Pemilih di TPS 08 ‘Bingung’ Cari Daftar Caleg

TIMIKA,TimeX

Proses pencoblosan Pemilu 17 April 2019 telah dimulai pukul 07:00 WIT.  Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08, RT 8 Kelurahan Sempan, Distrik Mimika Baru pemilih ‘bingung’ mencari nama caleg untuk dicoblos.

Foto: Maurists Sadipun
SUASANA – Suasana pemilihan di TPS 08, RT 8 Kelurahan Sempan, Distrik Mimika Baru, Rabu (17/4).

Meski banyaknya warga sudah tiba di TPS setempat, namun tidak semuanya langsung menuju meja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hal ini dikarenakan pemilih di TPS tersebut bingung mencari dan menentukan Calon Anggota Legislatif (Caleg) mana yang mau dipilih, mulai DPD, DPR RI, DPR Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota.

“Saya bingung mau pilih siapa. Bingung karena banyak Caleg, apalagi surat suaranya kecil, dan tulisan daftar nama caleg juga kecil. Macam kami orangtua begini butuh waktu untuk lihat,” ungkap Jumkia peserta pemilih yang sempat diwawancarai Timika eXpress di TPS 08, Rabu (17/4).

Jumkia tidak hanya bingung dengan banyaknya Caleg Parpol, tetapi cara coblos juga sempat ditanyakan kepada petugas KPPS.

“Saya mau tau, dengan banyak Caleg dan partai juga, apa kita hanya coblos di partai atau langsung ke nama caleg,” tanya Jumkia.

Dari pertanyaan tersebut, Jumkia mendapat jawaban petugas KPPS bahwa jika mencoblos logo partai, maka surat suara dinyatakan sah untuk partai.

Dan, bila coblos nama Caleg bersama logo partai, maka suara sah untuk Caleg dari partai tersebut.

Warga lain, Anum Mandibondibo, yang juga ditemui di TPS setempat mengaku kesulitan saat membuka kertas suara yang ukurannya terlalu besar dan berisi banyak gambar partai.

Apalagi ada empat kertas surat suara yang harus dicoblos yaitu untuk DPRD kabupaten/kota, DPR Provinsi Papua, DPR RI dan DPD.

Anum menilai banyaknya caleg dan partai membuat Pemilu di Indonesia masuk katagori paling rumit di dunia.

“Yang saya cermati, kerumitan bukan hanya dialami peserta pemilih tapi juga penyelenggara,” katanya.

Bagi pemilih lanjutnya, banyaknya partai dan caleg yang bertarung membuat mereka sulit menentukan pilihan. Apalagi banyak diantaranya masyarakat pemilih yang tak tahu program kongkrit diusung partai. Sedangkan bagi penyelenggara Pemilu, kerumitannya dialami mulai dari pengadaan logistik.

Tak pelak, dengan keterbatasan pemahaman peserta pemilih, serta kendala yang dihadapi pada hari-H pemilihan, maka secara instan dengan tidak membingungkan, ada peserta pemilih yang hanya mencoblos Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Meski demikian baik saksi, pengawas di TPS secara intens menjawab keluhan dan mengarahkan peserta pemilih terkait cara mencoblos menetukan hak pilihnya. (vis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.