Tiga Tersangka Kasus Makar Jalan Proses Hukum di Polda Papua

AKBP Agung Marlianto
Foto: Dok/TimeX

TIMIKA, TimeX

Tiga tersangka kasus makar hingga kini masih menjalani proses hukum lanjut di Polda Papua.

Ketiga warga yang resmi ditetapkan tersangka, yakni Sem Asso (SA), warga Jalan Sosial RT 08 Desa Kwamki, Distrik Mimika Baru, Edo Dogopia (ED), warga Jalan Cenderawasih SP II Jalur 4,dan Yanto Awerkion alias Yanto (YA), warga Jalan Yos Sudarso Sempan, tepat di belakang eks Kantor Kehutanan Timika.

“Jadi ketiga tersangka masih jalani pemeriksaan untuk pemberkasan perkara di tangani oleh tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua,”kata Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto kepada wartawan usai menghadiri penyerahan bantuan long boat di UPTD Pelabuhan Rakyat Pomako, Kamis (17/1) lalu.

Diketahui, selama proses pemeriksaan hingga penetapan status tersangka, ketiga warga sebagai terperiksa sejak Selasa (8/1) lalu didampingi langsung oleh lima orang penasehat hukum.

Kelima penasehat hukum tersebut, yakni Gustaf Kawer, SH. M.Si, Andreas Ronsumbre, SH, Yohanis Mambrasar, SH, Emanuel Gobay, SH. MH dan Apilus Manufandu, SH.

Menurut Kapolres, penetapan para tersangka makar ini berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik yang didukung dengan bukti-bukti otentik terkait keterlibatan masing-masing pada aksi akhir tahun 31 Desember 2018 lalu.

“Ketiga warga yang kami periksa setelah kami layangkan surat perintah penahanan dan surat perintah penangkapan serta surat pemberitahuan kepada keluarga mereka masing-masing,” katanya.

Menurut mantan Kapolres Jombang, Jawa Barat ini, tindak pidana kejahatan terhadap keamanan Negara (Makar) yang dilakukan ketiga tersangka adalah hendak menaklukan daerah, Negara, atau dengan kata lain ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Atas tindakan tersebut, ketiga tersangka dijerat ketentuan hukum, primer pasal 106 Jo Pasal 87 KUHP Jo pasal 53 KUHP subsider pasal 110 Ayat (2) ke-2e KUHP Jo pasal 88 KUHP tentang barang siapa yang melakukan pemufakatan akan melakukan tindakan makar dan atau barang siapa dimuka umum dengan lisan ataupun tulisan menghasut supaya melakukan suatu perbuatan yang melawan hukum maka diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku

Ketiga tersangka diproses hukum berdasarkan Laporan Polisi nomor:LP/1075/XII/2018/Res Mimika, Tanggal 31 Desember 2018 setelah  diamankan personil TNI-Polri gabungan di Timika setelah penggeledahan menyusul pengambilalihan Kantor Sekretariat KNPB.

Dari tindakan hukum, personel gabungan TNI-Polri juga berhasil mengamankan atribut KNPB menyusul dilakukan pemeriksaan awal.

Alhasil pada Senin (7/1) lalu, ketiga warga yang diduga kuat terlibat aksi makar, diamankan di Mapolres Mimika.

“Kini ketiga tersangka diamankan di sel tahanan Polda Papua guna proses hukum lanjut penyidik Polres Mimika di back up Ditreskrimun Polda setempat,” ujarnya.

Orang nomor satu di Polres Mimika juga menegaskan bahwa Papua adalah NKRI, sehingga tidak diperbolehkan dibentuk organisasi yang bertentangan dengan ideologi negara, yaitu Pancasila dan UUD 1945.

“Siapa pun dia yang menetang akan ditindak tegas dan diproses secara hukum.” tegasnya.  (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.