Tiga Pekerja Ditemukan Selamat Pasca Aksi KKB

TIMIKA, TimeX

Upaya tim gabungan TNI-Polri dalam proses pencarian korban pasca kasus pembantaian dan penembakan di Nduga, 2-3 Desember lalu kembali membuahkan hasil.

Pada Senin (10/12), TNI-Polri kembali menemukan tiga warga sipil dalam keadaan selamat.

Ketiga warga sipil tersebut diketahui sebagai pekerja bangunan di Distrik Yigi, sempat menghilang untuk menyelamatkan diri saat terjadi kontak tembak senjata antara aparat TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, saat dikonfirmasi via ponselnya,  Senin (10/12) mengatakan, ketiga pekerja itu diidentifikasi bernama Petrus Tondi (42), Toding Allo (20) dan Saputra (26), kini berada di Pos TNI-Polri Distrik Yigi, dan akan dievakuasi ke Wamena dengan memperhitungkan kondisi cuaca.

Menurut Kombes Kamal, tiga korban selamat ini diinformasikan melalui saluran radio Single Site Band  (SSB) Kodim 1702/Jayawijaya dengan radio SSB Pos Mbua dan radio SSB Pos Yigi itu diterima sekitar pukul 09.00 WIT, menyebutkan tentang perkembangan dan pencarian korban hilang dari pengejaran dan penembakan KKB di Distrik Mbua.

“Sampai saat ini, aparat gabungan TNI-Polri masih lakukan pencarian terhadap empat karyawan PT. Istaka Karya. Informasinya dua orang meninggal, dan dua lainnya belum diketahui nasibnya tapi dinyatakan selamat hanya masih bersembunyi,” katanya.

Selain pencarian, personil gabungan TNI-Polri juga masih melakukan pengejaran terhadap KKB di puncak Tabo, Distrik Yall, yang melibatkan 40 personil gabungan, 20 personil Yonif Raider/751 Sentani dan 20 anggota Brimob Polri.

 

Satu Korban Pembantaian  Diidentifikasi

Sementara itu, jenazah korban pembantaian KKB yang ditemukan tim gabungan TNI-Polri pada Minggu (9/12) siang lalu telah diidentifikasi identitasnya oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri.

Jenzah korban yang  sudah dievakuasi dan disemayamkan di Makodim 1702 Jayawijaya-Wamena menggunakan Helicopter TNI AD Senin diidentifikasi bernama Matius Palinggi (53).

Menurut rencana jenazah korban karyawan PT Istaka Karya ini akan diterbangkan ke Jayapura dan lanjut ke Makassar sampai ke kampung halamannya di Tanah Toraja.

Matius Palinggi yang merupakan tukang masak untuk karyawan PT Istaka Karya ini ditemukan pada Minggu siang lalu di lereng Puncak Tabo, Distrik Mbua sekitar 1 kilometer dari lokasi penemuan 16 jenazah korban lainnya.

Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII Cenderawasih Letkol Inf. Dax Sianturi dalam rilis yang diterima Timika eXpress, Senin, menyebutkan, prosesi pengiriman jenzah direncanakan besok pagi (hari ini-red), dengan diawali ibadah pelepasan.

Untuk diketahui, aparat gabungan TNI-Polri telah mengevakuasi 17 jenazah korban pembantaian KKB di Distrik Yigi, Nduga.

16 jenazah sebelumnya telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing melalui Timika pada Jumat pekan lalu.

Dengan demikian korban penembakan KKB sudah 18 orang, termasuk satu prajurit TNI atas nama Sertu Anumerta Handoko.

Santuni Korban Meninggal Dunia

Sementara itu, PT Istaka Karya telah menandatangani kesepakatan bersama terkait besaran santunan yang akan diterima para pekerja proyek Trans Papua korban penembakan KKB.

Bagi korban meninggal dunia keluarga akan mendapatkan asuransi jiwa sebesar Rp75 juta dan anak-anak korban diberikan beasiswa hingga jenjang pendidikan SMA.

Poin lain dari kesepakatan yang ditandatangani Direktur Utama (Dirut) PT Istaka Karya Sigit Winarto dan perwakilan keluarga korban bahwa, pihak BUMN akan memberikan tali asih kepada keluarga korban selambat-lambatnya dalam waktu tiga bulan.

Dan, kepada korban yang dirawat di rumah sakit, seluruh biaya pengobatan ditanggung PT Istaka Karya.  (tan/a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.