Belum Lelang Proyek DAK, Bupati Bilang ASN Mimika Abunawas Semua

“Sampai sekarang ini belum ada yang lelang DAK. Kemarin saya tanya semua bilang sudah, padahal abunawas semua”

TIMIKA,TimeX

Eltinus Omaleng Bupati Mimika geram dengan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika lantaran belum melakukan proses lelang paket proyek dari Dana Alokasi Khusus (DAK), padahal telah memasuki tahun anggaran minggu kedua April.

Foto: Dok./TimeX
MENINJAU – Eltinus Omaleng Bupati Mimika didampingi sejumlah pejabat Pemkab Mimika saat meninjau ruangan terminal baru milik Pemkab Mimika beberapa waktu lalu.

Saking kesal dan kecewanya, orang nomor satu di Mimika melontarkan sorotan kepada ratusan ASN dengan mengatakan, ASN abunawas semua.

“Sampai sekarang ini belum ada yang lelang DAK. Kemarin saya tanya semua bilang sudah, padahal abunawas semua,” ujar Eltinus dari atas podium dalam arahan saat pimpin apel pagi di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (8/4).

Menurut Eltinus karena sesuai aturan untuk pekerjaan DAK pelelangannya harus lebih awal daripada APBD, sehingga setiap OPD harus lebih cepat.

Ia menekankan kalau sudah ada perencanaan segera lakukan pelelangan tidak bisa tunggu. Apalagi ada pekerjaan-pekerjaan fisik penunjang PON XX tahun 2020 yang berumber dari DAK.

“Katanya mau kejar PON padahal kalian santai-santai saja. Mau dapat uang besar tetapi tidak segera urus,” kritiknya.

Sementara Bonifasius Saleo Kepala Bagian Bina Marga DPU-PR saat ditemui Timika eXpress di Pusat Pemerintahan, Selasa (2/4) lalu menyebutkan pada tahun 2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Mimika mengelolah Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 30 miliar. Besaran anggaran ini untuk membiayai lima item pekerjaan yakni melanjutkan pengerjaan Jalan Hasanuddin-SP5, SP 2-SP5 juga Utikini.

“Pekerjaan ini rata-rata hanya pekerjaan lanjutan. Seperti Jalan Hasanuddin – SP 5, SP 2-SP 5 juga jalan di Utikini,” ujar Bonifasius.

Ia menambahkan besaran  DAK ini benar-benar hanya digunakan untuk pengerjaan jalan saja tidak untuk jembatan.

“Kalau jalan SP2 –SP5 ini masih 3,5 kilometer lagi baru bisa rampung 100 persen. Sedangkan untuk Hasanuddin – SP5 hanya 800 meter lebih. Karena kita sampai di jembatan saja, lewat dari itu nanti dari provinsi,” ujar Boni.

Pekerjaan jalan yang menyerap anggara paling banyak ialah  Jalan SP2 –SP 5 dengan panjang 3,5 kilo.

“Kami rencanakan dalam bulan ini semua kontrak sudah jadi. Terlebih dari DAK. Tetapi ya kita juga saat ini sedang siapkan dulu berkasnya, misalnya jalan, kita harus masukan semua item-item apa saja, nilai satuannya, itu yang memang masih sementara kita siapkan,” pungkasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.