari ke Mbua saat pembunuhan berlangsung.
Sejumlah 12 orang itu termasuk guru dan petugas medis yang selama ini bertugas di Mbua, ujar Sianipar melalui telepon selular seraya menambahkan, dievakuasinya warga sipil guna mengantisipasi serangan balik KKB.

Evakuasi belum dapat dilakukan karena faktor cuaca sehingga aparat keamanan saat ini dipusatkan di Mbua, kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal kepada Antara, di Jayapura, Selasa.
Dia mengatakan, banyak pertimbangan sehingga evakuasi belum dapat dilakukan.
Walaupun demikian, tercatat empat orang dari Mbua sudah dievakuasi ke Wamena, termasuk dua karyawan PT. Istaka yaitu Martinus Sampe yang mengalami luka tembak dikaki kiri, sedangkan Jefrianto terluka tembak dibagian pelipis kiri.
Sedangkan dua orang lainnya yakni Irwanto pekerja dibidang telekomunikasi dan John petugas Puskemas Mbua tidak mengalami luka-luka, ungkap Kamal.

Sementara itu GM Telkomsel Papua Ismu Widodo secara terpisah mengatakan, Irwanto merupakan karyawan USO yang merupakan proyek pemerintah dibidang telekomunikasi yang membangun di daerah tertinggal dan terluar.

 

 

Satu Tentara Tewas

Sementara itu, satu anggota TNI dari Yonif 755 Kostrad dilaporkan tewas akibat serangan yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) terhadap Pos TNI Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12) sekitar jam 18.30 WIT.
“Memang betul ada laporan tentang penyerangan terhadap Pos TNI di Mbua yang dijaga anggota Yonif 755. Yang diserang KKSB hingga menewaskan satu anggota TNI,” kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, kepada Antara di Jayapura, Selasa.
Namun, Letkol Dax belum mau menyebut identitas anggota TNI yang tewas terkena peluru KKSB itu.
Dia mengatakan kini pos tersebut sudah diperkuat setelah pasukan gabungan TNI/Polri dari Wamena tiba.
Belum diketahui secara pasti, namun diduga pos TNI Mbua diserang KKSB yang saat itu sedang mengejar dua orang pekerja jembatan di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang kabur ke Distrik Mbua.

Pada Minggu (2/12) dilaporkan KKSB menyerang dan membunuh puluhan karyawan PT Istaka yang sedang membangun jembatan pada ruas jalan Trans Papua, di Yall.

Sementara itu, pihak Kodam XVII/Cenderawasih tengah mendalami guna memastikan informasi bahwa ada satu anggota TNI yang gugur di Kabupaten Nduga karena diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi ketika dikonfirmasi dari Kota Jayapura, Selasa, mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan kembali terkait informasi ataupun kabar bahwa ada anggota TNI yang gugur.
“Inikan berita itu juga masih sifatnya simpang siur, ada masyarakat laporan melalui telepon satelit. Tapi ketika kami hendak konfirmasi ulang telepon tersebut tidak bisa dihubungi lagi,” ungkapnya.
Sementara personel TNI yang bertugas di Mbua, Kabupaten Nduga, kata dia, juga tidak bisa dihubungi karena masalah akses komunikasi yang tidak memadai.
“Dan anggota kami yang ada di sana juga tidak bisa dihubungi. Ini sedang kami dalami, kami cek,” ujarnya.

 

 

 

153 Personil TNI/Polri Kejar KKB

Dari peristiwa heroik tersebut, sebanyak 153 personel gabungan TNI dan Polri melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Auruk, di Kabupaten Nduga, Papua.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menambahkan, Selasa pagi kemarin personel gabungan sebanyak itu menggunakan tiga unit kendaraan dan telah sampai di Distrik Mbua yang merupakan distrik terdekat dengan lokasi peristiwa.
“Tadi pagi (kemarin) tim gabungan TNI dan Polri itu berangkat pada pukul 06.30 WIT dan diinformasikan bahwa telah sampai di Mbua, mereka akan berjalan darat ke lokasi peristiwa di Yigi dengan berjalan kaki, kira-kira lama perjalanannya dua jam,” ungkapnya.
Di Distrik Mbua, ungkap Kamal, tim gabungan TNI dan Polri telah bertemu dengan empat orang pekerja yang berjalan kaki dan berhasil melarikan diri.
Berdasarkan keterangan dari empat orang tersebut, bahwa pos TNI yang berada di Distrik Mbua telah hancur diserang dan satu anggota TNI meninggal dunia yang dilakukan oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.
“Kelompok KKB saat melakukan penyerangan terhadap Pos TNI dengan dukungan masyarakat kurang lebih sebanyak 250 orang. Sementara ke empat masyarakat yang berhasil meloloskan diri tersebut sedang di evakuasi ke Wamena dan tim medis sudah menjemput di sekitar Habema,” tuturnya.
Sementara itu, sejumlah sanak saudara yang merupakan keluarga korban penembakan yang dilakukan oleh KKB di Kabupaten Nduga, mendatangi Markas Kodim 1702/Jayawijaya untuk menunggu jenazah.
Sekitar 90-an warga itu diizinkan masuk ke Halaman Kodim 1702/Jayawijaya oleh aparat TNI yang berjaga di pintu masuk Makodim, Selasa.

Kronologi Kejadiannya

Kabar ini bermula pada hari Senin (3/12) sekitar Pukul 15.30 WIT, dari informasi Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 tukang pada Minggu (2/12).

Kemudian Senin (3/12) malam sekitar pukul 18.30 WIT menyerang Pos TNI Mbua hingga menewaskan satu anggota TNI.

Dari laporan tersebut, terungkap dua pekerja melarikan diri dan selamat, dan kini berada di Distrik Mbua.

Sementara itu, delapan lainnya di Distrik Yal diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga dan dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Minggu (2/12).

Sebelumnya pada hari Sabtu (1/12) sekitar pukul 20.30 WIT, Project Manager PT Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo mendapat telepon dari nomor Koordinator Lapangan PT Istika Karya, Jhoni. Namun Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Jhoni diketahui saat ini sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi, Kali Nigidirik Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Sementara itu informasi dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena, bahwa Tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT, satu mobil Strada dengan supir berinisial MS membawa lima pegawai PT Istaka Karya dan BBM solar menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi, dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Selanjutnya Sabtu (1/12) pukul 02.00 WIT, 2 mobil masing-masing membawa 15 pekerja proyek menuju ke Camp Distrik Yigi.

Minggu (2/12) pukul 20.00 WIT, 1 mobil Strada kembali ke Wamena kemudian Senin (3/12) 1 mobil Strada kembali dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

“Dari informasi bahwa 1 mobil Strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena,” tuturnya.

Mendapat informasi tersebut, Senin (3/12), personel gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi. Saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah 1 mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik, karena jalan diblokir KKB.

Pembunuhan sadir tersebut bermula dari adanya pekerja pembangunan jembatan ketahuan KKB mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/ OPM) oleh KKB tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat salah satu pekerja mengambil foto, hal itu kemudian diketahui oleh kelompok KKB.

Hal itu membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto hingga berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba membenarkan informasi itu. Dikatakannya, kalau salah satu pekerja mengambil foto pada saat kelompok ini melakukan upacara.

 

“Ya. Saya terima informasinya seperti itu. Kalau kelompok KKB ada melakukan upacara dan salah satu dari pekerja tak sengaja melihatnya dan mengambil foto. Itu membuat mereka marah hingga kelompok ini pun membunuh para pekerja yang ada di kamp,” katanya Selasa (4/12).

Disampaikannya, sampai saat ini, informasi yang diterima ada 31 orang pekerja yang dikabarkan meninggal dunia atas ulah kelompok KKB. “Informasinya 24 orang dibunuh di kamp. Lalu ada 8 orang yang sebelumnya berhasil menyelamatkan diri ke salah satu rumah keluarga anggota DPRD setempat.

Kini informasinya 7 orang di antara mereka juga sudah meninggal dunia dan 1 orang berhasil melarikan diri,” katanya. (tan/ant)

 

Daftar  Nama Karyawan  PT Istaka  yang ada di Distrik Yall:

  1. Jhoni Arung
  2. Anugerah
  3. Alpianus
  4. Muh. Agus
  5. Agustinus T
  6. Marthinus Sampe (selamat)
  7. Dirlo
  8. Matius
  9. Emanuel
  10. Calling
  11. Dani
  12. Tariki
  13. Markus Allo
  14. Aris Usi
  15. Muh. Faiz
  16. Yusran
  17. Ayub
  18. Yosafat
  19. M. Ali Akbar
  20. Petrus Ramli
  21. Hardi Ali
  22. Efrandi Hutagaol
  23. Rikki Simanjuntak
  24. Marg Mare

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.