Dinkes Tarik 17 Petugas Kesehatan dari Perbatasan Nduga

Foto : Shanty/TimeX

Reynold Ubra

===================

 

TIMIKA,TimeX

Sebanyak 17 orang Tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika yang bertugas di perbatasan Kabupaten Nduga distrik, ditarik. Penarikan petugas kesehatan ini pasca peristiwa penembakan puluhan pekerja proyek pembangunan jembatan di wilayah Kabupaten Nduga oleh sekelompok orang bersenjata.

Wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Nduga adalah Hoeya dan Tsinga. Dinas menarik petugas kesehatan dengan alasan keamanan.

Untuk petugas kesehatan di Tsinga ada empat petugas Puskesmas dan 8 orang dari tenaga Pelkesi dan di Hoeya ada lima petugas kesehatan.

“Kami terpaksa harus tarik petugas kesehatan kami karena kami tadi malam (Selasa-red) dihubungi salah satu petugas kesehatan di Puskesmas Tsinga yang mengatakan situasi di dua wilayah yakni Tsinga dan Hoeya tidak kondusif,” tutur Reynold Ubra, Sekretaris Dinkes Mimika saat ditemui Timika eXpress di Hotel Serayu, Rabu (5/12).

Berdasarkan laporan tersebut, pihak Dinkes Mimika langsung berkoordinasi dengan Freeport untuk membantu memfasilitasi transportasi helikopter untuk pihaknya dapat menjemput petugas kesehatan di dua wilayah tersebut.

Katanya, tidak hanya berkoordinasi tetapi pihaknya juga menyurat secara resmi ke PTFI yang ditembuskan ke Bupati Mimika, Dinkes Provinsi Papua, Kapolres Mimika, Dandim1710/Mimika serta Kepala Distrik Hoya dan Tsinga.

“Kami harap besok pagi petugas dari dua Puskesmas ini sudah tiba di Timika. Tenaga kesehatan ini adalah kebutuhan mendasar masyarakat Hoeya dan Tsinga tetapi jika keadaan mental para petugas tidak baik dan kondisi keamanan tidak memungkinkan kami pun tidak bisa berbuat banyak dengan terpaksa harus kami tarik tenaga medis ini,” tutur Reynold.

Reynold mengaku, bahwa penarikan petugas kesehatan ini hanya sementara jika kondisi keamanan di daerah tersebut sudah aman maka petugas kesehatan akan kembali bertugas lagi.

“Ada petugas yang mau bertahan tapi kami lihat situasi berisiko jadi tidak boleh ada yang tinggal,” ungkapnya. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.