Dua Prajurit TNI Ditembak KKSB di Nduga

TIMIKA,TimeX

Teror penembakan terus dilancarkan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Nduga.

Rabu (24/4). Dua prajurit TNI dari Yonif Raider 321 dan Detasemen Penerbad tertembak saat Helly Bell Seri HA-5179 milik penerbad TNI-AD melakukan pergeseran pasukan dan bongkar muat bahan makanan di halaman Kantor Distrik Nirkuri, Kabupaten Nduga.

Foto: Ist./TimeX
BEROBAT – Serda Dedy dan Prada M Hoirul Zahman Zahri  menjalani pengobatan di RSMM, Rabu (24/4).

Berdasarkan release yang diterima redaksi Timika eXpress dari Kolonel Inf. Muhammad Aidi selaku Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, dibenarkan telah terjadi penembakan oleh KKSB.

Penembakan yang terjadi sekira pukul 11:00 WIT Rabu terhadap Helly Bell yang diawaki Pilot Mayor CPN Agus Falah, mengakibatkan Serda Dedy, prajurit Detasemen Penerbad, kru helikopter nahas tersebut   menderita luka pada bagian punggung.

Sedangkan Prada M. Hoirul Zahman Zahri, prajurit Yonif Raider 321 mengalami luka tembak pada betis kiri.

Mengetahui hal itu, helikopter TNI pun langsung bergerak untuk melakukan evakuasi korban anggota TNI yang tertembak.

Setelah memastikan korban anggota TNI yang tertembak berada di dalam helikopter, helikopter pun langsung terbang menuju Bandara Moses Kilangin, Mimika, dan tiba di bandara pada pukul 11.20 WIT.

“Kedua korban saat itu juga langsung dilarikan ke RSUD Mimika, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM),” tulisnya.

Kolonel Muhammad menerangkan, dari laporan tim medis, kondisi kedua korban dalam keadaan stabil, dan masih menjalani perawatan, dan proyektil peluru tidak ada yang mengenai organ vital.

Dijelaskan, kronologis kejadian bermula saat satu regu prajurit TNI berjumlah 10 orang hendak melakukan pergeseran pasukan dan menjemput bahan makanan, secara mengejutkan diserang tembakan KKSB yang diidentifikasi dari kelompok Egianus Kogoya.

“Distribusi bahan makanan terkait kebutuhan rutin pasukan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan pembangunan proyek jalan Trans Papua,” tulisnya.

Ia menyebutkan, penyerangan KKSB dilakukan dari jarak sekitar 100 meter dengan sistem hit and run, kemudian mereka menghilang dan melarikan diri ke dalam hutan.

“Pasukan TNI berusaha membalas namun belum diketahui apakah ada atau tidak korban dari pihak KKSB,” tulisnya. (tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.