Dishub Mimika Kelola DAK Fisik Rp5 Miliar Lebih

“Jadi nanti kami pengadaan micro bus dua unit, mobil kijang open cup dua unit, tambatan perahu satu unit dan bus air satu unit”

TIMIKA,TimeX

Pada tahun 2019 ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika kelola Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp5 miliar lebih. Besaran dana ini untuk pengadaan moda transportasi darat dan laut.

Foto: Dok./TimeX
Yan Selamat Purba

“DAK nanti kami ada pengadaan bus air kapasitas 20 seat, micro bus, mobil open cup dan tambatan perahu,” tutur Yan Selamat Purba Plt Kepala Dishub saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (15/2).

Yan mengatakan pembangunan sarana transportasi di Kabupaten Mimika baik untuk moda transportasi darat, laut dan udara masih perlu ditingkatkan lagi demi mendukung percepatan pertumbuhan industri dan perdagangan.

Ketersediaan sarana transportasi darat lanjut Yan, yang perlu ditingkatkan di Mimika seperti marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan lain sebagainya. Begitu juga dengan sarana transportasi udara yang perlu ditingkatkan seperti perluasan lapangan terbang dan lain sebagainya.

Sedangkan sarana transportasi laut juga perlu mendapat penanganan serius dari pemerintah adalah pengadaan bus air dengan rute dari distrik-distrik ke kota.

“Jadi nanti kami pengadaan micro bus dua unit, mobil kijang open cup dua unit, tambatan perahu satu unit dan bus air satu unit,” tutur Yan.

Keberadaan perhubungan tugasnya merangkai transportasi dari titik terdalam atau terjauh yakni desa. Pembangunan sarana transportasi ini tentu menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Seperti kemarin kami sudah serahkan long boad dengan mesin 25 PK ke kampung-kampung. Tujuan supaya digunakan hanya dari kampung ke distrik saja, nanti ke distrik ke kota menggunakan bus air yang akan diadakan tahun ini,” ujarnya.

Dengan pengadaan sarana transportasi ini ia berharap bisa menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat tinggal di daerah terpencil atau kampung-kampung agar dimudahkan dalam memasarkan hasil laut atau pertanian ke kota guna mendukung ekonomi keluarganya.

“Di pesisir ini kebanyakan penghasilannya dari hasil tangkapan laut. Hanya saja terkendala dengan transportasi untuk memasarkan hasil tangkapannya ke kota,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.