Belum Bayar Honor Tiga Staf, Sekretariat Panwaslu Distrik Wania Ditutup

“Sesuai hasil pertemuan kami dengan kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Mimika bahwa hak-hak kami semua akan dibayar sekitar Hari Kamis atau Jumat minggu kemarin. Namun sampai saat ini honor tiga staf kami belum juga dibayarkan”

TIMIKA,TimeX

Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Distrik Wania ditutup terhitung, Senin (18/3). Penutupan ini sebagai bentuk protes atas belumnya dibanyarkan honor tiga staf sekretariat Panwaslu selam dua bulan, Januari-Februari 2019. Ketiga orang itu terdiri dari dua operator dan seorang pramusaji. Besaran honor untuk operator perorang sebulan Rp1,2 juta dan pramusaji Rp1 juta. Sehingga total untuk tiga orang itu ada Rp6,8 juta.

Foto: Kristina/TimeX
TUTUP – Sekretariat Panwaslu Distrik Wania ditutup, Senin (18/3).

“Sesuai hasil pertemuan kami dengan kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Mimika bahwa hak-hak kami semua akan dibayar sekitar Hari Kamis atau Jumat minggu kemarin. Namun sampai saat ini honor tiga staf kami belum juga dibayarkan,” terang Ketua Panitia Distrik (Pandis) Wania Jaconis Manusiwa kepada Timika eXpress di Sekretariat Pandis Wania, Senin (18/3).

Ia menyayangkan dengan belum dibayarkan hak kegita stafnya selama dua bulan padahal mereka telah bekerja.

“Saat kami rapat dengan staf sekretariat Bawaslu Mimika tindaklanjutnya yang dibayar adalah kami panwaslunya, sementara tiga staf yang diperbantukan untuk membackup tugas kami di Pandis belum. Jadi ketika saya sebagai pimpinan saya dapat baru staf saya tidak dapat, itu kan kurang bagus, sehingga kami sepakat untuk tutup saja,  tunggu sampai bayar staf punya gaji baru kami buka lagi,” jelasnya.

Menurut informasi ujarnya gaji tiga staf yang harus dibayar perbulan perorang masing-masing besarannya Rp1,2 juta untuk operator dan pramusaji sebesar Rp1 juta perbulan.

Bahkan ia mempertanyakan apa penyebabnya sehingga ketiga stafnya belum dibayarkan.

“Kenapa staf di tempat lain sudah dibayar sedangkan kami ini belum? Lalu selama ini distrik yang berjalan dalam menunjang semua kegiatan adalah Wania dengan stafnya,” tegasnya.

Ia menegaskan sekretariat ini baru kembali dibuka setelah hak-hak ketiganya dibayarkan.

Bahkan dirinya memastikan dengan ditutupnya sekretariat pandis sudah otomatis mengganggu tahapan pemilu khususnya tahapan Perekrutan Pengawas Tempat Pemunguta Suara (PTPS).

Sebab staf yang belum dibayar ini juga temasuk dalam kelompok kerja perekrutan PTPS. Di mana saat ini juga pokja PTPS sendiri tidak ada dana.

“Jadi kalau pokja juga tidak dibayar, gaji mereka juga tidak dibayar lalu bagaimana mereka mau datang ke secretariat. Dan bagaimana mereka mau efektif untuk melakukan aktifitas di sini selama dua bulan ini,” tuturnya.

Ia berharap adanya aksi penutupan secretariat mendapat perhatian dari kepolisian untuk turun melihat hal-hal yang menurut mereka sangat tidak masuk akal.

“Uang itu ada tapi kenapa tidak dibayarkan semua. Alasannya apa kami tidak tahu. Kami harap bisa segera dibayarkan,” katanya.

Seperti dilihat pada puntu pagar besi tergantung kertas HVS putih A4 dua lembar dilem sambung. Pada HVS itu tertulis ‘Sekretarit Distrik Wania Ditutup, Staf Belum Digaji 2 Bulan’. (a33)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.