TNI-Polri Temukan 15 Korban Tewas di Nduga

 

FOTO:TANTO/TIMEX
KETERANGAN PERS-Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto saat memberikan keterangan pers.

 


EVAKUASI-Jenazah Serda Handoko saat dievakuasi dari Bandara Mozes Kilangin menuju RSMM menggunakan mobil ambulance, Rabu kemarin.

>>Sudah 28 Warga Dievakuasi, 13 Selamat, 15 Meninggal Dunia
>>Hari Ini Jenazah Serda Handoko Diberangkatkan ke Sorong
TIMIKA, TimeX
Tim gabungan TNI-Polri dalam penyisiran, Rabu (5/12), berhasil menemukan 15 korban tewax di area Puncak Tabo, Distrik Yigi Kabupaten Nduga.
Ke 15 warga tersebut merupakan korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi proyek jembatan Trans Papua di Kali Yigi, Distrik Yigi, Sabtu (2/12) lalu.
Selain menemukan 15 orang yang telah meninggal dunia, tim gabungan TNI-Polri juga menemukan satu orang yang masih hidup dengan kondisi yang sangat lemas di dalam Pos TNI Mbua. Dia adalah Jonny Arung karyawan PT Istaka Karya.
Meskipun sudah menemukan korban yang meninggal dunia di puncak Tabo tersebut, tim gabungan TNI-Polri tidak langsung melakukan evakuasi terhadap korban karena situasi dan kondisi geografis yang tidak memungkinkan.
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhamad Aidi mengatakan, proses evakuasi korban baru akan dilakukan besok pagi menggunakan helikopter ke Timika karena tidak memungkinkan dilakukan evakuasi pada malam hari.
“Evakuasi baru dilakukan besok (hari ini-Red), itu pun jika cuaca mendukung karena cuaca ekstrim berubah-ubah setiap saat,” ujar Kapendam melali rilis yang diterima Timika eXpress tadi malam.
Ditanya soal identitas ke-15 korban yang ditemukan meninggal tersebut, katanya belum semua teridentifikasi.
“Kita belum bisa dipastikan apakah keseluruhan 15 korban tersebut adalah karyawan PT Istaka Karya,” jelasnya.
Dengan demikian, data yang dihimpun menyebutkan selama dua hari penyisiran, tim gabungan TNI-Polri sudah menemukan dan mengevakuasi 28 orang.
“13 orang ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat pada Selasa kemarin, menyusul 15 korban ditemukan meninggal dunia dalam penyisiran Rabu kemarin. Sejauh ini 19 korban penembakan telah ditemukan, terdiri dari 15 korban meninggal dunia, 3 korban luka tembak, satu korban lainnya selamat dan telah dievakuasi pada Selasa (4/12),” tandasnya.
Sebelumnya, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Ari Dono Sukmanto memastikan jumlah korban tewas dari tragedi kemanusiaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi, Distrik Yigi Kabupaten Nduga berjumlah 22 orang.
Dari jumlah tersebut dipastikan 21 orang adalah warga sipil (karyawan PT Istaka Karya) dan 1 lainnya adalah Sersan Dua (Serda) Handoko, prajurit TNI dari Yonif 755 Yalet/Merauke,” kata Wakapolri usai pertemuan tertutup dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Rimba Papua Hotel (RPH) Timika, Rabu (5/12).
Keberhasilan proses evakuasi sebelumnya terhambat karena kondisi geografis medan yang sulit, juga KKB pimpinan Egidius Kogoya masih melakukan penembakan-pembakan.
Adanya serangan dari KKB membuat pasukan gabungan TNI-Polri sempat tertahan saat hendak menjangkau lokasi pembantaian pekerja di area Puncak Tabo, Distrik Yigi.
Bukti adanya gangguan dari KKB pada saat proses evakuasi jenazah Serda Handoko, dimana helikopter yang mengangkut jenazah korban, baling-balingnya ditembak dari arah Puncak Tabo.
Meski begitu, aparat gabungan terus berupaya menyudutkan KKB dengan tembakan balasan agar proses evakuasi korban yang masih berada di lokasi pembantaian sejak Sabtu (1/12) dan Minggu (2/12) lalu segera dilakukan lantaran sudah dinantikan pihak keluarganya.
“Setelah semua korban sudah bisa kita evakuasi keluar, kita bawa ke rumah sakit di sini (Timika) yang fasilitasnya cukup memadai. Bagi korban yang meninggal kita identifikasi, kemudian akan diserahkan ke keluarganya masing-masing,” tutur Ari Dono.
Ia memastikan langkah selanjutnya adalah proses penegakan hukum berupa olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penembakan terhadap 21 pekerja PT Istaka dan anggota TNI, termasuk meminta keterangan dari para saksi korban yang selamat dan berhasil dievakuasi dari tragedi kemanusiaan tersebut.
Katanya pula, pada saat tim gabungan menuju lokasi pembantaian untuk mengevakuasi para korban Rabu pagi kemarin, Bharatu Wahyu (23), salah satu anggota Brimob Polri tertembak.
Bharatu Wahyu mengalami luka tembak di bagian lengan kanan, bahu kiri, dan leher akibat baku tembak dengan KKB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mbua.
Namun, pada Rabu sore kemarin, Helicopter milik TNI AD telah tiba di Kenyam, Kabupaten Nduga untuk evakuasi Bharatu Wahyu (23) dan karyawan telkomsel, Irawan Maulana (22).
Jenderal bintang tiga ini memastikan tidak adanya pengerahan pasukan dalam skala besar untuk mengejar KKB yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Egianus Kogoga selaku Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Ndugama.
Wakapolri juga menampik bahwa sebaran foto-foto atau video korban pembantaian melalui media sosial (medsos) adalah hoax.
“Peristiwa ini murni tindak pidana, pembantaian oleh seseorang atau masyarakat kepada masyarakat sipil hingga anggota TNI yang akan menangani jatuh korban ,” jelasnya.
Jenazah Serda Handoko Diberangkatkan ke Sorong
Sementara itu, jenazah Serda Handoko prajurit TNI dari kesatuan Yonidf 755/Yalet Merauke yang gugur dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Selasa lalu, jenazahnya akan diberangkatkan ke Sorong, Papua Barat hari ini, Kamis (6/12).
Dipastikan pengantar jenazah adalah Kapten Inf. Bayu, Kasipers Brigif 20/IJK dan Pasipers Yonif 755/Yalet.
Jenazah almarhum Serda Handoko yang disemayamkan di Mako Yonif 754/ENK 3 Kostrad sejak Rabu kemarin, akan diberangkatkan pukul 09:30 WIT pagi ini dengan Sriwijaya Air.
Jenazah Serda Handoko yang bertugas di Pos Mbua itu dievakuasi menggunakan helikopter penerbangan TNI-AD dari Pos Kodim di Kenyam, dan tiba di hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika pada Rabu (5/12) sekitar pukul 15:00 WIT.
Bersamaan waktu itu, turut dievakuasi Pratu Sugeng, seorang prajurit yang mengalami luka tembak di bagian lengan.
Setibanya di Timika, jenazah Serda Handoko langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dengan mobil Ambulance Yonif 754/ENK 3 Kostrad untuk dipulasarakan.
Sementara, Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, jenazah Serda Handoko telah diautopsi dokter dari tim medis AD dan ditemukan adanya luka tembak pada bagian punggung.
Untuk diketahui, Serda Handoko ditembak KKB saat berusaha menyelamatkan warga sipil yang saat itu meminta perlindungan diri di pos dimana almarhum bertugas.
Selain itu, Danrem 172/PWY Kolonel Inf. Jonathan Binsar P. Sianipar menambahkan, bahwa proses evakuasi Sersan Handoko yang gugur di Kenyam, Kabupoaten Nduga tidak memungkinkan dievakuasi ke Wamena karena kondisi cuaca berkabut, sehingga dievakuasi ke Timika.
Adapun para pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga itu dibantai pada Sabtu (1/12), menyusul KKB menyerang Pos TNI 755/Yalet, di Distrik Mbua pada Senin (3/12) sekitar pukul 18.30 WIT hingga menewaskan Serda Handoko. (tan/a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.