DKP Rakor Dewan Ketahanan Pangan dan Harga Barang

Foto : Shanty/TimeX

RAKOR-Dewan Ketahanan Pangan foto bersama usai kegiatan Rakor di ruang rapat Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Rabu kemarin.

 

 

“99,99 persen kebutuhan daging ayam dan sapi masih didatangkan dari luar Timika”

 

TIMIKA,TimeX

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan, Ketersediaan dan Harga Barang tahun 2018.

Tujuan dari Rakor tersebut adalah menciptakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi di lingkup kerja dewan ketahanan pangan, maupun antar satuan kerja organisasi di luar dewan ketahanan pangan, guna memastikan ketersediaan barang dan harga barang normal sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan.

Rakor bertajuk coffee morning yang difasilitasi DPK Mimika melibatkan instansi teknis terkait, Bulog Timika, Disperindag, Dinas Pertenakan (Disnak).

Adapun bahasan dari Rakor sehari, Rabu (5/12) membahas tentang isu strategis ketahanan pangan, kontribusi distribusi dan harga pangan, serta kondisi konsumsi dan keamanan pangan di Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang dilangsungkan di ruang rapat DKP Mimika Rabu Kemarin dibuka secara resmi oleh I Nyoman Putu Arka, Asisten III Setda Mimika.

I Nyoman Putu Arka, dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan ketahanan pangan tidak hanya membangun ketahanan pangan tetapi harus dilandasi materi pangan.

Untuk itu, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan, baik dalam pengaturan, pembinaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap keseluruhan sub sistem pangan, yakni ketersediaan, keterjangkauan dan konsumsi pangan.

“Dengan memanfaatkan sumber daya alam dan budaya lokal serta pertanian, maka peningkatan produksi bahan pokok yang strategis dapat dicapai guna meningkatkan pembangunan berkelanjutan secara maksimal,” tutur Nyoman.

Adapun tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan kebijakan dalam rangka mengevaluasi, mengendalikan dan mewujudkan ketahanan pangan.

Mengingat penting dan strategis urusan ketahanan pangan di daerah, khususnya di Kabupaten Mimika maka perlunya sinergitas kerjasama semua pihak termasuk instansi terkait.

Selepas prosesi pembukaan langsung diikuti dengan rapat penyampaian ketersedian barang kebutuhan pangan dari instansi terkait.

Sulaimi selaku Kepala Bulog Timika menerangkan bahwa ketersediaan beras di gudang Dolog Timika ada 1.000 ton.

“Stock beras kami ada 1.000 ton, dan sedang dalam pengengkutan pelayaran dari Makassar ke Timika ada 2.000 ton. Jadi ketersediaan beras sampai akhir Desember mencukupi untuk kebutuhan 4,5 bulan ke depan dari 3.000 ton beras yang ada,” ujarnya.

Sedangkan untuk stock gula pasir di gudang Dolog kini ada 238 ton, ini dipastikan cukup hingga akhir Desember.

Termasuk ketersediaan minyak goreng yang ada saat ini 11.835 liter, juga dipastikan cukup hingga akhir Desember 2018.

Selain ketersediaan pangan, dipastikan pula harga pangan dijamin tidak melonjak.

“Harga gula pasir di pasar sekarang Rp14 ribu perkilogram, tapi yang kami jual Rp12.500.  Begitu pula harga jual minyak goreng Rp13 ribu lebh rendah dari harga pasaran. Termasuk harga jual beras Rp10 ribu dan tepung Rp9 ribu kami jual dibawah harga pasaran,” tandasnya.

Selanjutnya, Liber Manggara, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika mengatakan, terkait kebutuhan dan ketersediaan pangan Bulan November, ini masih dalam proses perhitungan lantaran pihak Disperindag mempunyai data pembanding dengan tahun 2017.

“Kalau untuk kebutuhan beras perbulannya 4.258 ton, jadi kalau bulog sudah menyiapkan 3.000 ton maka pihak swasta tinggal sediakan sisanya sehingga cukup. Yang jadi penyebab harga barang naik, atau barang kosong karena faktor cuaca, dan adanya strategi ekonomi yang dimainkan pedagang dan penjual saat stock barang sedikit maka harga jual dinaikan secara sepihak,” jelasnya.

Sebagai antisipasi lonjakan harga barang kebutunan, apalagi jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019, pihaknya bersama instansi terkait lainnya intens melakukan pengawasan.

Sementara, Yosefin Sampelino, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Mimika menambahkan, untuk kebutuhan pokok masyarakat, berupa telur, daging ayam, daging babi dan daging sapi, hingga kini belum semuanya tersedia.

“Yang kita sudah produksi sendiri yaitu telur ayam dan daging babi. Sedangkan 99,99 persen kebutuhan daging ayam dan sapi masih didatangkan dari luar Timika,” jelasnya.

Dijelaskan pula, untuk ketersediaan daging ayam hingga 30 November masih tersedia di suplayer kurang lebih 273 ton.

Dari persediaan yang ada dipastikan akan masuk lagi bulan ini sebanyak 354 ton sehingga untuk kebutuhan Natal dan tahun baru aman karena stock yang ada 588 ton.

Katanya pula, rata-rata konsumsi daging ayam per bulan di Timika 218 ton, sehingga untuk kebutuhan daging ayam dijamin aman.

Sementara untuk daging sapi dari stock yang ada di suplayer 3 ton, menurut masuk akan masuk bulan ini 5 ton sehingga total persediaan 8 ton.

Selain itu, untuk produksi telur hingga saat ini tercatat 9 ton perhari, dan dipastikan sangat menjamin kebutuhan masyarakat, serta ketersediaan daging babi kurang lebih 75 ton.

“Jadi untuk empat komoditi yang ada kami jamin bisa penuhi kebutuhan masyarakat jelang natal dan tahun baru,” kata Yosefin.

Menyusul, Beny Renyaan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah meminta kepada pihak terkait yang khusus menangani Bahan Bakar Minyak (BBM) agar dapat memperhatikannya sehingga tidak lagi terjadi kelangkaan seperti beberapa waktu lalu.

Ia pun meminta dinas terkait harus memiliki data berapa banyak petani dan pedagang di pasar sebagai indikator pemantauan kebutuhan pangan.

“Termasuk soal adanya kenaikan harga pasar, perlu data pedagang dan petani di bulan-bulan dimana terjadi lonjakan harga, termasuk saat hari raya. Karena kita harus punya data harga standar nasional, lokal sesuai dengan fluktuatif iklim pasar saat-saat tertentu seperti  hari raya besar keagamaan. Ini maksudnya agar Pemda setempat bisa mengintervensi dan bisa mengeluarkan standar harga jual barang kebutuhan yang meringankan masyarakat atau konsumen,” tandansya.

Dari seluruh penyampaian instansi terkait, I Nyoman Putu Arka kemudian menyimpulkan bahwa bahan pangan dijamin aman dalam rangka menyongsong kegiatan hari raya natal 2018 dan menyambut tahun baru 2019.

Selain jaminan ketersediaan pangan aman, dewan ketahanan pangan bersama instansi terkait harus tetap melakukan pengawasan dan pengendalian di lapangan baik di tingkat produksi, distribusi sampai tingkat konsumen.

Ini dimaksudkan agar adanya jaminan serta ketersediaan barang dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Pesan saya selesai Rakor ini tim harus rapat lanjutan diprakasi oleh Disperindag menyangkut harga dan stock barang komoditas agar masyarakat mendapat informasi yang jelas mengenai ketersediaan barang di pasar, serta standarnisasi harga jual bagi masyarakat,”tukas I Nyoman. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.