DPR RI dan BPPT Perkenalkan Teknologi Mikro Irigasi ke Mimika

TIMIKA, TimeX Perwakilan Komisi VII DPR RI, Hj. Peggi Patrisia Pattipi mendampingi pihak Balai Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkenalkan teknologi mikro irigasi kepada petani-petani di Mimika.

PRAKTEKKAN-Agung Eru Wibowo, Kepala Balai Bioteknologi BPPT (duduk kiri) didampingi Hj. Peggi Patrisia Pattipi, Anggota Komisi VII DPR RI, bersama salah satu petani sedang mempraktekan desiminasi teknologi mikro irigasi di halaman depan Aula PKB di Jalan Poros SP5, Selasa kemarin. Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX

TIMIKA, TimeX

Perwakilan Komisi VII DPR RI, Hj. Peggi Patrisia Pattipi mendampingi pihak Balai Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkenalkan teknologi mikro irigasi kepada petani-petani di Mimika.

Adapun teknologi tepat guna yang diprakarsai melalui desiminasi teknologi aplikasi mikro irigasi ini tujuannya untuk meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura secara khusus di Kabupaten Mimika.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di aula Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mimika, di Jalan Poros, SP5, Selasa (12/11), diikuti seratusan perwakilan dari kelompok-kelompok tani yang ada di Mimika.

Kehadiran para petani mengikuti desiminasi teknologi ini, tidak hanya mendengarkan teori pemanfaatannya, merekapun langsung mempraktekan sehingga nanti dapat melakukan upaya budi daya tanaman holtikultura yang lebih baik.

Dr. Agung Eru Wibowo, M.Si, Apt, Kepala Balai Bioteknologi BPPT saat ditemui Timika eXpress usai kegiatan  menjelaskan, mendiseminasi mikro irigasi hasil kajian perekayasa BPPT ini bertujuan untuk mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi petani di Indonesia.

“Dengan memanfaatkan teknologi ini, petani  dapat melakukan upaya budi daya tanaman holtikultura yang lebih baik. Dan teknologi ini dapat menjadi pilihan utama untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Papua, khususnya di Timika,” ujarnya.

Menurut Agung, penerapan teknoligi ini baru di Mimika, tapi di daerah-daerah lain di Indonesia sudah banyak yang menggunakannya.

Diharapkan inovasi teknologi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh petani di Timika, serta dapat mendorong tumbuhnya dan meningkatkan produktivitas menuju petani sejahtera, kata Agung.

Sementara itu, Hj. Peggi Patrisia Pattipi, Anggota Komisi VII DPR mengatakan, melalui kerjasama dengan BPPT, teknologi mikro irigasi ini diperkanalkan kepada petan-petani di Mimika untuk meningkatkan kompetensi serta meningkatkan produktivitas dari potensi pertanian di Mimika.

Ia menyebutkan gelaran diseminasi teknologi ini menunjukan bahwa tanaman hortikultura memiliki potensi besar dalam meningkatkan devisa negara.

Apalagi menjelang PON 2020 nanti Mimika butuh lebih  banyak pasokan makanan untuk memenuhi kebutuhan kontingen.

“Kalau pangan yang dikonsumsi nanti bisa dihasilkan dari petani di Mimika tentu lebih baik, karena memberikan kontribusi serta keuntungan bagi petani. Sekarang pemerintah hanya perlu mendukung dengan mengembangkan usaha pertanian, salah satunya melalui teknologi mikro irigasi,” ujarnya menambahkan upaya nyata yang dilakukan agar petani di Papua tidak tertinggal dan bisa bersaing.

Sumarno, salah satu petani dari Kampung Mulia Kencana mengaku senang mengikuti kegiatan desinimasi meski adanya keterbatasan lahan. Ia meyakini bahwa dirinya dan kelompok tani di Mimika mampu menerapkan sistem mikro irigasi dan membuat petani lebih efisien.

“Dengan teknologi ini kita bisa lebih menghemat air, hemat tenaga, hemat waktu. Apalagi lahan yang semakin sempit ini teknologi mikro irigasi sangat cocok,” tandasnya. (epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.