Selamat Jalan Tiga Patriot

TIMIKA,TimeX

Foto: Ist.
Serda Suswanto

Masyarakat Indonesia turut berduka cita yang mendalam dan mengucapkan selamat jalan kepada tiga patriot terbaik bangsa yang telah gugur dalam aksi baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mugi pada Kamis (7/3). Pembela tanah air ini tergabung dalam Satgas Nanggala yang berjumlah 25 orang.

Rasa duka dan terharu ini paling dirasakan oleh keluarga besar TNI maupun keluarga dari Serda Mirwariyadin (25) asal NTB, Serda Yusdin (23) asal Palopo dan Serda Siswanto Bayu Aji (24) asal Jawa Tengah.

Tiga prajurit sudah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Ketiganya diterbangkan dari Bandara Mozes Kilangin pada Jumat (8/3) setelah sempat disemayamkan di Batalyon 754/ENK/3 Kostrad. Ketiganya juga pada Kamis telah divisum oleh dokter RSUD Mimika.

foto: Ist.
Serda Mirwariyadin

Kolonel Inf Muhammad Aidi Kapendam XVII/Cenderawasih dalam jumpa pers di Koramil Kota 1710/01 Mimika mengungkapkan pada pukul 10.30 WIT Serda Mirwariyadin dan Serda Siswanto Bayu Aji telah diterbangkan menggunakan pesawat Garuda dengan rute Timika – Denpasar – Jakarta. Kemudian pukul 12.00 WIT, Serda Yusdin diterbangkan menuju Makassar menggunakan maskapai Sriwijaya Air.

“Ketiga prajurit yang gugur ini akan disambut oleh masing-masing kesatuan wilayah yang ada di sana,”kata Aidi.

Tiga prajurit yang gugur ini jelasnya saat ditembak ketika menjalankan tugas mengamankan rute yang akan dilalui oleh pasukan akan masuk ke Nduga dalam rangka pengamanan pembangunan infrastruktur.

Ia memastikan pelaku penembak kelompok Egianus Kogoya yang selama ini memang menguasai Kabupaten Nduga dan melakukan berbagai tindakan kekerasan, termasuk pembantaian terhadap karyawan PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 lalu.

Pada saat diserang mengakibatkan tiga prajurit gugur katanya anggota TNI lainnya membalas perlawanan semaksimal mungkin dan berhasil memukul mundur KKB.

Dari hasil kontak tembak tersebut katanya TNI berhasil mendapatkan lima pucuk senjata dan belum dapat identifikasi jenis senjata apa.

Foto: Ist.
Serda Yusdin

Selain temukan lima pucuk senjata juga temukan satu mayat KKB. Namun belum bisa diidentifikasi identitasnya. Diperkirakan setidaknya ada tujuh hingga sepuluh orang KKB tewas tapi mayatnya dibawah kabur oleh mereka sendiri.

Ia menegaskan adanya kejadian ini TNI tidak akan mundur satu langkahpun dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur.

“Kalau ada teror itu risiko, dan kita akan hadapinya. Jadi dalam kondisi tersebut TNI selalu tampil sebagai garda terdepan untuk melanjutkan pembangunan. Nanti setelah situasi aman dan terkendali kita akan serahkan kembali kepada sipil,” ungkapnya.

Situasi saat ini lanjutnya sudah kondusif dan aktivitas masyarakat tidak terganggu, karena pada saat kejadian lokasinya itu jauh dari pemukiman.

“Pasukan TNI yang ada di sana sedang melaksanakan konsolidasi dan mempelajari situasi ke mana arah pelarian KKB. Jadi pengejaran yang dilakukan itu bukan berarti mengejar tanpa arah. Tapi kita pelajari situasi, karena mereka (KKB) yang kuasai medan,” jelasnya.

Selain itu perwira melati tiga ini menyayangkan adanya isu hoax yang berdar bahwa sebelum kejadian terlebih dahulu malam hari pos TNI sudah diserang.

“Saya klarifikasi bahwa itu semua tidak benar. Sebab di sana tidak ada pos, yang ada TNI baru tiba pagi harinya di Distrik Mugi. Selain itu ada isu yang berkembang seperti senjata kita dirampas, kemudian ada isu bahwa ada 25 anggota TNI yang gugur. Saya sampaikan lagi bahwa itu semua tidak benar. Kita tidak pernah menyembunyikan anggota yang gugur, kalau kita sembunyikan maka kita akan didemo oleh keluarganya,” katanya.

Serda Mirwariyadin dengan NRP 21150184631093 Jabatan Babakduk unit 1/2/2/14, Serda Yusdin NRP 21150175490396 Jabatan Barintis Unit 3/2/3/14, dan Serda Siswanto Bayu Aji NRP 21160168880494 Jabatan Bakes Den 1/14. (tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.