Kelurahan Pasar Sentral Peringkat Pertama Kasus Malaria

TIMIKA,TimeX

Micha Ceri Bunga penanggung jawab malaria dari Dinas Kesehatan Mimika dengan wilayah kerja Distrik Wania menerangkan sesuai data kasus malaria untuk di Kabupaten Mimika, warga di Kelurahan Pasar Sentral menempati peringkat pertama menyusul Kelurahan Inauga mendapat peringkat kedua.

Foto: Rina/TimeX
SOSIALISASI – Micha Ceri Bunga penanggung jawab malaria dari Dinas Kesehatan Mimika memberikan sosialisasi pencegahan malaria di Kelurahan Inauga, Senin (1/4).

Melihat tingginya angka malaria sehingga dirinya gencar menjalani sosialisasi malaria. Sosialisasi ini di wilayah kerjanya di empat kelurahan dan satu kampung. Yaitu di Kelurahan Inauga, Kelurahan Pasar Sentral, Kelurahan Sempan, Kelurahan Kamoro Jaya dan Kampung Kamoro Jaya.

“Pertemuan ini dilakukan supaya kami lintas sektor bisa bekerjasama dengan kelurahan mengurangi kasus malaria,” ujar Micha Ceri Bunga kepada Timika eXpress di sela-sela sosialisasi malaria di Kelurahan Inauga, Senin (1/4).

Ia menjelaskan tingginya kasus malaria di wilayah Kelurahan Pasar Sentral karena jumlah penduduk cukup padat. Banyak warga luar daerah lebih besar berpeluang angkanya lebih tinggi, sedangkan di Kelurahan Inauga ini urutan kedua.

“Yang kami harapkan di kelurahan adalah adanya kerja yang baik, supaya kami dapat bekerja dengan baik pula. Karena kami adalah kader malaria yang dibentuk dari Dinas Kesehatan yang ada di wilayah kerja kelurahan,” jelasnya.

Sebagai upaya mencegah tingginya penularan parasit malaria dari gigitan nyamuk ujarnya oleh kelurahan kepada puskemas adanya kegiatan Jumat Bersih yang dilakukan dengan aktif oleh kader di tiap kelurahan.

Selain itu lanjutnya yang sudah dijalankan puskesmas kepada kelurahan pembagian kelambu secara massal tahun 2018. Dalam pelaksanaan adanya mitra kerjasama dengan kader malaria.

Sementara Yance Kristian Buinei Kepala Kelurahan Inauga mengapresiasi adanya kegiatan sosialisasi pencegahan penularan malaria.

Ia memandang sebenarnya kegiatan ini sangat bagus karena tingkat penularan malaria ini khusus di Timika sangat tinggi, yang mana paling tinggi ada di Kelurahan Pasar Sentral.

“Dan antisipasi kita supaya kita lebih menggiatkan pembersihan masing-masing lingkungan tempat tinggal,” katanya.

Tingginya angka malaria katanya dikarenakan faktor pola hidup lingkungan yang tidak bersih. Seperti adanya genangan-genangan air turut membentuk terbentuknya jentik-jentik nyamuk.

“Kami setuju dengan kegiatan ini supaya kami bisa menyampaikan di masyarakat di RT-RT terutama. Dan kita tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah kelalaian kelurahan atau kampung,” ujarnya.

Semua pihak ujarnya harus ambil bagian bekerjasama membangun kesadaran hidup sehat.

“Artinya kalau dibilang pembersihan, sementara got-got ini tidak didukung tentunya akan percuma,” katanya.

Terkait kondisi parit dirinya telah mengusulkan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperbaiki kembali saluran pembuangan atau drainase yang rusak agar tidak terjadi genangan.

“Ini got-got tersumbat. Artinya air yang berada di got tidak tahu mau mengalir ke mana. Sehingga banyak genangan air yang terjadi di setiap rumah. Yang kami harapkan adanya kerja sama,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan malaria ujarnya mulai dengan kerja bakti pada Hari Jumat ataupun Sabtu di lingkungan masing-masing.

“Harapan saya dengan adanya sosialisasi ini angka malaria bisa menurun di kelurahan kami,” katanya. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.