Imigrasi Mimika Deportasi 12 WNA Asal Cina dan Korsel

TIMIKA,TimeX

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika telah mendeportasi terhadap 12 Warga Negara Asing (WNA) ke negara asalnya di Cina dan Korea Selatan, Rabu (13/3). Deportasi ini melalui Bandara Mozes Kilangin menggunakan Garuda menuju Sukarno-Hatta Jakarta.

Foto: Rina/TimeX
KONFERENSI PERS – Jesaja Samuel Enoch Kepala Imigrasi TPI Mimika saat memberikan keterangan dalam konferensi pers tentang deportasi 12 WNA di Bandara Mozes Kilangin pada Rabu (13/3).

Jesaja Samuel Enoch Kepala Imigrasi TPI Mimika kepada wartawan pada saat konferensi pers di ruang tunggu Bandara Mozes Kilangin saat itu menjelaskan 12 WNA ini merupakan pelanggar tindak pidana keimigrasian penyalahgunaan izin tinggal yang terdapat dalam Pasal 122 huruf (a) UU RI No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Mereka terlibat sebagai penambang emas ilegal di Kabupaten Nabire  tahun 2018 lalu.

Jesaja menjelaskan ke 12 WNA tersebut telah divonis bersalah sesuai putusan Pengadilan Negeri Nabire No. 100–102/Pid.Sus/2018/PN.Nab tertanggal 12 Desember 2018. Bahkan mereka juga telah menjalani masa hukuman selama lima bulan 15  hari dan denda Rp.10.000.000.

Berikut 12 WNA tersebut yaitu terdiri dari 11 WNA China yakni Wu Jiming, Wu Jiang, Li Shihong, Li Changfu, Li Yuling, Luo Yubing, Tang Gang, Ouyang Weishan, Gong Xiaojun, Wu Xiaoming, Yang Enlong, dan satu orang warga negara Korea Selatan atas nama Go Seong Yong.

Kedua belas WNA tersebut ujarnya telah selesai menjalani hukuman pada Senin, 11 Maret 2019. Hal ini dibuktikan surat lepas dari Lembaga Pemasyarakatan Nabire nomor W30.EH.PK.01.01.01-208–219. Dan telah diserahterimakan dari Lapas Nabire kepada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika pada hari yang sama.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku jelasnya, maka Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika wajib mendeportasi ke negara asalnya melalui TPI Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan nama mereka dimasukkan ke dalam daftar penangkalan.

Selain 12 WNA itu Jesaja juga menyebutkan saat ini ada sembilan WNA lainnya masih menjalani sisa hukuman. Mereka terdiri dari empat WNA asal Jepang berinisial TH, KI, YT dan HK dan lima WNA asal Tiongkok yakni LX, ZS, EY, MJ dan HY. Mereka baru akan dideportasi setelah selesai menjalani masa hukuman. Namun Jesaja tidak menyebutkan kapan masa tahanan mereka berakhir.

Ia juga membenarkan masih ada WNA yang terindikasi melakukan aktivitas penambangan di Nabire. Dan sementara ini pihaknya tengah bekerja untuk terus memberikan pengawasan. “Dan tentunya kami dapat bekerja sama dengan Kantor Imigrasi terkait untuk mengawasi hal ini,” katanya.

Ia menambahkan berdasarkan UU RI No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian terhadap WNA yang pernah dideportasi ada batas waktu yang diberikan baru boleh kembali ke Indonesia. Yaitu enam bulan dan bahkan paling lama satu tahun dan itu dapat diperpanjang, tentunya dari penjamin untuk membuat pencabutan permohonan.

“Setelah  itu mereka boleh datang lagi ke Indonesia dan jika ditemukan melakukan kesalahan yang sama, maka akan ditindak sesuai dengan perbuatan mereka sesuai pasal yang ada,” ujarnya. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.