Pasar Sayur Dibuka Jam Lima  Sore

PASAR SORE-Sayur-sayuran yang dijual di Pasar Sore, Pasar Sentral, Jalan Hasanuddin Timika beberapa waktu lalu.
Foto: Dok/TimeX

TIMIKA,TimeX

Aksi protes yang dilakukan mama-mama Papua yang berjualan sayuran di Pasar Sentral Timika pada Kamis (17/1) lalu akhirnya membuahkan hasil. Antara pihak yang berseteru dan dinas terkait menyatakan bahwa khusus untuk para penjual sayur di Pasar Sentral  mulai berjualan pukul 17.00 WIT atau jam 5 sore.

Aksi protes yang dilakukan mama-mama Papua pada Kamis lalu  lantaran sebagian pedagang yang sudah berjualan lebih dulu yakni jam 2 siang. Padahal para pedagang sebelumnya telah menyepakati mulai berjualan pada sore hari.

“Jadi dengan peristiwa kemarin, kami senang karena dengan begitu pedagang lain yang non Papua bisa paham. Saat aksi itu terjadi langsung ditangani oleh security dan Pak Kadis turun langsung tangani. Jadi kita sepakat jam buka jualan mulai jam 5 sore,”tutur Inosensius Yoga Pribadi, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika saat dihubungi Timika eXpress via Ponsel, Jumat (18/1).

Inosensius mengatakan, wajar saja mama-mama Papua melakukan aksi protes karena selama ini pedagang yang datang dari SP-SP sudah berjualan sebelum jam 5 sore.

“Mereka mulai jualan sejak jam 2 siang. Ini yang membuat jualan dari mama-mama Papua tidak laku,” ujarnya.

Lanjut Inosensius, perjanjian awal memang jam jualan pasar sore adalah jam 5 sore, bukan siang hari yang akhir-akhir ini sering dilakukan oleh pedagang-pedagang non Papua.

“Jika masih ada yang menjual di siang hari, karena tidak mengikuti instruksi dari pemerintah. Jadi jangan salahkan pemerintah karena kami sudah perintahkan security untuk bisa mengambil langkah tegas jika ada yang tidak mengindahkan instruksi ini,”tutur Inosensius.

Diharapakan, hal ini dapat diikuti bersama baik pedagang yang dari SP-SP maupun mama-mama Papua. Jangan sampai ada kecemburuan sosial dalam mencari rejeki, memang rejeki sudah diatur tetapi ada baiknya jika berjualan dengan waktu yang sama.

“Jika ada yang jualan bukan di jam yang sudah ditentukan maka sudah pasti dagangan penjual yang jualan di siang hari akan laku duluan ketimbang dengan jualan yang datang di sore hari. Maka dari itu timbul protes dari mama-mama Papua ini. Jadi sekarang, jam jualannya mulai pukul 5 sore tidak boleh siang lagi,”ungkapnya.(san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.