HIPMI Mimika Ajak Mahasiswa STIE JB Berwirausaha

TIMIKA,TimeX

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Mimika mengajak mahasiswa-mahasiswi STIE JB berwirausaha.

Ajakan ini terungkapkan dalam talk show bertajuk ‘Memperkuat Jiwa Wirausaha Milenial Dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital” berlangsung dalam kegiatan goes to campus di STIE JB, Jumat (15/3).

Foto: Santi/TimeX
FOTO BERSAMA – Seluruh mahasiswa STIE JB foto bersama pengurus BPC Hipmi Mimika dan narasumber Budi Sultan, Ketua II BPD Hipmi Papua, Indra Prasetya Ketum BPC Hipmi Mimika usai tolk show, Jumat (15/3).

Talk show ini menghadirkan narasumber Budi Sultan Ketua II BPD Papua HIPMI. Budi Sultan merupakan pengusaha sukses dan terkenal pemilik PT Indo Papua. Narasumber lainnya Indra Prasetya Ketum BPC HIPMI Mimika.

Indra Prasetya menjelaskan ini program besar dari Ketum Hipmi karena tujuan akhir untuk bisa mencapai target lima persen pengusaha di seluruh Indonesia. Karena sekarang baru tiga persen dan yang paling potensial adalah mahasiswa dan SMA-SMK.

“Jadi, nanti juga ada program goes to school. Hanya saja sekarang lebih fokus ke mahasiswa yang selangkah lagi masuk ke masyarakat dan siap menjadi pengusaha. Mau berusaha pasti bisa,” katanya.

Kadang menurutnya kelihatan begitu susah memulai tetapi sebenarnya harus berani maju karena menjadi pengusaha itu masih banyak peluang untuk menggarap potensi di Timika dan seluruh Papua.

“Jadi, jangan bilang dulu susah tetapi berusaha saja dulu,” tutur Indra.

Di Papua ini sangat amat berpotensial sekali untuk dunia usahanya. Apalagi Timika jumlah penduduknya 200 ribu orang dan ada tambang emas di dunia, belum lagi ada trans Papua yang membuka akses ke kabupaten tetangga sehingga peluang-peluang usaha sangat besar.

Selain memotivasi membuka usaha sendiri ia juga memesan jika bekerja dengan orang maka tunjukkan totalitas kalian, tanggung jawab dalam pekerjaan itu harus bisa.

Dalam bekerja selalu beranggapan bahwa perusahaan itu milik sendiri hanya dengan begitu maka perusahaan tidak akan rugi karena karyawan akan dengan giat bekerja.

“Karena kalau tidak bertanggungjawab maka lama-lama perusahaan akan rugi dan kita sebagai karyawan juga rugi kehilangan pekerjaan,” katanya.

Bahkan ia membagikan kisah suksesnya meniti karir kuliah sambil bekerja di toko.

“Karir saya dulu kuliah sambil kerja di toko. Saya kerja tiga setengah tahun. Setelah lulus kuliah melamar kerja di Indomart. Selama dua tahun setelah itu pindah ke Papua dan membuka usaha sendiri sampai sekarang,” kenang Indra.

Indra juga terlahir dari keluarga semuanya pengusaha. Mungkin lahir besar dari lingkungan itu katanya sedikit banyak menanamkan mindset juga untuk harus menjadi pengusaha, tetapi itu tidak semata-mata menjadi poinnya. Melainkan punya jiwa yang berani dan kuat, karena pasti akan merasa tertantang untuk bisa sukses menjadi pengusaha. Jika sudah tertantang maka sudah punya jiwa usaha.

Menurutnya tantangan terberat adalah di era digital seperti usaha travel itu belum ada traveloka. Dulu orang senang membeli tiket langsung di travel agen, tetapi seiring majunya teknologi maka muncul traveloka, jualan online menjadi tantangan tersendiri dalam berbisnis.

Namun ia mengingatkan meskipun pada era digitalisasi ini jangan membuat semua usaha yang dirintis menjadi lemah tetapi mesti memandang menjadi peluang baru untuk bisa lebih maju dalam berusaha.

Sementara Budi Sultan dalam materinya mengajak mahasiswa harus siapkan mental. Menjadi seorang pengusaha harus mempunyai modal nekat dan jika sudah berjalan maka keuntungannya harus disisihkan untuk pengembangan lagi, membuat laporan keuangan yang jelas agar diketahui untung dan ruginya.

“Orang bisa berhasil ketika dimulai dari nol. Banyak juga yang menjadi pengusaha sukses tetapi studi akhirnya bukan di bidang itu. Kuliah lain tapi jadi pengusaha. Maka kalian juga bisa bukan berarti kalian kuliah ekonomi, jadi harus kerja di kantoran atau perusahaan, tapi kalau kemauan maka bisa jadi pengusaha sukses,” jelas Budi.

Selain itu harus bersikap professional. Semua orang lahir dengan bakat masing-masing tinggal bagaimana masing-masing orang berusaha mengembangkan potensi diri yang dipunyainya. Karena kalau mau berusaha pasti ada jalan untuk berhasil.

Budi juga mendorong kedepan pengusaha itu lebih banyak wanita. Namun sebagai wanita saat ini jangan berkecil hati karena kebanyakan pengusaha adalah laki-laki tetapi ia menyakini kedepan pasti wanita akan berdiri di depan.

Di Papua ujarnya potensi bisnis 100 tahun kedepan juga masih punya peluang. Apa yang dilakukan masih sangat berpotensi dari Pulau Jawa. Jadi memang punya niat mau buka usaha masih terbuka lebar peluang usahanya.

Memasuki era digitalisai ujarnya jangan menjadi market tetapi harus menjadi produsen.

Kepada mahasiswa ia berpesan belajar dengan baik kalau mau berusaha harus manfaatkan momentum ini karena setelah lulus pasti kalian akan terpakai.

‘Memang era digitalisasi sangat berpengaruh karena sekarang sudah serba teknologi, tinggal kita manfaatkan era itu dengan pekerjaan kita,” ungkapnya. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.