Polisi Musnahkan 640 Liter Milo, Selamatkan 450 Jiwa di Mimika

TIMIKA,TimeX

Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Mimika berhasil memusnahkan 640 liter minuman keras (miras) lokal jenis sopi dari penyulingannya di Kota Timika pada Rabu (6/3) lalu.

Foto: Tanto/TimeX
BARANG BUKTI – Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto didampingi Kasat Reskrim AKP I Gusti Agung Ananta dan Kasat Narkoba Iptu Laurensius Kordiali saat konferensi pers, Senin (11/3) di Kantor Pelayanan Polres Mimika menunjukan barang bukti dalam konferensi pers pada Senin (11/3).

Dengan berhasil memusnahkan 600-an liter miras milik tersangka YL alias Uco dan OD alias Odang, serta MN alias Moni di kawasan hutan di belakang Kantor Pertanian, Kilometer 7, jajaran Polres Mimika telah menyelamatkan 450 jiwa di Mimika.

Dimana ketiga tersangka yang diamankan di lokasi berbeda mengaku mulai membuat dan memasarkan miras lokal di Kota Timika dan sekitarnya sejak Bulan Desember 2018.

“Artinya baru tiga bulan berjalan. Dananya itu mereka patungan Rp6 juta untuk sekali suling dengan target penghasilannya Rp24 juta perbulan. Dari hasil itu dibagi masing-masing Rp 4,5 juta dan sisanya untuk modal,” jelas Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto didampingi Kasat Reskrim AKP I Gusti Agung Ananta dan Kasat Narkoba Iptu Laurensius Kordiali saat konferensi pers, Senin (11/3) di Kantor Pelayanan Polres Mimika.

Kapolres menyebutkan tersangka YL dan OD tertangkap tangan sedang memproduksi miras lokal di hutan belakang Kantor Pertanian KM 7 pada Rabu (6/3) sekira pukul 18:00 WIT.

Sedangkan tersangka MN merupakan seorang wanita paruh baya ditangkap  di lokasi Stadion Wania Imipi Kelurahan Kamoro Jaya SP1 sekira pukul 20:30 WIT di hari yang sama.

Ketiganya memiliki peran yang berbeda. YL dan OD berperan sebagai pembuat, sementara MN sebagai penyuplai bahan baku pembuatan miras dan juga mengedarkan miras.

“Selain mereka tiga, masih ada satu yaitu IM alias Ishak masih buron,” ujar Kapolres.

Dari lokasi pengulingan polisi berhasil mengamankan empat drum dan delapan jerigen ukurun lima liter berisikan miras lokal siap edar dengan total keseluruhan 640 liter.

“Semua barang bukti itu dimusnahkan dengan cara dibakar langsung di lokasinya karena medan sulit dan tidak memungkinkan dievakuasi. Hanya kita sisahkan delapan jerigen sebagai barang bukti untuk proses hukum,” tutur Agung.

Lanjut Agung barang bukti yang dimusnahkan waktu itu empat buah drum berisi 160 liter bahan vermentasi siap disuling, sebuah drum tempat penyulingan, 2 buah pipa plastik penyulingan masing-masing berukuran panjang 10 meter, dan 1  unit rumah tempat penyulingan.

Selain barang bukti miras lokal diamankan pula 1 unit sepeda motor Honda Revo warna hitam dengan DS 2679 MM, 1  unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru dengan nomor polisi DS 2099 MS.

Lainnya 1 buah handphone merek Nokia serta 1 buah handphone merek Vivo F91 wama hitam dengan namor sim card.

Terhadap proses hukum kasus ini Agung menegaskan tersangka YL, OD dan MN dijerat dengan pasal berlapis sebagai bukti komitmen Kepolisan untuk memerangi miras. Sebab miras merupakan pintu gerbang masuknya kejahatan lain yang membahayakan bagi keamanan umum manusia dan barang.

Tindak pidana perlindungan konsumen dan tindak pidana pangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 62 ayat (1) Pasal 8 ayat (1) UU RI No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 140 UU RI No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Kita kenakan pasal berlapis karena ini bukti komitmen kita memerangi peredaran dan penjualan miras di Timika dan sekitarnya. Kita ketahui di Mimika atau sebagian besar wilayah di Papua, miras adalah musuh utama,” tegas mantan Kapolres Jombang, Jawa Barat ini.

Pasalnya, pembuatan miras lokal ini tidak ada komposisi yang jelas karena melalui proses laboratorik yang higienis.

“Ini berbahaya apabila dikonsumsi oleh masyarakat, oleh karenanya kita dari awal sudah berkomitmen untuk menghilangkan praktek-praktek pembuatan miras,” tandasnya. (tan)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.