Punia: Pembinaan Anggota Polisi Sesuai SOP

I Nyoman Punia
Foto: Dok./TimeX

TIMIKA,TimeX

Kompol I Nyoman Punia Wakapolres Mimika menegaskan pembinaan terhadap anggota kepolisian yang melanggar aturan disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Polri. Mantan Kabag Ops Polres Mimika ini menyampaikan hal ini menanggapi terkait adanya pelanggaran dilakukan oleh enam anggota Polres Mimika.

“Kita sesuaikan dengan SOP. Kemarin mereka sudah kita sidang displin dan untuk sidang kode etiknya belum,” ungkap Punia saat ditemui Timika eXpress di MSC GOR SP5, Selasa (22/1).

Perwira melati satu ini tegaskan apabila ada anggota yang melakukan pelanggaran maka bakal ditindak tegas sesuai berat ringannya perbuatannya.

“Kita tidak main-main dan kita akan tegas. Sekarang mereka lagi ditahan di Polsek Mimika Baru,” katanya.

Sebelumnya AKBP Agung Marlianto Kapolres Mimika mengatakan enam anggota Polres Mimika saat ini sedang menjalani proses sesuai aturan kode etik Polri.

“Jadi kalau dia melakukan pelanggaran disiplin kita lakukan sidang disiplin. Dan kalau dia melakukan pelanggaran kode etik, kita lakukan sidang kode etik,” jelas Agung usai konferensi pers kasus narkoba di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (19/1).

Dalam kasus ini Agung merahasiakan identitas enam anggotanya. Bahkan dirinya dengan sangat berat hati tetap proses hukum anggotanya sesuai kapasitas.

Ia menjelaskan perbuatan mereka ini bervariasi, seperti ada yang KDRT, perselingkuhan, ada juga penyalahgunaan kewenangan dan penganiayaan. “Semuanya kita proses dan sekarang ini sedang diamankan di Polsek Mimika Baru,” katanya.

Sementara sanksinya lanjut Agung sifatnya bervariatif, tergantung berat ringan perbuatannya. Salah satu sanksinya penempatan di ruang khusus selama 21 hari. Namun karena Polres Mimika tidak punya tempat khusus,  maka mereka ditempatkan di bekas ruangan tahanan di Polsek Mimika Baru dalam pengawasan Kasi Propam.

Sementara disinggung tentang seorang anggota Polres yang lalai dalam tugas menyebabkan senpi hilang Agung menjelaskan kejadian ini sebenarnya cukup lama pada 2017 lalu. Namun prosesnya dilaksanakan 2018 karena baru diungkap.

Dikatakan pada sidang di Bulan Desember 2018 dengan putusan sidangnya yang bersangkutan dikenakan sanksi salah satunya penempatan 21 hari, demosi dan tunda pangkat satu periode. Juga bersangkutan dikenakan tuntutan ganti rugi yaitu membayar sejumlah uang mengganti kerugian negara. (tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.