Sehari Masyarakat Mimika Produksi Sampah 155 Ton

“Kalau kami didukung dengan armada yang memadai ditambah jumlah tenaga yang cukup, maka masalah sampah ini bisa sedikit kami atasi. Karena dengan jumlah armada yang terbatas tentu tidak bisa satu kali angkut pada pukul 06.00 WIT, terpaksa kami harus bolak balik, sehingga pengangkutan sampah biasa diangkut pada siang hari juga”

TIMIKA,TimeX

Dalam sehari masyarakat Kabupaten Mimika memproduksi sampah 155 ton. Jumlah ini bakal terus meningkat seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya penduduk di daerah ini. Ini di luar dari produksi sampah PT Freeport Indonesia. Masalah sampah di Kabupaten Mimika tentu sudah masih menjadi PR penting Pemerintah Kabupaten Mimika.

Foto: Dok./TimeX
MENGANGKUT – Petugas sampah saat mengangkut sampah di Jalan Poros SP V beberapa waktu lalu.

“Jika ditotalkan dengan Freeport lagi maka produksi sampah di Mimika setiap harinya sebanyak 259.008 ton,” tutur Limi Mokodompit Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika saat ditemui Timika eXpress di Hotel Serayu disela-sela mengikuti Musrenbang Kabupaten, Kamis (4/4).

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikura ini mejelaskan DLH setiap hari mengangkut 155.008 ton sampah per hari, sementara Freeport setiap harinya 104 ton. PTFI mempunyai TPA sendiri tidak gabung di TPA di Iwaka.

Tingkat produksi sampah yang banyak setiap harinya ini akan bisa tertangani jika armada dan petugas kebersihan mencukupi.

Ia menyebutkan armada truk saat ini untuk mengangkut ada sepuluh unit, ambrol satu unit, tong sampah delapan unit didukung 149 pasukan tenaga kebersihan.

“Kalau kami didukung dengan armada yang memadai ditambah jumlah tenaga yang cukup, maka masalah sampah ini bisa sedikit kami atasi. Karena dengan jumlah armada yang terbatas tentu tidak bisa satu kali angkut pada pukul 06.00 WIT, terpaksa kami harus bolak balik, sehingga pengangkutan sampah biasa diangkut pada siang hari juga,” jelas Limi.

Dari 155 ton lebih sampah yang dihasilkan per hari ujarnya paling banyak didominasi sampah plastik yang sulit terurai.

Sampah-sampah ini begitu banyak ditemukan berserakan di jalan dalah campuran dari sampah industri, Rumah Tangga (RT), sampah padat, sampah organik maupun anorganik.

Sampah-sampah yang ada diangkut dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di beberapa titik dalam kota langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Iwaka.

Permasalahan sampah di Mimika Limi khawatirkan akan berkepanjangan karena masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah.

Sejauh ini Limi melihat baru hanya ada sebagian kecil masyarakat yang sadar bisa memilah sampah dan mau membuang secara tertib di wilayahnya masing-masing.

“Petugas pengangkut sampah itu setiap pagi pasti angkut sampah, karena itu tugas mereka. Tapi ada masyarakat yang buang sampah di tempat yang tidak terjangkau petugas, tentu ini diperlukan kesadaran masyarakat, agar persoalan sampah juga bisa bersama-sama diselesaikan,” pungkasnya. (san)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.