Polda Papua Menang Praperadilan dari Dua Pengepul Emas Timika

Foto: Tanto/TimeX
Kolestra Siboro

TIMIKA,TimeX

Polda Papua menang gugatan praperadilan dari dua pengepul emas Timika atas nama Evan Waluyo Rostanaji dan Riski Ariko dalam proses hukum yang sidang praperadilan berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Timika,  Senin (11/2).

Evan Waluyo Rostanaji dan Riski Ariko selaku Pemilik Toko Emas Amolongo dalam gugatan praperadilan dinyatakan bersalah karena bukan pemegang izin usaha pertambangan.

“Kedua tersangka melakukan tindak pidana pertambangan dalam hal menampung dan menjual mineral berharga tanpa legalitas. Dengan demikian proses pemberkasan yang sudah klir dan perkara terhadap kedua tersangka tetap dilanjutkan,” ujar Kombes Pol. Kolestra Siboro, SH selaku  Kabid Penegakan Hukum Polda Papua sekaligus Ketua Tim Bantuan Hukum Polda Papua saat ditemui Timika eXpress di Kantor PN Timika, Senin (11/2).

Ia menyebutkan dengan dasar gugatan praperadilan yang dimenangkan Polda Papua, mengisyaratkan bahwa para penampung emas ilegal di Timika dapat dipidana, sebagaimana  proses hukum yang sedang dijalani pemilik Toko Emas Rizky di Sulawesi Selatan.

“Bisa, ya bisa saja (penampung emas di Timika diproses hukum). Dan ini erat kaitannya dengan pihak pemerintah. Sebenarnya pihak pemerintah yang harus lebih pro aktif,” kata Siboro.

Terkait hal tersebut, Siboro menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Mimika segera melihat permasalahan ini secara komprehensip dengan menelurkan regulasi sebagai payung hukum untuk melindungi masyarakat dan pembeli emas dalam transaksi jual beli emas.

Pasalnya, ribuan pendulang emas di kawasan tambang PT Freeport Indonesia dalam usahanya selama ini adalah mempertahankan hidup demi kebutuhan ekonomi.

“Kami minta pemerintah harus pro aktif lihat permasalahan dan kondisi masyarakat, khususnya pendulang yang terus melakukan aktivitas, dengan begitu transaksi jual beli emas pun pasti terus berlangsung. Padahal yang punya izin khusus penambangan hanyalah PT Freeport Indonesia, sehingga ini harus dicermati baik,” tukasnya.

Perlu diketahui kedua tersangka dalam kasus ini ditangkap tanggal 19 Desember 2018 di Toko Emas Amolongo lantaran ketahuan membawa logam emas ke luar Timika dalam jumlah banyak. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.