600 TNI Diingatkan Jangan Lengah di Daerah Operasi

“Jangan buat masyarakat takut. Karena mereka adalah saudara kandung kita, yang ibu kandungnya adalah ibu pertiwi. Jadi jangan sampai ada prajurit kita yang salah kata kepada mereka. Kita boleh beda dalam segi fisik tapi di dalam honai besar Negara Kesatuan Republik Indonesia kita adalah satu”

Foto: Tanto/TimeX
SALAMAN – Kolonel Inf J Binsar P Sianipar Komandan Danrem 172 PWY bersalaman dengan prajurit Yon Zipur 8 SMG dan Yonif Para Raider 431 SSP Kostrad usai upacara penerimaan di atas KRI dr Soeharso-990 Satuan Kapal Bantuan (Satban)/Kapal Rumah Sakit Apung TNI Koarmada ll di Dermaga Cargodock-Portsite PTFI Jalan  Amamapare MP 05, Sabtu (9/3).

TIMIKA,TimeX

Kolonel Inf J Binsar P Sianipar Komandan Korem (Danrem) 172/PWY mengingatkan kepada 600 prajurit TNI Yon Zipur 8/SMG dan Yonif Para Raider 431/SSP Kostrad supaya jangan lengah dalam bertugas di daerah operasi di Kabupaten Nduga.

“Saya sampaikan bahwa wilayah atas di tempat kalian bekerja nanti, sekarang banyak dinamika. Ini pergerakan KKSB luar biasa, dan sekarang mereka lagi persiapkan kekuatan di tempat kalian bekerja. Mereka sudah tahu semua kalian mau datang dan mereka sudah siap menyambut kalian. Oleh karena itu saya minta kalian harus siap dan jangan lengah. Kalau tidak nanti jadi korban,” pesan Binsar pada arahan  upacara penerimaan 600 personil yang tergabung dalam Satgas pembangunan jembatan dan jalan Trans Papua pada Sabtu (9/3).

Prosesi menerimaan ini berlangsung di atas KRI dr Soeharso-990 Satuan Kapal Bantuan (Satban)/Kapal Rumah Sakit Apung TNI Koarmada ll di Dermaga Cargodock-Portsite PTFI Jalan  Amamapare MP 05.

Danrem juga berpesan selama berada di tempat tugas harus selalu membangun koordinasi baik dengan masyarakat setempat.

“Jangan buat masyarakat takut. Karena mereka adalah saudara kandung kita, yang ibu kandungnya adalah ibu pertiwi. Jadi jangan sampai ada prajurit kita yang salah kata kepada mereka. Kita boleh beda dalam segi fisik tapi di dalam honai besar Negara Kesatuan Republik Indonesia kita adalah satu,” pesannya.

Ia mengatakan tugas dua Satuan Setingkat Batalyon (SYY) ini membangun jembatan dan melakukan pengamanan.

“Jadi Yon Zipur 8/SMG yang akan melaksanakan pekerjaannya. Sedangkan Yonif Para Raider 431/SSP Kostrad melakukan pengamanan. Paling tidak dari 31 jembatan ini setengahnya bisa diselesaikan akhir tahun ini,” ungkapnya.

Untuk pengerjaannya katanya akan dilakukan secara pararel. Yakni dua sektor dimana sektor pertama dimulai dari wilayah Kenyam, Batas Batu sampai Mumugu, kemudian sektor dua itu mulai dari Mbua sampai wilayah Paro.

Saat ini lanjutanya sedang koordinasi ke Mabes TNI agar penambahan Zipur untuk mempercepat proses pengerjaan. “Sebenarnya Sabtu pasukan sudah digeser ke lokasi pengerjaan. Namun karena ada dinamika sehingga diberangkatkan pada Minggu (10/3),” ujarnya.

Pasukan ini akan bertugas sesuai waktu normal sembilan bulan. Namun kalau ada perkembangan bisa bertambah satu atau dua bulan. Maksimal satu tahun. (tan)

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.