Pemkab Mimika Tutup SMPN 13

“Waktu perang kemarin kan masyarakat minta kita buka sekolah. Itu jamannya kepala dinas pa Nilus. Dan sekolah sudah berjalan dan sudah mantap, tetapi setelah pergantian pejabat ibu kadis Jenny Usmani ini naik lalu main tutup saja. Mereka mau taruh sekolah ini di kota, saya bilang tidak itu sekolah permintaan masyarakat. Jadi tidak boleh dipindahkan ke mana-mana”

TIMIKA,TimeX

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan Dasar (Disdik) secara resmi telah menutup aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SMP Negeri 13 yang berlokasi di  Kelurahan Karang Senang SP3, Distrik Kuala Kencana.

Foto: dok./TimeX
Jenny  Ohestina Usmani

Jenny  Ohestina Usmani, Kepala Dinas Pendidikan, menjelaskan penutupan sekolah tersebut lantaran jumlah muridnya sangat sedikit dan tidak memenuhi syarat layaknya sebuah civitas pendidikan.

Dengan ditutupnya SMP Negeri 13, maka para pelajarnya telah dipindahkan dan melanjutkan KBM di SMP Negeri 12.

“Iya, sudah kami tutup karena pada saat kami tinjau dan lakukan kajian terhadap sekolah itu muridnya sedikit sekali,” ujar Jenny saat dihubungi Timika eXpress via ponselnya, Kamis (14/3).

Bahkan Jenny juga mempertanyakan guru-guru yang mengajar di sekolah itu sebab pihaknya selama ini tidak pernah menugaskan guru-guru untuk mengajar di sekolah tersebut.

“Kami tidak pernah tugaskan guru di sana. Begitu juga kepala sekolah, kami dinas tidak pernah angkat dia jadi kepala sekolah di SMP Negeri 13. Dia itukan guru di SMP Negeri 5,” tutur Jenny.

Menurut mantan Kepala Sekolah Kolose Pendidikan Guru (KPG) Mimika secara aturan dalam satu rayon tidak diperbolehkan berdiri beberapa sekolah, jika harus maka rombongan belajar harus banyak.

“Di situ juga ada SMP Negeri 3, sedangkan di Kwamki Narama juga ada SMP Negeri 9 dan di antaranya juga ada SMP Negeri 4,” katanya.

Keberadaan sekolah itu lanjutnya dibuka sejak jaman kepala Dinas Pendidikan sebelumnya. Bahkan SMP Negeri 13 inipun belum memiliki gedung sekolah.

“Dari awal memang saya tidak setuju sekolah itu dibangun. Karena jumlah rombongan belajarnya sedikit. Apalagi di satu rayon ada beberapa sekolah,” katanya.

Penertiban ini ujarnya tidak berlaku saja untuk SMP Negeri 13, namun berlaku juga sekolah-sekolah lain memang rombongan belajarnya sedikit. Saat ini tim dari Disdik terus turun peninjauan dan mengevaluasi langsung di lapangan.

“Jadi tidak hanya sekolah negeri saja yang kami tutup tetapi sekolah swasta juga. Karena pemerintah ini harus memastikan pelayanan pendidikan kepada pemberi pelayanan seperti sekolah ini kepada murid harus baik,” tegasnya.

Sementara  Mathius Yanegga Anggota Komisi A DPRD Mimika menyayangkan keputusan yang diambil oleh Dinas Pendidikan menutup sekolah itu.

Ia menyarankan kepada Disdik dapat mempertimbangkan lagi keputusan tersebut.

“Saya sayangkan inikan sekolah negeri kenapa harus ditutup. Apalagi sekolah ini sudah beroperasi cukup lama,” katanya kepada Timika eXpress via ponselnya, Kamis (14/3).

Sementara Yakub Kenelak Kepala SMP Negeri 13 menjelaskan sekolah tersebut dibuka pada tahun 2014 sebagai jawaban atas permintaan masyarakat.

“Waktu perang kemarin kan masyarakat minta kita buka sekolah. Itu jamannya kepala dinas pa Nilus. Dan sekolah sudah berjalan dan sudah mantap, tetapi setelah pergantian pejabat ibu kadis Jenny Usmani ini naik lalu main tutup saja. Mereka mau taruh sekolah ini di kota, saya bilang tidak itu sekolah permintaan masyarakat. Jadi tidak boleh dipindahkan ke mana-mana,” jelasnya saat ditemui dihubungi Timika eXpress via  ponselnya, Kamis (14/3).

Ia mengatakan dengan ditutupnya sekolah ini ada guru yang sudah dipindahkan ke SMP Negeri 9. Ini bukan solusi yang baik, karena sekolah tersebut sudah memiliki anak-anak cukup banyak dan KBM sudah berjalan cukup lama.

“Sekolah kami memang baru sampai kelas dua saja, dan saat ini jumlah muridnya yang aktif 50 orang,” katanya.

Atas situasi ini ia berharap agar pihak DPRD bisa mencari solusi agar tidak boleh sampai ditutup. “Kami tidak ingin anak-anak dialihkan ke sekolah lain, karena ini sekolah negeri. Kalau yayasan ya tidak apa-apa,”  katanya. (a30)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.