Pembangunan Terminal Baru Bandara Timika Dihentikan

TIMIKA,TimeX

Proyek pembangunan terminal baru bandara di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika dihentikan sementara jelang akhir tahun anggaran.

Penghentian pengerjaannya ole

Foto: Indri/TimeX
TINJAU- Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Pusat (TP4P) dari Jakarta saat meninjau proyek pembangunan terminal baru bandara didampingi langsung Plt. Kadishub Mimika, Yan Selamat Pura.

h Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten  Mimika selaku kuasa pengguna anggaran, ini menindaklanjuti instruksi Bupati Mimika, bahwa pekerjaan fisik apapun tidak boleh berjalan setelah   15 Desember 2018.

Dengan demikian, proyek pembangunan terminal baru bandara dari sharing anggaran APBN Pusat, termasuk salah satu proyek fisik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang belum rampung 100 persen.

Demikian dijelaskan Plt. Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Yan Slamat Purba saat dikonfirmasi Timika eXpress di Kantor DPRD Mimika, Jumat (14/12).

Kata Yan, penghentian proyek pembangunan terminal baru bandara yang baru mencapai 82,5 persen tersebut atas  komitmen bersama Pemkab Mimika dan PT Panca Duta karya Abadi (PDKA) tanpa adanya pinalti atau denda bagi kedua belah pihak.

Sementara, terkait hutang Pemkab Mimika Rp13 miliar akibat defisit anggaran pada 2017 lalu dan belum dibayarkan hingga kini ke PT PDKA  selaku kontraktor,  untuk realisasi pembayarannya sementara diproses.

“Untuk pekerjaan yang dihentikan  itu hanya yang bersumber dari APBD, kalau dari APBN saya kurang tahu jelas, tapi informasi progres pembangunanya baru mencapai 28 persen,” jelasnya.

Dikatakan pula, mega proyek yang diawasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Mimika mengalami keterlambatan dalam progres pembangunannya, sebab material konstruksi bangunannnya sebagian besar didatangkan dari Jawa, sehingga butuh waktu panjang.

“Untuk akses transportasi pengangkutan materialnya butuh waktu lama, mulai dari pengangkutan, pemuatan sampai pada bongkar muat di Pelabuhan Pomako Timika. Dimana hal ini menjadi keluhan pihak ketiga saat kunjungan TP4P dari Jakarta ke lokasi proyek beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Padahal proyek terminal baru bandara pengerjaannya sudah memasuki tahap IV dan terus dikebut agar selesai Desember 2018 ini.

Dimana, jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika kini terus mengebut pekerjaan gedung terminal penumpang bandara tersebut.

Tahun ini, Kemenhub mengucurkan anggaran Rp77 miliar (kontrak pekerjaan Rp73 miliar) untuk tahap IV pekerjaan lanjutan, yakni  pembuatan dinding, pemasangan keramik, dan pemasangan kaca di lantai dua, pembangunan toilet, dan lainnya.

Dengan target tahap IV pengerjaan dari proyek tersebut tuntas, maka gedung terminal penumpang komersial Bandara Mozes Kilangin Timika seluas 21 ribu meter persegi berkonstruksi dua setengah lantai itu dipastikan dioperasikan pada 2020 menyambut perhelatan PON di Provinsi Papua.

“Untuk progres pengerjannya, setiap dua pekan sekali kami selalu rapat dengan konsultan dan tim perencana maupun pihak kontraktor (PT Prasasti Konsorindo Jakarta) untuk memacu pihak kontraktor agar bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan cara menambah tenaga kerja, peralatan, dan lainnya,” tambah Kepala UPBU Mozes Kilangin Timika, Sepyani Mahendra saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, gedung baru terminal penumpang komersial Bandara Mozes Kilangin Timika di sisi selatan Bandara Timika saat ini, keseluruhannya nanti seluas 42 ribu meter persegi.

Satu sisi bangunan gedung terminal penumpang komersial dengan konstruksi serupa seluas 21 ribu meter persegi ditangani oleh Pemkab Mimika melalui APBD setempat.

Ia menambahkan, Kemenhub pada tahun ini juga mengalokasikan anggaran Rp22 miliar untuk pembangunan lanjutan tempat parkir pesawat (apron) seluas 100×100 meter persegi untuk parkir pesawat-pesawat perintis berukuran kecil yang melayani penerbangan ke pedalaman Papua.

“Kalau tempat parkir pesawat yang sudah terbangun keseluruhannya sudah mencapai 640×100 meter persegi dan bisa digunakan untuk parkir empat buah pesawat berbadan lebar,” pungkasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.