Freeport Latih Ibu-ibu Lima Kampung Kelola Keuangan Keluarga

TIMIKA,TimeX

Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Community Development PTFI memberikan pelatihan dasar pengelolaan keuangan keluarga bagi ibu-ibu kelompok binaan dari lima kampung, Kamis (28/3). Kelima kampung yakni Koperapoka, Nawaripi, Nayaro, Ayuka dan Tipuka.

Foto: Santi/TimeX
PELATIHAN –  Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Community Development PTFI memberikan pelatihan dasar pengelolaan keuangan keluarga bagi warga yang merupakan ibu-ibu kelompok binaan dari lima kampung, Kamis (28/3).

Pelatihan ini dipusatkan di Kantor Koperasi Maria Bintang Laut kompleks Keuskupan Timika menghadirkan narasumber dari SME dan SLD.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kestabilan ekonomi rumah tangga masyarakat binaan dari lima kampung. Selain itu menambah wawasan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan dan membantu menyusun perencanaan dan keseimbangan antara pendapatan dan belanja rumah tangga.

Terselenggaranya pelatihan ini atas kerjasama dengan Gereja Katolik Keuskupan Timika dan Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, yang merupakan bagian dari penguatan program ekonomi yang sudah dijalankan sejak 2017.

Program ini juga sebagai lanjutan dari program yang berjalan sebelumnya dalam upaya masyarakat binaan memperoleh peningkatan pendapatan. Dalam tahapan penguatan ini dilanjutkan dengan pendampingan pengelolaan pendapatan yang mereka peroleh.

Yohanes Bewahan Manager CED PTFI mengatakan kegiatan pengembangan ini berdasarkan program ekonomi yang sudah berjalan sejak dua tahun berturut-turut.

Ini sebagai bentuk komitmen Freeport yang tidak pernah berubah untuk mensejahterakan masyarakat dimulai dari ekonomi dan penguatan rumah tangga.

Pelatihan ini ujar Yohanes  sangat diperlukan karena mama-mama merupakan ujung tombak keluarga sangat mengetahui bagaimana suami dan anak-anak dalam mengatur ekonomi keluarga patut diperhatikan baik.

Seorang ibu katanya adalah orang yang memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga tidak hanya melahirkan anak tapi juga pengatur ekonomi keluarga. Maka seorang ibu harus bisa mengatur dan menyisikan uang dimilikinya untuk hari esok termasuk masa depan anak dan keluarga.

Melalui pelatihan ini ia berharap dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari dalam sebuah keluarga mereka.

“Tidak hanya Freeport saja programnya seperti ini. Tetapi ada juga dari pemerintah yakni Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan. Dalam kegiatan ini juga diberikan bagaimana cara pengelolaannya serta penguatan kapasitas bagi peserta,” tutur Yohanes.

Pendampingan ujarnya melalui pelatihan dasar meliputi identifikasi pendapatan, perencanaan penggunaan, pengenalan program tabungan.

Tindaklanjut dari pelatihan ini akan dievaluasi pada pelatihan berikutnya serta difasilitasi dengan program tabungan sederhana.

Sementara Ida Wahyuni Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika mengatakan pelatihan dasar pengelolaan keuangan keluarga merupakan program yang sangat luar biasa dan sangat penting, namun dalam melakukan hal tersebut perlu dibutuhkan pendampingan dari pihak-pihak yang memang memiliki tupoksi.

“Tentang keuangan keluarga peranan ibu-ibu menjadi fokus utama. Di mana mengatur keuangan dalam rumah tangga itu memang gampang-gampang susah. Ada saja kebutuhan tambahan yang membuat kita harus mengeluarkan uang melebihi dari anggaran yang telah kita tetapkan,” tuturnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.