Qasidah Meriahkan Perayaan Natal dan Tahun Bersama Lamaholot Timika

Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX
QASIDAH-Kelompok qasidah remaja Lamaholot Timika tampil saat perayaan sykuran Natal dan tahun baru bersama Kerukunan keluarga Besar Lamaholot (KKBL) Timika, yang diselenggarakan di halaman rumah Ama Timotius Lali Sina, di Gang Flora, Jalan Hasanuddin, Sabtu (12/1) malam.

Timika, TimeX

Usai ibadah syukuran Natal dan Tahun Baru Bersama Kerukunan keluarga Besar Lamaholot (KKBL) Timika yang dipimpin Sr. Yulita, PRR, kelompok qasidah ibu-ibu dan remaja Lamoholot tampil dalam acara tersebut yang diselenggarakan di halaman rumah Ama Timotius Lali Sina, di Gang Flora, Jalan Hasanuddin, Sabtu (12/1) malam.

Mereka menyeruhkan kerukunan antar umat beragama dan antar warga Lamholot di Timika dalam qasidah tersebut.

Ama Anton Sabon, yang dituakan dalam KKBL Timika mengaku sangat bahagia dengan kerukunan yang dijalin warga Lamaholot, terutama toleransi antar umat beragama.

“Saya harap hal baik seperti ini tetap dipertahankan dan warga lamaholot bisa menjadi insipirasi bagi warga lain dalam meningkatkan kerukunan antar umat beragama,” kata Anton.

Yohanis Asan Langoday, perwakilan dari Kerukunan Lembata juga menyeruhkan hal yang sama.

Ia meminta warga Lamaholot untuk terus menyeruhkan perdamaian, dan tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang SARA yang marak di media sosial. “Saya minta warga Lamaholot yang menggunakan media sosial lebih bijak, tidak terprovokasi supaya kerukunan tetap terjaga,” pesannya.

Sementara itu, Donatus Muda, Ketua KKBL Timika dalam sambutannya berterimakasih kepada panitia, pengurus dan seluruh anggota KKBL Timika yang telah berpartisipasi menyukseskan perayaan tersebut.

Menurutnya perayaan yang mengangkat tema “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” (Bdk 1 Kor. 1:30a) dan sub tema “Tuen Nulunet, Wilahi Yoneket Ta’an Tewa Mupu, Ta’an Aip Memet” yang artinya “mengubah hati dan prilaku hidup untuk lebih bersatu dan lebih kuat” itu, ingin mengajak seluruh masyarakat Lamoholot di Timika untuk hidup rukun dan saling menghargai. “Kalau memang ada kesalahpahaman yang terjadi diantara kita, kita saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan agar kita semakin kuat dan bersatu di tanah rantau ini,” pesannya. (epy)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.