Pendulang Kembali Palang Jalan Ahmad Yani

Foto: Tanto/TimeX
BUBAR – Puluhan pendulang membubarkan diri dari aksi memalang Jalan Ahmad Yani, Rabu (23/1).

TIMIKA,TimeX

Puluhan pendulang emas tradisional kembali beraksi memalang ruas Jalan Ahmad Yani pada Rabu (23/1) sekira pukul 17.30 WIT. Namun aksi ini berhasil dibubarkan oleh aparat kepolisian sekira pukul 18.50 WIT setelah melewati proses pendekatan secara persuasif.

Para pendulang nekat menutupi jalan dengan cara membakar ban bekas sebagai bentuk protes atas buntut dari pemilik toko emas menutup tokonya, sehingga emas hasil dulang tidak bisa dijual.

Dampak dari aksi pemalangan tersebut membuat arus lalu lintas dari arah Jalan Leo Mamiri maupun Jalan Ahmad Yani terpaksa terhenti sementara.

Merespons informasi adanya pemalangan anggota Kepolisian Resor Mimika dipimpin oleh AKP Andhika Aer, Kabag Ops Polres Mimika bergerak cepat ke lokasi. Di TKP polisi memadamkan api serta menghimbau para pendulang membubarkan dari. Seketika itu juga aktivitas arus lalulintas kembali berjalan normal.

Andhika Aer di tengah kerumunan para pendulang menyarankan agar aksi pemalangan itu tidak boleh terjadi lagi.

“Saya minta aksi ini jangan diulangi lagi dan kita akan fasilitasi untuk pertemuan besok (Kamis-red) untuk mengetahui secara pasti persoalannya seperti apa,” ungkapnya.

Sementara para pendulang di hadapan Andhika menyampaikan mereka sudah datang untuk jual hasil dulang ke mereka (pengepul-red) tapi mereka beralasan tidak ada uang.

“Kami perlu tahu alasan yang jelas atau pasti itu seperti apa. Kenapa mereka tidak beli?”ungkap sejumlah pendulang.

Terkait persoalan ini pihak kepolisian berencana memfasilitasi mengadakan pertemuan antara pengepul emas yang selama ini membeli dengan pendulang di Polres Mimika pada Kamis (24/1).

Perlu diketahui masalah serupa pernah terjadi pada Kamis-Minggu, 5-8 April 2018 lalu. Hal ini akibat dari para pemilik toko emas menutup tempat usahanya, maka ratusan para pendulang melakukan aksi secara spontan memalang jalan dengan membakar ban-ban bekas di beberapa titik antara lain, Jalan Ahmad Yani di pertigaan Pin Simpati depan Toko Emas Rizky, pertigaan Kantor POM, pertigaan menuju Gorong-gorong. Kemudian Jalan  Bhayangkara, Jalan Yos Sudarso tepatnya perempatan Bank Papua dan perempatan Pasar Swadaya.

Menanggapi hal ini Luki Mahakena Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Mimika berharap mengatasi masalah tersebut dibutuhkan sikap tegas dari pemangku kepentingan baik dalam hal menjaga kemtibmas maupun kewenangan kebijakan formulasi menjadi satu produk dan kebijakan perdagangan. Dengan demikian hasil-hasil penjualan pendulangan tradisional yang nota bene saat ini sudah menjadi tuntutan pegiat kebutuhan hidup, prinsipnya harus memenuhi standar legalitas atau harus dibuatkan ketentuan normatif perdagangan (demand and supplay) secara ekonomis.

Kepada pegiat pendulang ia juga menyarankan agar diupayakan tidak membuat aksi-aksi mengganggu aktivitas publik. Sebagai warga Mimika perlu sadar dan bersama-sama TNI-Polri ciptakan situasi di daerah ini yang kondusif. (tan/tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.