Ispa dan Malaria, Penyakit Tertinggi di Puskesmas Timika Jaya

dr Mozes Untung
Foto : Shanty/TimeX

TIMIKA,TimeX

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang paling banyak ditangani Puskesmas Timika Jaya yang merupakan urutan pertama dari 10 besar penyakit tertinggi sepanjang tahun 2018.

Menyusul pada urutan kedua adalah penyakit malaria yang juga sama banyaknya ditangani Puskesmas Timika Jaya.

“Masuk tahun 2019 awal Januari hingga sekarang juga tidak ada perubahan dengan tahun 2018 karena masih sama Ispa dan malaria yang paling tinggi,”tutur dr Mozes Untung, Kepala Puskesmas Timika saat ditemui Timika eXpress di Hotel Horison, Kamis (17/1).

Mozes mengatakan, tingginya kedua penyakit tersebut karena masih kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan baik sehingga membuat tingkat kunjungan pasien tinggi dengan dua penyakit tersebut.

Padahal, kata Mozes, petugas kesehatan terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada pasien yang datang ke puskesmas maupun turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi tentang pentingnya pola hidup yang sehat dan baik.

Dijelaskan, penyakit Ispa adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang pada umumnya ini bisa menular melalui hawa dan juga sentuhan.

“Bisa saja ketika kamu sudah menyentuh hidung lantas kamu memegang suatu benda dan orang lain kemudian memegang benda itu lagi atau kamu bersin dan didepanmu ada orang maka kemungkinan orang itu juga akan tertular,” tutur Mozes.

Dikatakan, bahwa kebanyakan orang menganggap sepeleh penyakit tersebut sehingga malas untuk melakukan pencegahan yang sangat gampang dilakukan yakni dengan menggunakan masker, rajin membersihkan tangan, menggunakan sarung tangan. Cara seperti ini adalah langkah awal mencegah Ispa yang lebih efisien.

Katanya, penyakit Ispa dan malaria sama-sama merupakan penyakit yang berbahaya jika tidak segera di tanganani. Namun kedua penyakit ini juga sangat mudah untuk dicegah yakni dengan memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, menjaga pola makan dan minum obat secara teratur untuk pengobatan malaria agar malaria tidak kambuh lagi.

“Masyarakat tidak mempedulikan itu, mereka menganggap hal itu susah dilakukan. Ispa dan malaria itu berbahaya hanya saja masih banyak orang yang tidak menyadarinya,” ungkapnya. Kesadaran, itu yang sangat penting. Tidak ada penyakit yang tidak berbahaya dan tidak ada penyakakit yang tidak bisa disembuhkan. Semuanya bisa, tapi kembali lagi semuanya harus kembali kepada kesadaran dan kepedulian kita,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.