Kesiapan PON Mimika Baru 10 Persen

RAPAT-Bupati Mimika saat memimpin rapat terkait persiapan PON 2020 bersama jajaran lingkup Pemkab Mimika, SEnin (29/4)

 

“Saya malu kalau bilang Mimika sudah siap jadi penyelenggara PON 2020

 

TIMIKA,TimeX

Bupati Mimika Eltinus Omaleng terus mengikuti dan mempertanyakan kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kesiapan Mimika menyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 mendatang.

Perhatian serius dari orang nomor satu di Mimika, lantaran mengetahui perkembangan kesiapan perhelatan akbar PON secara keseluruhan di Mimika baru 10 persen.

Untuk itu, pada Senin (29/4) di Pendopo Rumah Negara, Bupati Mimika kembali merapatkan barisan, dengan menggelar pertemuan bersama seluruh jajaran lingkup Pemkab Mimika.

Bupati Omaleng didampingi Penjabat Sekda Mimika, Marthen Paiding menggelar pertemuan bersama para Asisten,  Staf Ahli dan seluruh kepala OPD lingkup Pemkab Mimika.

“Saya malu kalau bilang Mimika sudah siap jadi penyelenggara PON 2020. Siap dari sisi mana, ” tegas Bupati Mimika saat memimpim rapat kesiapan PON di Mimika, Senin.

“Saya mau tanya kepada kalian kepala OPD, kalau kalian bilang sudah siap, siap dari sisi mana. Jangan kalian lihat venue Mimika Sport Complex (MPC) sudah jadi lantas kalian bilang sudah siap, bukan hanya dari sisi itu saja,” tegas bupati lagi.

Selain kesiapan infrastruktur venue pertandingan, pada rapat tersebut, fokus membahas kesiapan dari OPD terkait, yakni Dinas PUPR, Dinkes, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dishub, Ketahanan Pangan dan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, termasuk beberapa OPD pendukung lainnya.

Bupati juga menegaskan bahwa persiapan pesta olahraga akbar tingkat nasional tidak hanya sebatas pada bangunan dan kesiapan 9 venue Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan di Mimika.

Tetapi banyak hal teknis, yakni akomodasi transportasi, konsumsi dan penginapan kontingen dari peserta PON.

Adapun hal teknis ini menjadi pokok bahasan pada pertemuan tersebut.

“Kalian bilang nanti mau rehap sekolah, asrama untuk atlet dan pengunjung mereka tinggal, memangnya kalian pikir itu apa, jangan dengar provinsi bilang seperti itu, lantas kalian lagi katakan demikian,” seru bupati menambahkan, yang harus Pemkab Mimika lakukan, ialah mendorong para pelaku usaha atau pengusaha ikut menyiapkan hal-hal teknis dalam mendukung PON 2020 nanti.

Hal penting terkait persiapan PON mengingat Mimika termasuk salah kabupaten yang ditunjuk mempertandingkan 9 Cabor pada PON 2020.

“Tentu kita pastikan akan ada 8.000 atlet termasuk pengunjung yang akan tinggal sementara di Mimika. Ini kalian harus pikir, kira-kira transportasi, konsumsi makan minum apakah minumnya hanya air mineral, atau bagaimana. Termasuk soal akomodasi transportasi, termasuk penginapan. Jangan sampai para atlet tidak jadi ikut bertanding karena sakit akibat pelayanan kita tidak maksimal. Kalau hanya kita lokal saja, saya rasa tidak mampu. Kalau memang harus Pangansari Utama (PSU) selaku kontraktor Freeport harus turun tangan, ini yang harus kita pikirkan bersama. Makanya saya mau dengar pasti kita siap atau tidak,” tegas bupati.

Pada kesempatan itu pula, bupati mengakui bahwa persiapan PON sangat terlambat, seharunya sudah sejak 2017 lalu.

“Saya bilang persiapan baru 10 persen, jasi masih sisa 90 persen,  harapan saya kita tetap semangat dan tidak boleh menyerah persiapan semua hal untuk suskeskan PON 2020 di Mimika,” spiritnya.

Bupati pun meminta OPD lingkup Pemkab Mimika segera bentuk tim persiapkan hal teknis yang mengemuka dalam pertemuan.

“Segera bentuk tim, buka sekretariat, sehingga sukses tidaknya PON jadi tanggung jawab tim. Nanti lihat gedung kantor yang belum dipakai digunakan untuk secretariat PB PON Mimika,” katanya.

Selain itu, untuk memastikan kesiapan dari OPD menyambut PON, pada pertemuan itu, bupati pun meminta penjelasan langsung termasuk kendala dari OPD teknis terkait.

Alfred Douw kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) mengatakan, salah satu kesiapan dari layanan kesehatan pada PON nanti, enam Puskemas sudah teakreditasi.

Bahkan pihaknya telah membentuk 9 kelompok kerja yang nantinya ditempattugaskan di enam Puskesmas yang sudah terakkreditasi.

Menyusul, Beni Renyaan kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, meminta agar dilakukan pendataan menyangkut ketersediaan tenaga medis dan dokter, serta akomodasi transportasi dan posko informasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ida Wahyuni, menyebutkan, kendala setiap OPD adalah belum adannya SK sebagai dasar acuan setiap OPD untuk terlibat sesuai tupoksi dalam penanganan PON nanti.

Sedangkan Kepala Dinas Pelayanan terpadu Satu Pintu Lopianus Fuakubun menambhakan, Mimika sebenarnya sudah memiliki Pengurus Besar (PB)-PON, hanya saja perlu keterlibatan aktif agar penmgurus dan anggotanya memahami benar tugas dan tanggungjawab maisng-masing.

Ia pun mengusulkan adanya sekretariat PB-PON dengan penyusunan jadwal kerja secara sistematis dan terstruktur.

Adapun Kepala DPMK, Michael Gomar mengusulkan OPD terkait yang intens dan terlibat dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi terkat persiapan PON 2020, secara reguler melaporkan hasil sehingga ada gambaran perkembangan persiapan secara menyeluruh.

Harapya, pada agenda pertemuan Mei yang digagas Pemerintah Provinsi mengenai kesiapan menyeluruh PON 2020 dengan mengundang semua OPD, Mimika harus hadir.

“Setiap OPD nanti mengusulkan permintaan kebutuhan untuk melengkapi semua kekurangan yang ada. Seperti Dinkes Mimika minta penambahan 12 ambulance, ini harus dijelaskan secara detail,” ujarnya.

Adapun Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, I Nyoman Dwi Tana pada kesempatan itu menjelaskan, berdasarkan hasil riset 2018 dari OPD terkait, ketersedian pangan di Mimika untuk kelangsungan PON 2020 sudah ideal dan mumpuni.

Berikut, Kepala Kesbangpol Petrus Lewa Koten menambahkan, Pemkab Mimika baiknya mendatangkan konsultan penyelenggara PON tahn sebelumnya dari Jawa Barat untuk mempresentasekan persiapan PON sebagai gambaran dalam persiapan PON 2020.

Sedangkan Kepada Dinas Perhubungan, Dominggus Robert Mayaut mempertanyakan rencana pengadaan atau peminjaman 100-300 unit bus dukungan transportasi PON 2020.

Selain sarana transportasi, lahan parkir juga harus dipersiapkan, mengingat setiap atlet yang datang pastinya didampingi tim pelatih dan official.

Menyikapi semua pandangan, pendapat serta masukan, Bupati Omaleng
meminta semua pimpinan OPD tetap semangat jadi tuan rumah PON 2020. (a30)

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.