Penyidik Tetapkan Pemanah Warga Koperapoka Tersangka

“Dari delapan orang itu kita tetapkan dua tersangka karena memang sengaja membawa panah dan gunakan untuk membunuh hingga Karpus meninggal”

 

TIMIKA,TimeX

Setelah empat hari penyidik Satreskrim Polres Mimika bekerja menyelidiki kasus meninggalnya Karpus Aimuka (14) dan korban luka potong benda tajam Musa Owamena (20) warga Koperapoka akhirnya menetapkan dua tersangka dari delapan warga yang diamankan. Kedua tersangka itu berinisial A dan T.

“Dari delapan orang itu kita tetapkan dua tersangka karena memang sengaja membawa panah dan gunakan untuk membunuh hingga Karpus meninggal,” kata AKP I Gusti Anantha Pratama Kasat Reskrim Polres Mimika saat ditemui Timika eXpress di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Senin (17/12).

Untuk enam orang lainnya itu hanya sebagai saksi. Sebab pada saat itu memang mereka bersama-sama namun tidak melakukan aksi.

“Jadi kita tetapkan dua tersangka ini sesuai dengan laporan terkait pembunuhan kepada satu orang. Terkecuali ada pelaporan penganiayaan dari pihak keluarga lainnya. Sementara sampai saat inikan belum ada laporan. Makanya kita sesuai dengan laporan saja,” katanya.

 

Terkait hal ini, Gery Okuare perwakilan Lemasko memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang sudah berhasil mengungkap kasus ini dengan menangkap pelaku hanya kurun waktu delapan jam.

“Sebagai perwakilan Lemasko, mewakili keluarga korban dan masyarakat Kamoro mengucapkan terima kasih kepada Kapolres beserta jajarannya sudah berhasil menangkap pelaku-pelaku ini supaya secepatnya diproses,” harapnya.

Namun demikian ia menyarankan agar kedua pelaku setelah ada putusan tetap dari Pengadilan Negeri Mimika jangan menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Timika. Hal ini Robert beralasan selama ini banyak tahanan kabur dari lapas.

“Karena kami sudah muak dan sudah tidak percaya lagi dengan Lapas di sini. Sebab banyak tahanan yang sudah diputuskan di persidangan itu selalu kabur. Jadi tersangka pembunuhan di Koperapoka kami akan minta untuk dikirim ke Lapas Jayapura atau Lapas Kalisosok,” kata Gery ditemui di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Senin (17/12).

Sebagai tokoh muda masyarakat Kamoro ia berharap kedua tersangka ini secepatnya diproses hingga ke meja hijau.

“Kami minta kepada Kapolres dan kasat Reskrim pelaku-pelaku ini segera dinaikan ke meja hijau dengan waktu yang sesingkat-singkatnya,” harapnya.

Mengenai niatnya agar kedua ditahan di Lapas Jayapura atau Lapas Kalisosok dirinya akan surati kedua lembaga di pusat maupun di provinsi.

“Kami dari lembaga adat akan surati. Hal ini supaya tidak ada kabur-kabur lagi, dan ini juga sebagai efek jera. Dari lembaga adat juga minta polisi untuk reka ulang kejadian di TKP,” katanya.

Karpus Aimuka meninggal setelah diterjang panah wayer mengenai di dadanya pada Kamis (13/12) pagi di Jalan Bhayangkara di Kelurahan Koperapoka. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.