Presiden Minta Pelaku Pers Tidak Terseret Hoaks

“Ini menunjukan semakin kesini semakin Medsos tidak dipercaya, dan saya sungguh bergembira dan sangat bergembira dengan situasi ini. Selamat kepada saudara insan pers, media arus utama atas kepercayaan masyarakat tergadap bapa ibu saudara-saudari sekalian,”

Tingkat Kepercayaan Media Konvensional di Atas Medsos

Foto: Maurits Sadipun/TimeX
MEDALI – Presiden Jokowi menunjukan Medali Kemerdekaan Pers yang diserahkan oleh Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo didampingi Penanggungjawab HPN 2019, Margiono, Sabtu (9/2).

SURABAYA, TimeX

Presiden Jokowi minta pelaku pers di Indonesia agar tidak terseret hoaks yang kerap disebarluaskan oleh Media Sosial (Medsos).

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Mall, Surabaya, Sabtu (9/2).

Pembukaan HPN ke-73 tahun ini ditandai Presiden Jokowi dengan pemukulan dukduk, alat musik khas asal Madura.

Presiden ketika itu didampingi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantoro, Gubernur Jawa Timur, Dr. Soekarwo, Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi  Prasetyo dan Penanggunjawab Kegiatan HPN 2019, Margiono.

“Di tengah suasana seperti ini, media arus utama (konvensional) dibutuhkan sebagai clearing house (rumah penjernih) indivasi. Keberadaan mereka dibutuhkan sebagai media communication of hoax,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatam tersebut, di hadapan pelaku usaha pers, insan pers, dan juga 35 Duta Besar (Dubes) negara tetangga dan sahabat, serta perwakilan menteri kabinet, Kapolri maupun Panglima TNI, Presiden Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers nasional.

Ia berharap insan pers harus menjadi media arus utama dalam memberitahukan informasi dan klarifikasi yang tepat kepada para pembaca, di tengah maraknya indivasi (kabar negatif) yang berseliweran di media sosial online.

“Saat ini yang vital di media sosial biasa jadi rujukan bagi masyarakat luas. Tak jarang juga, itu jadi rujukan media konvensional atau media konvensional arus utama. Saya bangga kepada insan pers yang bisa memberikan indivasi tepat,” tutur Jokowi.

Ia menambahkan sejalan dengan jaringan internet dan perkembangan media sosial yang sangat tinggi, dimana penggunaan internet yang mencapai 143,26 juta jiwa, 54,68 persen dari total populasi, tercatat 87,13 persen yang mengakses layanan Medsos.

Dan yang viral di medsos biasanya menjadi rujukan, bahkan tidak jarang jadi rujukan media-media konvensional.

Berdasarkan data dari Idemen Trasfesmeter, lanjut Jokowi media konvensional atau media arus utama tetap lebih dipercaya daripada media sosial.

Mantan Gubernur DKI ini menjelaskan dari angkanya pada tahun 2016 menunjukan tingkat kepercayaan terhadap media konvensional 59 persen dibanding 45 persen untuk medsos. Tahun 2017 presentase kepercayaan media konvensional 58 persen dibanding Medsos hanya 42 persen. Kemudian di 2018, media konvensional 63 persen dan Medsos hanya 40 persen.

“Ini menunjukan semakin kesini semakin Medsos tidak dipercaya, dan saya sungguh bergembira dan sangat bergembira dengan situasi ini. Selamat kepada saudara insan pers, media arus utama atas kepercayaan masyarakat tergadap bapa ibu saudara-saudari sekalian,” serunya.

Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan, era digital yang diikuti oleh perkembangan masif media sosial, masyarakat disajikan berlimpahnya informasi.

Sejalan dengan itu, setiap orang bisa menjadi wartawan, bisa menjadi Pemred, kadang menciptakan kegaduhan, ada pula yang membangun ketakutan dan pesimisme.

Di tengah suasana seperti ini, insan media arus utama dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai commucation of hoax dan dibutuhkan untuk bisa memberikan harapan besar kepada bangsa.

“Peran utama media kini semakin penting antara lain, aplikasi dalam menyingkap fakta dan kebenaran, terutama di tengah keganasan pascafakta dan pascakebenaran. Kita wajib mengatasi dampak buruk gejala pascakebenaran dan gejala pascafakta. Media arus utama harus mampu menjaga dan mempertahankan misinya mencari kebenaran, serta membangun optimisme, ketika pemerintah memaparkan tentang capaian pembanguan, tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas,” paparnya.

“Kita harus ikut memanfaatkan capaian pembangunan jangka pendek dan membangun optmisme serta mengajak apa yang harus diperjuangkan bersama. Kalau pemerintah aktif dalam membangun well inform society, janganlah terburu-buru itu dianggap sebagai sebuah kampanye atau pencitraan. Itu adalah bagian dari upaya untuk membentuk masyarakat yang sadar informasi,”  tambahnya.

Untuk itu, ia berharap media harus menjadi amplifair atas informasi tentang pembangunan, termasuk kekurangan yang harus dibenahi bersama-sama.

“Sekali lagi saya ajak pers untuk terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat, mengedukasi masyarakat, meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial, dan kritik-kritik yang konstruktif,” pesannya.

Pemerintah kata Jokowi menjamin prinsip kemerdekan pers dan kebebasan berpendapat, kebebasan yang dipandu oleh tanggung jawab moral, kebebasan yang beretika dan tata krama, sebagaimana diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1990 dan Undang-Undang Penyiaran.

Pada perayaan HPN 2019 kali ini, sejumlah penghargaan diberikan kepada berbagai pihak yang telah berdedikasi dalam perkembangan dunia pers, termasuk pemberian Medali Kemerdekaan Pers kepada Presiden Jokowi.

Kemudian, Anugerah Kepedulian kategori swasta diraih Tomy Winata (Pemilik Artha Graha Group) dan Imam Sudjarwo (Dirut PT Indosiar Visual Mandiri).

Anugerah Kepedulian kategori Instansi Pemerintah diraih Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai ‘Menteri BUMN Peduli Pers’ dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai ‘Menteri Perhubungan Peduli Pers’.

Penghargaan Warta Bakti Utama diraih Oesman Sapta (Ketua DPD RI), Anugrah Perintis Pers diraih Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat) ‘untuk kategori penerapan kompetensi dan sertifikasi wartawan di instansi pemerintah’.

Untuk diketahui, sebelum puncak perayaan HPN, panitia penyelenggara telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Mulai dari seminar, pameran karya pers, launching buku ‘Jurnalisme Ramah Pariwisata’, konvensi media dan masih banyak lainnya.

Pada puncak perayaan HPN 2019 dihadiri kalangan pekerja pers dari Sabang sampai Merauke. (vis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.