Hog Cholera dan Distemper Banyak Menyerang Ternak Babi dan Anjing

Drh.Natalya Ruff
FOTO:INDRIYANI/TimeX

TIMIKA,TimeX

Hog cholera merupakan salah satu penyakit yang banyak menyerang ternak babi di Timika, sepanjang Tahun 2018. Selain itu, berdasarkan data dari Dinas Peternakan (Disnak) Mimika, Distemper juga ikut mendominasi penyakit ternak babi termasuk anjing.

Drh.Natalya Ruff dari Disnak Mimika menjelaskan, hog cholera adalah penyakit menular pada babi yang disebabkan oleh virus hog cholera. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, kejang, dan pendarahan bagian permukaan kulit dan bagian dalam (limpa, ginjal, dan usus) pada babi. Babi yang terserang virus tersebut akan meninggal dalam waktu 15 hari.

Sementara itu, distemper merupakan penyakit akut pada hewan yang menyerang saluran pencernaan, pernapasan dan sistem saraf pusat.

Ditemui di kantor Dinas Peternakan (Disnak) Mimika Jalan Sektoral, Jumat (18/1), Natalya Ruff menambahkan, penyakit hog cholera ini terdapat pada ternak babi dewasa, jika pada anak babi akan mengalami mencret kuning, sedangkan distemper ini sering menyerang ternak anjing. Anjing akan kejang-kejang dan mengeluarkan cairan berbusa di mulut, selama ini banyak orang awam mengira hewan anjing telah terkena racun potas namun hal itu salah, penyakit ini dapat menyerang anjing yang belum divaksin, minimal umur annjing 1 -2 bulan sudah diberi vaksin.

Kata dia, masyarakat harus mengetahui, bahwa hewan anjing ataupun ternak babi harus diberikan vaksin, agar tidak muda terkena penyakit.

Kedua jenis penyakit distenper dan hog cholera tidak menyerang manusia, beda dengan penyakit  ‘kaskado’ sejenis penyakit kulit yang disebut sinosis ini sangat berbahaya. Pasalnya sinosis tidak hanya menyerang ternak Babi atau anjing namun juga dapat menyerang manusia, tetapi untungya  pada 2018  tidak terdapat penyakit Sinosis.

Sejauh ini, untuk penanganan hewan, Disnak telah menyediakan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), hewan yang aktif dapat langsung dibawa ke Puskeswan untuk diberikan penanganan medis, seperti operasi tumor dan pemberikan vaksin serta masih banyak lagi.

Sedangkan bagi hewan yang pasif seperti ternak babi, petugas Puskeswan langsung tinjau di lokasi kandang untuh memberikan tindakan medis.

“Kami memiliki 3 tenaga medis dan 1 petugas adminitrasi tetapi terkadang masyarakat tidak tahu jika ada Puskeswan, kedepan kita akan perkenalkan terus kepada masyarakat,” pungkasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.