Corcom Freeport Natal Bersama Wartawan Mimika

TIMIKA,TimeX

Managemen Corporate Communication (Corcom) PT Freeport Indonesia merayakan natal bersama wartawan-wartawati di Mimika, Sabtu (15/12).

Perayaan perdana dalam menyambut damai dan sukacita natal 2018 dilangsungkan di Ball Room H

FOTO: SANTY/TIMEX
LILIN NATAL – Direktur Timika Express, Marthen  LL Moru saat membagikan nyala lilin natal kepada teman-teman wartawan saat perayaan natal bersama Departement Corcom PTFI di ball room Hotel Cenderawasih 66, Sabtu (15/12).

otel Cenderawasih 66, dihadiri langsung Manager External & Media Relation Depatteman Corcom PTFI, Kerry Yarangga beserta jajarannya.

Hadir pula Direktur PT Timika Grafika Express, Marthinus LL Moru beserta jajarannya, serta pimpinan media cetak dan media elektronik lainnya di Timika.

Ibadah natal dengan mengusung tema nasional “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (1 Korintus: 30a), diawali ibadah yang dipimpin langsung Pdt. Jerry Latumahina dari GBI Rock.

Sebelumnya digelar tradisi penyalaan lilin natal oleh Kerry Yerangga, Pdt. Jerry Latumahina dan pimpinan media serta perwakilan wartawan.

Pdt Jerry dalam khotbahnya mengatakan banyak orang yang biasanya terjatuh selalu menggangap dirinya tidak layak disebut anak Allah. Ia bahkan mengasingkan dirinya dan tidak mau berinteraksi dengan Tuhan.

Pdt Jerry juga mengajak untuk merefleksikan awal mula Yesus Sang Juruselamat hadir ke dunia.

“Bahwa Yesus begitu berharga bagi hidup manusia, sehingga Yesus anak Allah yang maha suci harus turun ke bumi untuk menebus dosa-dosa dan menyelamatkan umat manusia,” serunya.

“Kita sebagai manusia tidak menyadari akan hal itu.

Kita selalu membanding-bandingkan hidup kita, apalagi jika kita gagal dalam suatu usaha, ini membuat kita cenderung menutup diri kita.

Bahkan kita tidak sadar kalau kita begitu berharga dan berarti bagi Kristus Yesus,” sambungnya.

“Dari semua hikmat kebijaksanaan, kita merasakan sukacita besar bahwa dari kegagalan yang kita alami, Yesus lahir dan berada dalam hari kita.

Untuk itu kita harus membuka diri sehingga hikmat-Nya ada dalam kita,” kata Jerry merefleksikannya sesuai bacaan suci Injil Lukas 2 Pasal 7.

Dikatakan pula, Yesus lahir di kadang yang hina, tentu ada maknanya, dimana hal itu menggambarkan hidup manusia ibarat kandang yang hina sebelum kita mengenal Yesus.

Pasalnya, Yesus melihat hati bukan hidup manusia, sebab ada begitu banyak hal membuat manusia jauh dari-Nya, dengan tidak menyadari bahwa Yesus datang ke dunia untuk melayani bukan untuk dilayani.

Demikian pula katanya, hal yang membuat setiap orang jauh dari Tuhan hanya karena hal duniawi akan kesenangan dan ambisi dalam diri.

“Karena jabatan dan kepentingan, banyak orang melupakan dan tidak mengandalkan Tuhan, sehingga banyak dari orang yang seperti itu mengalami kehancuran. Jangan kita seperti yang difirmankan Tuhan. Mereka beribadah dengan bibirnya tetapi hatinya menjauh daripada Tuhan,” pesannya.

Ia pun mengisahkan tentang tiga orang putra yang mendapat berkat harta dan kelimpahan, dan karena tidak dikelola baik sehingga mereka mengalami kehancuran dalam hidup.

 

“Bahwa napas kehidupan, waktu, kesempatan, kesehatan, kepintaran dan hikmat yang dari segala usaha dan karya kita, semuanya berasal dari Tuhan. Sehingga kita penting bagi Tuhan, karena Ia ingin memakai hidup kita, dan mau merubah hidup kita sehingga dari kegagalan yang kita alami bisa bangkit kembali. Dan kita yang semua tidak dianggap oleh orang lain menjadi berharga dan dalam kesederhanaan itu kita mampu menjadi pahlawan Tuhan,” tandasnya.

Sementara itu, Kerry Yarangga dalam sambutannya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada pimpinan media dan wartawan-wartawati yang selama ini sudah menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi pemberitaan, secara khusus tentang Freeport sepanjang 2018.

Pada kesempatan itu, Kerry pun mengisahkan sebuah perbincangannya dengan seseorang yang lebih umur darinya bahwa perjalan hidup ke depan penuh dengan misteri.

“Banyak orang bicara soal Papua dari banyak hal, mulai Otsus gagal, dan hal-hal lain yang ekstrim sering dan jadi permasalahan di Papau. Ini semua menjadi misteri dan rahasia Tuhan.

Dan, kita sebagai manusia yang percaya bahwa Tuhan itu ada dalam hari nurani kita, maka semua yang misteri yang akan kita hadapi ke depan, kita serahkan sepenuhnya kepada-Nya,” ungkap Kerry.

Ia berharap di tahun 2019,  kebersamaan dan kemitraan yang sudah terjalin selama ini tetap dijaga selaligus mewakili managemen Freeport menyampaikan selamat natal dan tahun baru 2019. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.