Bawaslu Mimika Apel Siaga Gabungan Persiapan Pemilu 2019

TIMIKA,TimeX

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mimika melaksanakan apel siaga gabungan untuk persiapan pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden serentak pada 17 April 2019 di Graha Eme Neme Yauware, Minggu (14/4).

Foto: Kristina/TimeX
APEL SIAGA – Suasana apel siaga persiapan Pemilu 2019 di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Minggu (14/4).

Turut hadir Yonas Yanampa Ketua Bawaslu Kabupaten Mimika, Budiono Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan antarlembaga, Ongen Narwadan Komisioner Divisi Sengketa, Toni L Agapa Komisioner Divisi Hukum dan Imanuel Waromi Komisioner Divisi Penindakan serta Yuniar Muabuai Sekretaris Bawaslu.

Apel siaga selain diikuti semua jajaran Bawaslu Kabupaten juga Panwaslu Distrik hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se Mimika.

Dalam upacara ini Franky Merani staf Bawaslu Mimika dipercayakan untuk pimpin upacara. Bertindak sebagai Inspektur Siaga Yonas Yanampa Ketua Bawaslu Mimika.

Yonas Yanampa dalam sambutan mengatakan penyelenggara Pemilu ada dua komponen yaitu Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu. Untuk mensukseskan agenda nasional pesta rakyat  tentunya di dalamnya harus ada partisipasi aktif dari Parpol peserta hingga masyarakat sebagai pemilih.

“Yang pasti adalah peran serta dari masyarakat sangatlah penting, dan masyarakat juga mempunyai peran untuk sukseskan Pemilu 2019 ini,” kata Yonas.

Di hadapan komisioner Bawaslu dan Bawaslu Distrik serta puluhan PTPS, Yonas mengingatkan tugas dan tanggung jawab dari Bawaslu hingga tingkat bawah sangatlah berat.

“Dari pemilu ke pemilu banyak terjadi masalah. Dan itu menjadi pembelajaran. Dan hari ini kita berusaha dan berkomitmen bagaimana agar kita menjalankan pengawasan ini dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga masyarakat pun bisa yakin dan merasa bahwa pengawasan Bawaslu kali ini tidak main-main,” pesannya.

Saat ini ujarnya Bawaslu dihadapkan dengan banyak peserta pemilu khususnya peserta Caleg DPRD Kabupaten Mimika yang berjumlah 458 orang.

“Untuk itu dibutuhkan sikap profesional, netral sehingga hasilnya pun menjadi lebih integritas, dan supaya peserta pemilu beserta masyarakat mendapat kepuasan, dan kebahagiaan tersendiri dalam pemilu kali ini,” ungkapnya.

Untuk saat ini kata Yonas sudah memasuki tahapan pendistribusian logistik ke setiap distrik.

“Ada beberapa distrik yang kini sudah didistribusikan. Tentu ini harus ada keseriusan kita sebagai pengawas, dan harus melakukan pengawasan yang melekat sampai di mana TPS itu, betul-betul turun bahkan hingga kembali lagi ke tempatnya,” ujarnya.

Untuk pendistribusian logistik kata Yonas tentunya melekat pada tupoksi Panwaslu Distrik karena pendistribusian bisa lebih mobile baik ketika pulang maupun pergi hingga beberapa kali, sehingga pengawasan dari Panwaslu Distrik harus melekat, dan jika sudah tiba di distrik masing-masing harus dipastikan aman.

Ia juga menekankan kepada PTPS merupakan ujung tombak dari Bawaslu. Untuk itu ia harapkan harus ada ketelitian yang serius sesuai metode pungut hitung yang sudah diberikan saat Bintek dan bisa dijalankan dengan baik.

Ia mengatakan jika kinerja PTPS tidak maksimal maka sampai tingkat Bawaslu Kabupaten juga tidak akan maksimal.

PTPS pesannya harus kerja sesuai aturan, bisa menguasai semua hal yang wajib dilaksanakan di lapangan sehingga tidak ada bagian-bagian yang dilewatkan.

“Saya sampaikan selamat melaksanakan tugas dengan baik. Kita laksanakan kegiatan ini dengan baik sehingga bisa memunculkan hasil yang asli dari lapangan,” pungkasnya. (a33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.