YJM PTFI Sosialisasi dan RKS Usaha Peternakan

Foto : Shanty/TimeX

INVESTASI-Kegiatan Sosialisasi RKS Usaha Peternakan oleh YJM PT Freeport, Hotel Horison Ultima Timika, Jumat (7/12). Kedepan PTFI akan berinvestasi untuk fasilitas mesin pencuci telur otomatis, egg pulp, penjualan pakan dan pembangunan clousehouse kapasitas 40 ribu.

=====================

 

 

TIMIKA,TimeX

Guna mencari dan menjalin kerja sama kembali dengan beberapa vendor, Yayasan Jayasakti Mandiri (YJM) binaan PT Freeport Indonesia, menggelar sosialisasi dan Rencana Kerja Sama (RKS) Usaha Peternakan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika, Jumat (7/12), dihadiri oleh para pengusaha, seperti dari Toko Diana Shopping Center, RPH, Toko Hidayah, Kokarfi, Warung Makan Padang dan lainnya.

Yohanes Bewahan, Manager Community Economic Development PTFI kepada wartawan usai kegiatan mengatakan, tujuan kegiatan ini hanya ingin merefresh kembali kerja sama dengan beberapa vendor yang selama ini sudah berjalan. Kerena, saat ini dapat dipastikan bahwa proses atau produksi telur di Timika sudah over.

“Jadi bagaimana untuk mendapatkan market maka dengan kegiatan sosialisasi inilah cara kami untuk mendapatkan market yang baru,” tutur Yohanes.

Yohanes memastikan bahwa produk yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar baik yang ada di PTFI maupun yang standar peternakan dan juga dengan pemerintah. Sehingga, dengan kegiatan ini juga pengusaha bisa memilih mana produsksi yang sesuai standar, jangan sampai pengusaha ini mengkonsumsi hal-hal yang tidak  standar.

Katanya, kegiatan tidak hanya sekali dilakukan tetapi kedepannya juga akan dilaksanakan kembali karena YJM mempunyai banyak produksi contohnya mungkin kedepan diadakan sosialisasi  pelanggan pakan dan pelanggan daging.

Diketahui, kapasitas telur yang ada saat ini sebanyak 1,7 juta telur perbulan dan ini cukup menjanjikan dan 1.500-2.000 untuk ayam pedaging, ada 11 kandang dan untuk pakan juga tersedia sebanyak 1.000 ton perbulan.

“Tidak hanya itu kami juga ada babi 300 ekor yang menjadi andalan kami untuk kita bisa sampaikan ke masyarakat jika membutuhkan marilah kita kerja sama untuk membantu masyarakat binaan Freeport,” tutur Yohanes.

Diakui, pihaknya pernah melakukan sistem kontrak tetapi setelah berjalannya waktu banyak yang menunggak sehingga YJM mulai berlakukan chas setiap pengambilan produk-produk yang ada tetapi malah menjadi kendala juga yaitu banyak vendor yang mulai berhenti.

Tetapi, lanjutnya, sekarang pihaknya akan memberikan fleksibilitas 14-15 hari supaya bisa membantu.
Tambahnya, untuk rencana tahun 2019 pihak YJM sudah mempunyai beberapa program diantaranya pembangunan hatchery (mesin penetas kapasitas 30.000 DOC), pembangunan RPA di Timika kapasitas 5.000 ekor per hari, pembangunan gudang prosesing telur kapasitas 100 ribu butir per hari.

Lainnya, investasi mesin pencuci telur otomatis, investasi egg pulp kapasitas 360.000 butir, penjualan pakan 1.000 ton perbulan dan pembangunan clousehouse kapasitas 40 ribu.

Dikatakan, untuk gudang pakan 1.000 ton rencana dibangun di Nawaripi dan dipastikan mulai Februari sudah bisa jalankan. Dengan pembangunan gudang pakan di Nawaripi maka akan lebih dekat lagi dengan masyarakat.

“Untuk RPA ini kami lagi mencari tanah yang dekat dengan sungai karena kami akan melihat lingkungan yang paling penting supaya jangan sampai produksi kami tidak memenuhi standar-standar secara lingkungan dan juga secara higenis maka kami cari dekat dengan sungai kami akan olah limbahnya sehingga hasil limbah itu disalurkan sesuai standar lingkungan,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.