Bupati Mimika Pertanyakan Kesiapan OPD Sambut PON 2020

Foto: Indri/TimeX
PERTEMUAN – Eltinus Omaleng Bupati Mimika didampingi Cessar Avianto Tunya (kiri) Ketua Harian KONI Mimika dan Sekda Mimika Marthen Paiding pimpin pertemuan bersama seluruh OPD dan Polri bahas kesiapan PON 2020, Selasa (9/4).

TIMIKA,TimeX             

Eltinus Omaleng, Bupati Mimika yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mimika mempertanyakan kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam menyambut perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang.

Pertanyaan itu disampaikannya saat memimpin rapat bersama para kepala OPD di Pendopo Rumah Negara SP 3, Selasa (9/4).

Dalam rapat tersebut, Eltinus didampingi Cessar Avianto Tunya, Ketua Harian KONI Mimika bersama Penjabat Sekda Mimika, Marthen Paiding. Hadir pula Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto.

Gelar rapat tersebut lebih kepada membahas sejumlah hal penting mengenai kebersihan, keamanan, penginapan atlet, tenaga medis dan cinderamata (souvenir).

Di hadapan pimpinan OPD dan Kapolres Mimika, Eltinus menegaskan, jangan sampai peserta PON dari daerah luar datang ke Mimika baru mereka bilang daerah emas tapi kotor.

“Masalah sampah memang harus ditangani serius secara bersama-sama,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebersihan dan wajah Kota Mimika menyambut PON 2020, merupakan hal yang sangat penting,  mengingat estimasi lebih 7.000 peserta termasuk atlet dan official, juga suporter dari setiap provinsi akan berkunjung ke Timika.

“Sebagai tuan rumah, Mimika harus persiapkan diri, menampilkan wajah kota yang benar-benar bersih, sejuk, nyaman bagi para atlet dan pengujung lainnya. OPD yang bersangkutan, Dinas Lingkungan Hidup sudah harus eksen dari sekarang,” katanya.

Pasalnya, DLH memiliki tangung jawab penuh menangani masalah kebersihan Kota Timika. Karena sampai sekarang ini masih banyak sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat di jalan-jalan, tidak di lokasi yang sudah ditentukan.

Terkait persoalan ini, Eltinus menyarankan kepada Kepala DLH, Ir. Limi Mokodompit agar menggandeng pihak ketiga dengan tanggung jawab penuh tangani sampah, karena tidak bisa hanya pemerintah.

“Lebih baik percayakan pihak ketiga agar bisa berkelanjutan penanganannya,”tambahnya.

Bahkan orang nomor satu di Mimika memerintahkan agar semua lembaga, baik pemerintah maupun swasta turut bersama-sama memerangi sampah.

“Bila perlu setiap hari atur jadwal untuk angkat sampah. Ini harus dibuat dari kita barulah masyarakat bisa mengikuti,” tandasnya.

Penginapan

Sementara terkait penginapan, bupati akan turun menijau di hotel-hotel untuk melihat langsung soal kebersihannya. “Kita harus cek jangan sampai hotel-hotel ini mereka punya toilet kotor. Nanti kita punya nama lagi yang jelek, begitu juga airnya,” katanya.

Cessar Avianto Tunya Ketua Harian KONI Mimika dalam pemaparannya menyebutkan untuk kamar hotel  yang terdaftar saat ini kurang lebih 1.600 kamar. Jumlah yang ada ini dinilai memang masih kurang, namun akan menyiasati dengan pemanfaatan ruang-ruang seperi sekolah atau fasilitas umum lainnya.

Transportasi

Sedangkan menyangkut transportasi Yan Selamat Purba Plt Kepala Dinas Perhubungan menjelaskan sesuai informasi diperolehnya jumlah pengunjung 2.860 orang. Untuk memenuhi kebutuhan atlet dan pengunjung pihaknya perlu adanya penataan transportasi. Bahkan Dishub juga telah mendapat bantuan dua bus dari Kementerian Perhubungan. Pemakaiannya itu bersifat disewakan plus sopir. “Kita akan segera klirkan soal ini,” ujar Yan.

Keamanan

AKBP Agung Marlianto Kapolres Mimika memaparkan bahwa personil untuk pengamanan sudah sangat siap. Ia menjamin selama  PON berlangsung personil kepolisian akan menjaga setiap hotel, wisma tempat-tempat para atlet atau pengunjung PON tinggal.

Medis

Sementara Alfred Douw Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menjelaskan dari sisi medis telah pengadaan 17 unit mobil Pusling dan 16 ambulance. Delapan unit ambulance telah tiba di Timika, sementara tujuh lainnya masih dalam perjalan pengiriman.

Disamping itu juga Dinkes telah membentuk sembilan kelompok tim medis, terdiri dari RSUD, klinik swasta dan Rumah  Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).

Selanjutnya perwakilan Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif menjelaskan telah menyiapkan mama-mama pengrajin Papua untuk menyediakan sovenir atau cinderamata khas Papua. Begitu juga perwakilan Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtikultura (Distanbum) menjelaskan mereka menyiapkan buah merah menjadi salah satu komoditi yang akan dipajang saat PON nanti. Pihaknya telah berusaha membentuk kelompok petani dalam pengelolahan buah merah. (a30)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.