Sensitivitas Gender dalam Penulisan Berita

  • Dari Jurnalism Training Based on Gender Perspective

Foto: Istimewa/TimeX
FOTO BERSAMA – Para peserta pelatihan Jurnalism Training Based on Gender Perspective foto bersama panitia dan narasumber di akhir acara, Sabtu (6/4).

TIMIKA,TimeX

Embassy of the United States of America  di Jakarta, Indonesia (Kedutaan Besar Amerika) menyelenggarakan pelatihan bagi sejumlah pekerja pers di Mimika, mulai dari media cetak, media online dan TV. Acara ini bertajuk Jurnalism Training Based on Gender Perspective (Jurnalistik Berbasis Perspektif Gender).

Tujuan dari pelatihan ini untuk memperkaya pengetahuan para pekerja media, khususnya wartawan dalam mengangkat isu gender, sehingga lebih sensitive dalam bingkai pemberitaan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak Jumat (5/4) hingga Sabtu (6/4) di Hotel Horison Ultima Timika.

Pelatihan ini merupakan project leader trainning yang kedua kalinya oleh Dr Nahria S.Sos, M.Si, yang dilaksanakan di Papua, yang dimenangkan melalui small grants competations Kedubes Amerika Serikat di Jakarta.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Senior Information Specialist, Embassy of the United States of America, Indar Juniardi ditandai menabuh tifa, mewakili Atase Pers Kedutaan Besar Amerika, Rakes Surampudi.

Dr Nahria S.Sos, M.Si mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk menggugah sensitivitas jurnalis terhadap isu-isu gender di Papua yang selama ini dinilai masih sangat rendah. Dalam berbagai fakta pemberitaan, sebagian besar berita masih bias gender, bahkan dalam berita-berita kasus seperti pemerkosaan dan lainnya.

Berbeda dengan berita konflik, yang dirasa sangat seksi untuk diberitakan. Isu gender justru cenderung luput dari perhatian jurnalis. Di Papua secara khusus, masih sangat sedikit jurnalis yang dalam pemberitaan sudah sensitive gender.

Oleh sebab itu, melalui pelatihan yang terkait dengan isu gender tersebut, ia berharap agar kedepan melalui jurnalis sebagai media yang strategis dalam mengangkat isu gender, bisa lebih berimbang, sehingga menjadi pendidikan bagi masyarakat luas.

Dikatakan, pelatihan yang sama sebelumnya telah dilaksanakan di Jayapura pada Tahun 2018 dan kali ini dilaksanakan di Mimika.

Persoalan gender ini lanjutnya, memang menjadi masalah yang krusial, karena berangkat dari konstruksi sosial masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh sebab itu, melalui program projec leader trainning, yang didukung sepenuhnya oleh Kedubes Amerika dapat meningkatkan pemahaman wartawan tentang arti gender, pemetaan setiap isu gender kemudian dituangkan dalam pemberitaan, yang semula bias gender, kemudian menjadi sensitive gender.

Selain Nahria, pada kesempatan tersebut dihadirkan sejumlah narasumber di antaranya Dr. Eny Mariyani, M.Si, seorang peniliti, akademisi, penggiat gender dan media dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat. Narasumber lainnya adalah Preciosa Alnashava Janitra dan Syukri.

Sementara para peserta yang merupakan insan media di Timika berjumlah 25 orang, sangat antusias mengkuti kegiatan tersebut. Sebelum pelatihan, para peserta mengkuti pre test, yang terkait dengan isu gender, dan diakhiri dengan post test, dengan soal yang sama untuk menguji kemampuan peserta. Hasilnya, sesuai dengan hasil test bahwa terdapat hasil yang signifikan, dari para peserta.

“Menurut saya, para hasil pelatihan ini sangat signifikan, dan ini adalah pelatihan dengan peserta yang paling luar biasa yang pernah saya temui,” tutur Dr. Eny Mariyani, M.Si, sesaat sebelum penutupan.

Para peserta yang juga diikuti oleh sejumlah akademisi, diakhir acara mendapat sertifikat penghargaan sebagai peserta dari Embassy of the United States of America di Jakarta, di samping penghargaan secara khusus bagi tiga peserta terbaik. (ozy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.